Info Sehat

Catat! Ini Plus-Minus Sistem Kerja Hybrid Bagi Kesehatan Mental

June 27, 2022 | aldi heryadi
feature image

Tren sistem kerja hybird atau kerja dimanapun dan kapanpun adalah salah satu tren kerja yang saat ini sudah banyak diadopsi oleh perusahaan di Indonesia sebagai bentuk adaptasi perusahaan terhadap adanya virus corona yang merebak di seluruh dunia. Model kerja yang terkenal dengan kerja hybird  ini, menggabungkan sistem WFH dan WFO. 

Mengapa banyak yang mengadopsi sistem kerja hybrid ini ya? Ternyata salah satu alasannya adalah sistem kerja hybrid membantu perusahaan tetap produktif beroperasi tanpa khawatir akan merugikan karyawan, misalnya adanya penularan masif virus corona pada gedung kantor apabila semua karyawan masuk. Sebab, ada kalanya karyawan berkendara menggunakan transportasi umum ataupun meeting dengan calon klien yang bisa menyebabkan adanya potensi penularan virus COVID-19.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai keuntungan sistem kerja hybrid? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Kelebihan Sistem Kerja Hybrid

Sistem kerja hybrid yang muncul dan diadopsi di Indonesia ketika masa pandemi dan era new normal masih membutuhkan banyak penyesuaian baik dari segi infrastruktur maupun pengaturan oleh kebijakan perusahaan. Ada beberapa kelebihan sistem kerja hybrid yang menjadikan sistem ini primadona.

  1. Lebih Produktif

Perjalanan ke tempat kerja membutuhkan waktu yang cukup lama, belum lagi kendala hujan atau banjir. Hal ini biasanya menguras energi karena karyawan harus memutar otak agar tidak terlambat. Sedangkan sistem kerja hybrid, karyawan bisa lebih fleksibel dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa harus memikirkan jarak dan perjalanan menuju kantor. 

Dikutip dari WeWork, sistem kerja hybrid memungkinkan karyawan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan lingkungan yang nyaman. Oleh karena itu, produktivitas dapat lebih ditingkatkan.

  1. Karyawan Lebih Bahagia

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh SurveyMonkey tahun 2020, para karyawan yang memilih untuk menyelesaikan pekerjaan dari jarak jauh merasa lebih bahagia daripada karyawan yang diharuskan pergi ke kantor. Pada sistem kerja hybrid, Anda dapat menyesuaikan waktu kerja dengan situasi. Nah, disinilah tantangan terbesarnya. Harus pintar membagi waktu agar pekerjaan utama dan pekerjaan rumah bisa selesai dengan rapi dan apik tanpa mengesampingkan pekerjaan kantor. 

Baca juga: Cek 5 Tips agar Mental Tidak Kaget saat Harus Kembali WFO

  1. Dapat Mengatur Pengeluaran Lebih Leluasa

Pengeluaran karyawan untuk melakukan perjalanan kantor serta uang makan bisa sedikit dipangkas dengan penggunaan sistem kerja hybrid. Selain karyawan lebih untung, perusahaan pun tetap untung. Sebab, biaya operasional kantor dapat ditekan. 

Kekurangan Sistem Kerja Hybrid

  1. Kesehatan Mental dan Fisik dapat Terganggu
    Banyak pimpinan perusahaan yang menyalahgunakan sistem kerja hybrid dikarenakan mereka beranggapan bahwa karyawan berada di luar kantor ataupun di rumah sehingga mereka bisa sesuka hati mengadakan meeting hingga larut. Beragam zoom meeting dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental karyawan. Apalagi jika dilakukan hingga larut malam. 
  2. Komunikasi Antar Tim
    Hal yang paling krusial dalam sebuah tim adalah komunikasi. Dalam sistem kerja hybrid, salah satu kekurangan yang sering menjadi masalah adalah komunikasi. Sebab, tiap arahan dan tugas masing-masing harus disampaikan secara virtual yang kadang ada masalah-masalah teknis yang mengganggu. Tak jarang, hal ini justru membuat masalah dan terjadi miskomunikasi. Sehingga dapat memengaruhi produktivitas karyawan dan tim secara keseluruhan. 
  3. Risiko Permasalahan Internal Tim
    Seperti yang sudah disinggung di atas, permasalahan internal tim bisa menjadi momok dalam penerapan hybrid working. Sebab, proses dan penyesuaian antar tim tidak bisa semudah dan secepat itu. Sebagai pimpinan yang tidak bisa memantau langsung kinerja para karyawan, menyebabkan kepercayaan hanyalah satu-satunya yang mereka bisa pegang. Selain itu, budaya adil dan terbuka juga harus diupayakan. 

Baca juga: Benarkah WFH di Saat Pandemi COVID-19 Meningkatkan Risiko Kematian Dini?

Namun, hal ini kembali dari perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid ini. Intinya, komunikasi, kepercayaan, dan keterbukaan wajib diterapkan bila perusahaan ingin mengadopsi sistem kerja hybrid. Nah, untuk mencegah burnout karyawan, ada baiknya konsultasikan kesehatan fisik dan mental karyawanmu dengan menggunakan fitur chat dokter dari Good Doctor. ownload sekarang di sini!Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

register-docotr