Kesehatan Mental

Zoom Fatigue, saat Tubuh Kelelahan karena Terlalu Lama Meeting Virtual

March 30, 2022 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Sejak adanya pandemi COVID-19, hampir seluruh karyawan perusahaan melakukan pekerjaannya secara online, salah satunya adalah meeting virtual. Namun, kegiatan yang dilakukan secara terus menerus itu ternyata membuat tubuh kelelahan. Berikut hasil penelitiannya. 

Penelitian tentang virtual meeting yang membuat tubuh jadi kelelahan

Profesor komunikasi Jeremy Bailenson selaku direktur pendiri Stanford Virtual Human Interaction Lab (VHIL), meneliti bahwa adanya dampak psikologis yang dirasakan oleh banyak orang setelah berjam-jam menghabiskan waktu untuk meeting virtual

Menurut hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa melakukan panggilan video atau meeting virtual selama berjam-jam ternyata dapat menimbulkan kelelahan pada tubuh. Kondisi ini disebut juga sebagai Zoom Fatigue.

Menurut Bailenson, terdapat 4 alasan utama seseorang merasa kelelahan setelah meeting virtual, yaitu: 

1. Kontak mata jarak dekat dengan layar secara intens

Alasan utama tubuh cepat merasa lelah setelah melakukan meeting virtual karena mata terus menatap layar laptop secara terus menerus. Ketika meeting dilakukan di kantor, tentu kamu akan merasa lebih nyaman karena mata bisa langsung melihat pembicara tanpa melalui layar atau screen

Namun, pada meeting virtual mata justru lebih fokus pada layar untuk bisa melihat langsung wajah pembicara. Tanpa disadari, kamu menatap layar secara intens selama berjam-jam dan itu membuat tubuh merasa lelah. Belum lagi, jika ukuran layar laptop milikmu terlalu besar atau kecil. Ini akan memengaruhi kenyamanan mata. 

2. Lelah melihat diri sendiri secara terus menerus 

Alasan kedua, karena kamu lelah melihat cerminan sendiri ketika sedang melakukan panggilan video. Bailenson mengatakan bahwa ketika melihat cerminan diri, biasanya kamu akan merasa lebih kritis. 

Namun, apabila hal itu dilakukan selama berjam-jam dan setiap hari, justru malah membebani seseorang. Melihat cerminan diri sendiri saat sedang melakukan virtual meeting menyebabkan kamu stres dan menimbulkan perasaan emosional negatif.

3. Kurangnya mobilitas tubuh untuk bergerak

Ketika melakukan panggilan telepon biasa, kamu mungkin masih bisa melakukan jalan atau gerak ke beberapa tempat. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan ketika video call. Alasannya karena sebagian besar kamera memiliki batas jarak pandang yang mengharuskan kamu berada di tempat sama. 

4. Adanya beban kognitif yang lebih tinggi 

Ketika melakukan meeting virtual seluruh organ tubuh akan membutuhkan kerja keras lebih ekstra dalam mengirim dan menerima sinyal. Sebagai contoh sederhana, kamu harus membutuhkan gerakan tertentu seperti anggukan atau acungan jempol ketika setuju akan pembicaraan. Tanpa disadari hal itu menambah beban kognitif.

Lalu, bagaimana cara mengurangi kelelahan saat melakukan meeting virtual?

Melalui sebuah percobaan selama empat minggu yang melibatkan 103 peserta ditemukan bahwa memang sangat melelahkan jika terus menerus menyalakan kamera selama meeting virtual. Efek kelelahan ini juga sangat berpengaruh pada wanita dan karyawan baru. 

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menyalakan kamera selama melakukan panggilan video jika memungkinkan. Selain mengurangi rasa lelah yang berlebihan, ketika kamu mematikan kamera ternyata juga mampu meningkatkan produktivitas seseorang. 

Jadi, tidak ada salahnya untuk mendengarkan audionya saja ketika kamu mulai merasa lelah. Agar tidak menyinggung pembicara, ada baiknya untuk meminta izin terlebih dahulu mematikan kamera selama rapat berlangsung. Jika tidak ada tuntutan, maka matikan kamera adalah cara terbaik untuk mengurangi rasa lelah tersebut. 

Telah disebutkan juga sebelumnya, melakukan meeting virtual selama berjam-jam juga menjadi salah satu penyebab kamu merasa lelah. Oleh karena itu, buatlah jadwal yang jelas dari segi durasi. Tujuannya, agar tetap bisa beristirahat dari satu rapat ke rapat lainnya. Jadi, tubuh tidak terlalu merasa lelah. 

Baca juga: Gara-Gara Terlalu Sering Video Call, Kamu Bisa Alami Zoom Fatigue Loh! Yuk Cari Tahu

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. News.stanford.edu (2021) diakses pada 30 Maret 2022. Stanford researchers identify four causes for ‘Zoom fatigue’ and their simple fixes
  2. Tmb.apaopen.org (2021) diakses pada 30 Maret 2022. Nonverbal Overload: A Theoretical Argument for the Causes of Zoom Fatigue
  3. Shrm.org (2021) diakses pada 30 Maret 2022. Study: Camera Use in Virtual Meetings Leads to Fatigue, Disengagement
  4. Healthline.com (2021) diakses pada 30 Maret 2022. ‘Zoom Fatigue’ Is Real — Here’s How to Cope (and Make It Through Your Next Meeting)
  5. Sciencedaily.com (2021) diakses pada 30 Maret 2022. Turning cameras off during virtual meetings can reduce fatigue
    register-docotr