Info Sehat

Hentikan Perdarahan saat Terluka, Simak Tips yang Bisa Dilakukan

February 2, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Cedera yang mengakibatkan perdarahan sangat umum terjadi. Namun, kamu harus paham bahwa perdarahan yang disebabkan oleh luka dan goresan perlu segera dihentikan dengan penanganan tertentu.

Seringkali cedera ini dapat dirawat di rumah, tetapi penting bagi seseorang untuk mengetahui cara melakukannya dengan aman. Nah, untuk mengetahui tips tepat untuk menghentikan perdarahan saat terluka yuk simak penjelasan lebih lengkapnya berikut.

Baca juga: Mengenal Proses Autofagi, Mekanisme ‘Pembersihan’ Tubuh yang Terjadi saat Puasa

Perdarahan saat terluka

Dilansir dari Healthline, cedera dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini terkadang bisa memicu kecemasan dan ketakutan sehingga upaya penyembuhan perlu diketahui. 

Saat kulit tergores atau terkikis, maka kamu akan mulai mengeluarkan darah. Hal ini dikarenakan pembuluh darah di area tersebut rusak. Perdarahan yang terjadi akibat goresan bermanfaat karena dapat membantu membersihkan luka.

Perlu dipahami bahwa terlalu banyak perdarahan bisa mengakibatkan tubuh mengalami syok. Namun, kamu juga tidak selalu bisa menilai keseriusan luka dari jumlah perdarahannya.

Beberapa luka serius justru berdarah sangat sedikit sehingga penanganan tepat perlu dilakukan untuk kondisi ini.

Luka di bagian kepala, wajah, dan mulut biasanya banyak mengeluarkan darah karena area tersebut banyak terdapat pembuluh darah.

Tips tepat untuk menghentikan perdarahan saat terluka

Untuk menghindari perdarahan semakin serius, tips tepat yang bisa kamu lakukan, antara lain:

Hentikan perdarahan

Berikan tekanan langsung pada luka dengan kain bersih, tisu, atau kain kasa sampai perdarahan berhenti. Jika darah sudah mulai membasahi material, jangan disingkirkan.

Letakkan lebih banyak kain kasa di atasnya dan terus berikan tekanan selama 10 menit. Saat perdarahan telah berhenti, rekatkan perban bersih di atas luka.

Jika luka ada di lengan atau tungkai, angkat hingga berada lebih tinggi dari jantung untuk membantu memperlambat perdarahan. Cuci kembali tangan setelah memberikan pertolongan pertama dan sebelum membersihkan, serta saat membalut luka.

Pastikan untuk tidak memasang torniket atau alat penjepit aliran darah jika perdarahan parah dan tidak dapat dihentikan dengan tekanan langsung. Penanganan perdarahan yang terjadi perlu kehati-hatian untuk mencegah keparahan luka.

Bersihkan luka

Setelah perdarahan berhenti, kamu bisa melakukan pembersihan luka dengan lembut menggunakan sabun dan air hangat. Usahakan untuk membilas sabun dari luka dengan benar untuk mencegah terjadinya iritasi. 

Hindari penggunaan hidrogen peroksida atau yodium karena bisa menyebabkan jaringan rusak. Konsultasikan segera dengan dokter jika pembersihan luka tidak dapat dilakukan sendiri atau perdarahan kembali terjadi.

Lindungi luka

Gantilah perban secara teratur untuk menjaga agar luka tetap bersih dan kering. Oleskan krim antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi dan tutupi luka dengan menggunakan perban steril. 

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan antiperspirant untuk membantu menyempitkan pembuluh darah dan mempercepat pembekuan darah.

Dalam studi di 2015, aluminium klorida dalam antiperspirant memang telah terbukti menjadi cara yang cepat dan efektif untuk mengontrol perdarahan eksternal minor.

Kapan waktu tepat untuk menghubungi dokter

Jika perdarahan masih terjadi setelah 20 menit, perhatian medis sangat diperlukan. Jangan abaikan luka yang terlihat kecil atau tidak menyakitkan.

Penanganan bersama medis perlu dilakukan untuk beberapa kondisi, seperti:

  • Luka yang dialami cukup dalam
  • Memiliki ujung bergerigi atau menganga
  • Luka terdapat di wajah
  • Luka memiliki kotoran yang tidak bisa dikeluarkan
  • Menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, nyeri tekan, hingga demam
  • Area di sekitar luka terasa mati rasa
  • Orang yang terluka tidak sadarkan diri
  • Terdapat garis-garis merah yang terbentuk di sekitar luka.

Bahkan jika perdarahan telah berhenti, seseorang tetap harus mengunjungi dokter jika luka mungkin perlu dijahit, mengalami perdarahan internal, hingga infeksi.

Perdarahan yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama kematian. Oleh karena itu, mengetahui cara menghentikan perdarahan sangatlah penting.

Baca juga: Manfaat Tidur Siang, Hilangkan Stres hingga Tingkatkan Daya Ingat!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medline Plus, diakses 1 Februari 2021. Bleeding
  2. Webmd (2020), diakses 1 Februari 2021. Bleeding Cuts or Wounds
  3. Medical News Today (2017), diakses 1 Februari 2021. Eight effective home remedies for stopping bleeding
    register-docotr