Info Sehat

Bukan hanya Menyerang Paru-Paru, Ini 5 Penyakit Lain akibat Merokok

January 26, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Berbagai penyakit bisa timbul akibat merokok. Selain mengganggu paru-paru, efek jangka panjang dari merokok juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan lain di dalam tubuh.

Ayo, pelajari lebih lanjut tentang apa saja penyakit yang timbul akibat merokok di bawah ini.

Baca juga: Setelah Baca Sederet Bahayanya, Kamu Masih Yakin Mau Merokok?

Fakta tentang rokok

Rokok mengandung sekitar 600 bahan di dalamnya. Saat dibakar, bahan-bahan tersebut akan menghasilkan lebih dari 7.000 bahan kimia, yang menurut American Lung Association, banyak di antaranya beracun dan terkait dengan kanker.

Meskipun efek merokok mungkin tidak langsung terlihat, namun komplikasi dan kerusakannya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Berbagai penyakit akibat merokok

Selama ini merokok banyak dikaitkan dengan penyebab gangguan pernapasan. Padahal ada banyak masalah kesehatan lain yang timbul dari kebiasaan buruk yang satu ini:

Kerusakan sistem saraf pusat

Salah satu senyawa yang ada di dalam tembakau adalah nikotin. Zat ini bisa mencapai otak hanya dalam hitungan detik, sehingga bisa membuat kamu merasa lebih berenergi dalam sesaat.

Tapi saat efeknya hilang, seketika kamu akan merasa lelah dan menginginkan zat ini dalam jumlah yang lebih banyak. Inilah yang disebut dengan ‘efek kecanduan’ dari rokok.

Selain menyebabkan orang sulit berhenti merokok. Kecanduan nikotin juga bisa mengganggu fungsi kognitif, dan membuat kamu merasa cemas, jengkel, bahkan depresi.

Penyakit akibat merokok yakni gangguan sistem pernapasan

Saat kamu menghirup asap rokok, berbagai zat beracun di dalamnya akan masuk ke dalam paru-paru. Seiring waktu, ini akan menimbulkan berbagai infeksi yang berujung pada komplikasi penyakit paru-paru kronis seperti:

  1. Kanker paru-paru
  2. Emfisema, kerusakan kantung udara di paru-paru, dan
  3. Bronkitis kronis, peradangan permanen yang memengaruhi lapisan saluran pernapasan di paru-paru.

Seseorang yang berhenti merokok mungkin akan mengalami rasa tidak nyaman saat bernapas. Tapi tenang saja, itu justru adalah pertanda baik karena produksi lendir yang meningkat setelah berhenti merokok adalah tanda bahwa sistem pernapasan telah mulai pulih.

Gangguan sistem kardiovaskuler

Nikotin dapat menyebabkan pembuluh darah mengencang, sehingga membatasi aliran darah pada organ di dalam tubuh. Bila terus berlangsung, pembuluh darah akan menyempit dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit arteri perifer.

Ini merupakan terganggunya pasokan alirah darah ke tungkai, yang bisa menyebabkan kerusakan jaringan di area kaki.

Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan dinding pembuluh darah, dan meningkatkan pembekuan darah. Semua hal tersebut sama-sama berperan besar dalam meningkatkan risiko stroke.

Baca juga: Setop Merokok! Simak 7 Efek Nikotin yang Berbahaya bagi Tubuh Berikut

Menyebabkan kanker

Dilansir dari CDC, merokok dapat menyebabkan kanker dan juga menghalangi tubuh melawan sel-sel kanker yang disebabkannya. Ini dikarenakan racun dalam asap rokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit untuk membunuh sel kanker.

Racun dari asap tembakau juga dapat merusak sel DNA yang mengontrol fungsi genetika maupun pertumbuhan. Ketika DNA rusak, sel dapat mulai tumbuh di luar kendali dan menciptakan tumor kanker. Hampir di semua bagian tubuh kamu, termasuk:

  1. Darah
  2. Serviks
  3. Usus besar dan rektum
  4. Ginjal
  5. Hati, dan
  6. Paru-paru.

Penyakit akibat merokok pada kulit, rambut, dan kuku

Kuku jari tangan dan kaki juga tidak kebal dari efek buruk merokok. Selain bisa meningkatkan kemungkinan infeksi jamur kuku, sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa perokok berat lebih berisiko terkena kanker kulit.

Kondisi kesehatan rambut juga sangat dipengaruhi oleh nikotin. Merokok diketahui bisa membuat rambut rontok, botak, dan beruban lebih dini.

Gangguan sistem pencernaan

Merokok dapat meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, laring, dan esofagus. Tak hanya itu, merokok juga berpengaruh pada insulin, yang membuat tubuh lebih mungkin mengembangkan resistensi insulin.

Hal ini menempatkan kamu pada peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan komplikasinya.

Seksualitas dan sistem reproduksi

Nikotin di dalam rokok sangat bisa memengaruhi aliran darah ke area kelamin pria maupun wanita.

Bagi pria, hal ini bisa menurunkan performa seksual. Sedangkan bagi wanita, ini bisa mengakibatkan ketidakpuasan seksual dengan berkurangnya lubrikasi dan kemampuan mencapai orgasme.

Merokok juga dapat menurunkan kadar hormon seks pada pria dan wanita. Hal ini kemungkinan dapat menyebabkan gairah seksual menurun.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr