Info Sehat

Mengenal Proses Autofagi, Mekanisme ‘Pembersihan’ Tubuh yang Terjadi saat Puasa

January 13, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tubuh secara umum akan membersihkan sel-sel yang rusak untuk meregenerasi sel-sel baru dan lebih sehat. Proses ini biasanya disebut dengan autofagi yang dapat diartikan sebagai melahap diri sendiri.

Meskipun terdengar seperti sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam tubuh, namun sebenarnya hal tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Nah, untuk mengetahui proses autofagi lebih lengkap yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Diabetes Sebabkan Keringat Berlebihan? Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya!

Apa itu autofagi?

Dilansir dari NCBI, autofagi merupakan proses degradasi diri yang penting untuk menyeimbangkan sumber energi sebagai respons terhadap stres nutrisi.

Ahli jantung bersertifikat, Dr. Luiza Petre, mengatakan bahwa autofagi adalah mekanisme pertahanan diri evolusioner di mana tubuh dapat menghilangkan sel-sel yang disfungsional.

Petre juga menjelaskan bahwa tujuan autofagi adalah untuk menghilangkan puing-puing dan mengatur diri sendiri kembali ke fungsi mulus yang optimal.

Selain itu, proses ini dapat pula meningkatkan kelangsungan hidup dan adaptasi sebagai respons terhadap berbagai stresor dan racun yang terakumulasi dalam sel.

Manfaat dari proses autofagi

Manfaat utama autofagi tampaknya datang dalam bentuk prinsip antipenuaan. Faktanya, Petre mengatakan bahwa proses tersebut dikenal sebagai cara tubuh untuk memutar waktu dan menciptakan sel yang lebih muda.

Selain itu, ahli diet bernama Scott Keatley, RD, CDN, mengatakan bahwa pada saat kelaparan autofagi akan membuat tubuh tetap bekerja dengan memecah materi seluler.

Sementara di tingkat sel, Petre mengatakan manfaat dari autofagi, meliputi:

  • Menghilangkan protein beracun dari sel yang dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer
  • Mendaur ulang protein sisa
  • Menyediakan energi dan bahan penyusun untuk sel yang masih bisa mendapatkan keuntungan dari perbaikan dalam skala lebih besar
  • Mendorong regenerasi dan sel-sel sehat.

Fungsi autofagi ini dapat menurun seiring bertambahnya usia, yakni berarti tidak lagi bekerja atau mungkin membahayakan. Namun, perlu diketahui jika proses autofagi bisa pula mencegah atau mengobati kanker.

Petre mengatakan jika dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak sel kanker yang dapat diangkat melalui autofagi. Tubuh akan mengenali dan menghancurkan sesuatu yang salah dan memicu mekanisme perbaikan di mana berkontribusi untuk menurunkan risiko kanker.

Para peneliti percaya bahwa studi terbaru mengarah pada wawasan yang akan membantu menargetkan autofagi sebagai terapi kanker. 

Benarkah autofagi sering terjadi saat puasa?

Autofagi terjadi secara alami di dalam tubuh, namun masih banyak yang bertanya-tanya mengenai pemicunya. Salah satu kemungkinan proses autofagi dalam tubuh dapat terjadi adalah ketika seseorang berpuasa.

Ketika puasa, secara sukarela seseorang akan menahan untuk tidak makan dalam waktu yang lama atau berjam-jam. Puasa mungkin tidak mengakibatkan pembatasan kalori dan biasanya tergantung pada seberapa banyak makanan yang dikonsumsi seseorang selama periode makan.

Tinjauan pada 2018 dari penelitian yang ada sangat menunjukkan bahwa puasa dapat menyebabkan autofagi. Meskipun ada beberapa bukti bahwa proses ini terjadi pada manusia, namun sebagian besar penelitian melibatkan hewan.

Perlu diketahui, ketika seseorang berpuasa maka jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh akan terbatas. Jika ini terjadi, autofagi akan bekerja dengan menyebabkan sel-sel tubuh membersihkan dan mendaur ulang bagian yang tidak perlu atau rusak.

Efek samping dan risiko autofagi

Penting untuk membedakan antara risiko autofagi sendiri dan efek samping yang terkait dengan upaya seseorang saat ingin menginduksi. Autofagi sendiri tidak selalu berdampak positif untuk tubuh.

Penelitian telah menunjukkan bahwa autofagi yang berlebihan dapat membunuh sel-sel jantung. Selain itu, penemuan lain juga menyatakan bahwa menghambat autofagi pada tikus bisa membatasi pertumbuhan tumor dan meningkatkan daya tanggap terhadap pengobatan kanker.

Hal ini menunjukkan jika peningkatan autofagi secara teoritis akan memperburuk pandangan seseorang dengan kanker yang sudah ada.

Meski banyak orang yang tertarik menggunakan puasa dan pembatasan kalori untuk memicu autofagi, tetapi hanya sedikit bukti tentang efek tepatnya pada manusia.

Baca juga: Manfaat Tidur Siang, Hilangkan Stres hingga Tingkatkan Daya Ingat!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical Life Science (2019), diakses 12 Januari 2021. What is Autophagy?
  2. NCBI (2010), diakses 12 Januari 2021. Autophagy: cellular and molecular mechanisms
  3. Healthline (2018), diakses 12 Januari 2021. Autophagy: What You Need to Know
  4. Medical News Today (2020), diakses 12 Januari 2021. Autophagy: Everything you need to know
    register-docotr