Kesehatan Anak

Pusar Bayi Bau dan Berair? Bisa Jadi Tanda Infeksi Lho, Kenali Ciri-cirinya

January 26, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki pusar yang masih belum bersih sempurna. Sisa potongan tali pusar pada pusar bayi akan baru akan mengering dan lepas dengan sendirinya setelah beberapa minggu kemudian.

Namun, tidak jarang, pusar bayi mengalami infeksi yang ditandai dengan bau tak sedap serta keluarnya cairan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics, infeksi pada bayi yang baru lahir menjadi penyebab utama kematian bayi di seluruh dunia. Sehingga penting untuk mengenali ciri-ciri pusar yang infeksi.

Ciri-ciri dan gejala pusar bayi saat terkena infeksi 

Pusar merupakan bagian tubuh yang dapat menampung tumpukan keringat dan sel kulit mati. Inilah mengapa pusar menjadi tempat subur untuk bakteri atau jamur tumbuh sehingga menimbulkan infeksi

Infeksi pada pusar bayi harus dirawat dengan tepat. Bila tidak, infeksi dapat menyebar dengan cepat ke area luar pusar. Akibatnya, bahkan bisa fatal. Selain berair dan berbau, ciri-ciri pusar bayi yang mengalami infeksi juga bisa dilihat melalui tanda berikut: 

  • Pusar kemerahan
  • Bengkak
  • Terdapat benjolan berisi cairan di dekat pusar atau tepat di pusar 
  • Pusar mengeluarkan nanah atau kotoran yang berbau tidak sedap
  • Kulit di area pusar berkeropeng atau berdarah
  • Demam
  • Mudah rewel
  • Tidak nafsu makan 
  • Lesu

Baca juga: Keringat Dingin pada Bayi: Ketahui Berbagai Penyebab & Cara Mengatasinya 

Penyakit yang mungkin terjadi

Infeksi jamur 

Pusar adalah salah satu area tubuh yang yang lembap dan gelap. Kondisi kulit yang lembap dan gelap tersebut menjadi tempat subur bagi jamur berjenis Candida. Jenis jamur ini dapat menyebabkan infeksi jamur yang biasa disebut sebagai Kandidiasis. 

Biasanya infeksi jamur akan menyebabkan pusar bayi mengeluarkan cairan putih kental. Di samping itu, area kulit di sekitar pusar juga bisa mengalami ruam merah dan terasa gatal. 

Infeksi bakteri

Pada dasarnya, pusar bayi bisa menjadi tempat berbagai bakteri. Bahkan menurut penelitian ada 70 jenis bakteri yang bisa bersarang di area pusar. 

Bila bayi terlihat mengeluarkan cairan berwarna kuning atau hijau yang disertai bau busuk, bisa jadi kondisi ini adalah infeksi bakteri. Terkadang, infeksi bakteri juga disertai pembengkakan, nyeri, dan keropeng di sekitar pusar.

Omphalitis

Omphalitis adalah infeksi parah pada tali pusar yang dapat menyebar ke seluruh dinding perut. Kondisi terjadi ketika area di sekitar puntung tali pusat terinfeksi.

Gejalanya dapat berupa nyeri saat ditekan, perdarahan, keluar cairan dari pusar, mudah rewel, dan demam. Penyebab utama omphalitis adalah bakteri dan biasanya perlu diobati dengan antibiotik. 

Granuloma umbilical

Benjolan kecil berwarna merah muda kemerahan yang bisa muncul di tengah pusar setelah tali pusar terlepas. Biasanya kondisi ini ditandai dengan keluar cairan bening atau kekuningan dari pusar bayi. Pada beberapa kasus granuloma bisa hilang dengan sendirinya.

Faktor risiko bayi terkena infeksi pusar

Infeksi pusar sebenarnya bukan hal yang umum atau sering terjadi. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi pada pusarnya. Dilansir dari Healthline, hal tersebut meliputi:

  • Bayi memiliki berat lahir yang rendah karena prematur atau memiliki kondisi kesehatan lain
  • Semasa hamil, ibu dari bayi menderita korioamnionitis atau jenis infeksi lain hingga melahirkan
  • Selaput ketuban wanita pecah 24 jam atau lebih sebelum melahirkan
  • Bayi lahir dalam kondisi tidak steril, atau tenaga kesehatan menggunakan alat yang tidak bersih untuk memotong tali pusar
  • Tali pusar tidak dirawat dengan baik dan bersih

Baca juga: Moms, Begini Cara Mengganti Popok dengan Tepat untuk Mencegah Ruam! 

Tips merawat dan menjaga kebersihan pusar bayi

Untuk mengurangi risiko bayi terkena infeksi pada pusarnya, berikut adalah beberapa langkah yang perlu diterapkan para orangtua di rumah:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh tali pusar
  • Menghindari penggunaan alat yang kotor atau tidak steril untuk memotong tali pusar
  • Tidak mencabut atau menarik paksa tali pusar
  • Pastikan produk bubuk seperti bedak tidak menggumpal di dalam pusar
  • Menggulung popok agar tidak bergesekan dengan tali pusar
  • Selalu membersihkan area di sekitar pusar menggunakan kain bersih yang lembab 
  • Bersihkan area dalam pusar dengan kapas yang mengandung alkohol 
  • Selalu perhatikan perubahan bentuk atau tampilan pusar 

Pusar bayi yang dibersihkan dan dirawat dengan tepat, biasanya tidak mudah terkena infeksi.

Bila Moms melihat kemungkinan tanda-tanda infeksi pada pusar si Kecil, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Perawatan yang tepat dapat mencegah kemungkinan infeksi untuk menyebar dan bayi bisa sembuh dalam waktu yang lebih cepat. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • Healthline. Diakses pada 25 Januari 2021. Belly Button Discharge: Causes, Treatment, and More
  • Medicalnewstoday. Diakses pada 25 Januari 2021. Infected umbilical cord: Signs and what to do
  • Seattlechildrens.org. Diakses pada 25 Januari 2021.When to Call for Umbilical Cord Symptoms
  • WebMD. Diakses pada 25 Januari 2021. Umbilical Cord Care
  • Umbilical Cord Care in the Newborn Infant Dan Stewart, William Benitz, COMMITTEE ON FETUS AND NEWBORN. Pediatrics Sep 2016, 138 (3) e20162149; DOI: 10.1542/peds.2016-2149
    register-docotr