Info Sehat

Wajib Tahu! Ini Bahaya Menghirup Gas Elpiji yang Bocor bagi Kesehatan

January 20, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kebocoran elpiji sering kali menjadi penyebab utama kebakaran. Selain itu, adanya gas yang memenuhi ruangan juga bisa berdampak pada kesehatan. Ya, ada beberapa bahaya menghirup gas elpiji yang bocor untuk tubuh.

Apa saja bahaya itu? Bagaimana cara mengenali dan mengatasi gas elpiji yang bocor? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Kandungan dan sifat gas elpiji

Elpiji adalah pelafalan dalam bahasa Indonesia dari LPG yang merupakan kependekan liquefied petroleum gas atau gas petroleum yang dicairkan. Elpiji terbuat dari campuran berbagai hidrokarbon hasil penyulingan minyak mentah berbentuk gas.

Proses tersebut kemudian menghasilkan komponen yang sering disebut sebagai bahan bakar gas cair, menggantikan bahan bakar minyak tanah yang saat ini penggunaannya sudah mulai ditinggalkan.

Elpiji memiliki dua unsur pembentuk utama, yaitu butana dan propana. Dua senyawa itu mempunyai kesamaan sifat, seperti:

  • Sensitif terhadap api
  • Mudah terbakar
  • Tidak berwarna
  • Tidak berbau
  • Memiliki daya pemanasan yang tinggi
  • Tidak menyebabkan karat pada besi
  • Mempunyai berat jenis lebih besar dari udara

Baca juga: Bahaya Karbon Monoksida: Bisa Sebabkan Kerusakan Otak hingga Kematian

Mengenali dan menangani kebocoran gas elpiji

Kasus kebocoran elpiji sering berakhir pada ledakan yang menyebabkan kebakaran. Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda bocornya gas dari elpiji agar bisa dicegah sedini mungkin.

Ciri yang paling bisa dikenali dari kebocoran elpiji adalah bau menyengat. Bau tersebut sebenarnya bukan berasal dari unsur utama pembentuk gas, melainkan senyawa etanetiol (ethyl mercaptan) yang dicampurkan. Dua unsur utama dalam elpiji (butana dan propana) sendiri tidak berbau.

Dikutip dari laman Badan Standardisasi Nasional (BSN), selain bau menyengat, kebocoran gas dari elpiji bisa ditandai dengan bunyi mendesis pada regulator. Adanya embun di sekitar pegangan tabung, mulut tabung, dan dudukan tabung (foot ring) juga dapat mengindikasikan kebocoran.

Jika kamu merasakan munculnya tanda-tanda tersebut, segera lakukan langkah penanganan agar tak berakhir pada ledakan dan kebakaran, yaitu dengan:

  • Matikan kompor atau sumber api lainnya yang terhubung dengan elpiji
  • Lepas selang elpiji yang terhubung ke kompor dan segera jauhkan dari sumber api
  • Bawa tabung ke area terbuka atau luar rumah
  • Matikan aliran listrik di dalam rumah untuk meminimalkan kebakaran
  • Hubungi agen elpiji resmi atau Pertamina

Bahaya menghirup gas elpiji yang bocor bagi kesehatan

Tak hanya berisiko menimbulkan kebakaran, gas yang keluar dari elpiji juga bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatanmu. Oleh karena itu, jika kamu sudah merasakan tanda-tanda kebocoran, jangan menunggu terlalu lama untuk mengatasinya agar tak banyak gas yang terhirup.

Bahaya menghirup gas elpiji dibagi menjadi dua, yaitu dampak jangka pendek dan jangka panjang.

1. Dampak jangka pendek

Dalam waktu kurang dari 10 menit, dua unsur utama pada elpiji (butana dan propana) bisa menimbulkan dampak pada tubuh secara langsung, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Batuk
  • Sesak dada

Jika tak segera ditangani, gejalanya bisa berangsur lebih parah seketika itu juga, seperti detak jantung tak beraturan, nyeri dan mati rasa di lengan atau kaki, sulit bernapas, serta tiba-tiba lemas hingga hilang kesadaran alias pingsan.

2. Dampak jangka panjang

Gejala ringan dari keracunan butana dan propana mungkin bisa pulih jika ditangani dengan tepat dan segera. Namun, jika kasus kebocoran gas sering terjadi, keadaan tersebut bisa menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan.

Salah satu bahaya menghirup gas elpiji adalah bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, paparan butana dapat mengganggu serta memperlambat kinerja paru-paru, hingga mengurangi kadar oksigen di dalam tubuh.

Pada kasus yang parah, paparan gas tersebut mungkin bisa memicu peradangan hingga menyebabkan gangguan kesehatan lebih serius, misalnya pneumonia.

Tak hanya itu, paparan gas elpiji juga meningkatkan risiko kanker. Senyawa kimia butana bisa menjadi zat karsinogenik, yang telah dibuktikan oleh sebuah riset dengan objek hewan. Risiko kanker kulit bisa meningkat jika bagian terluar dari tubuh tersebut mendapat paparan butana.

Tips aman menggunakan elpiji

Dari penjelasan soal bahaya menghirup gas elpiji yang bocor, sangat penting untuk melakukan langkah pencegahan. Berikut beberapa tips aman yang bisa diterapkan dalam menggunakan elpiji:

  • Pastikan dapur mempunyai ventilasi yang cukup sebagai jalur keluar masuk udara
  • Tempatkan tabung elpiji di dekat sirkulasi udara
  • Hanya gunakan regulator berlogo SNI
  • Pastikan klem terpasang dengan erat pada kedua ujung selang
  • Pastikan selang tidak dalam kondisi tertekuk atau tertindih
  • Sebelum menyalakan kompor, periksa lebih dulu apakah ada bau menyengat atau tidak
  • Jika dirasa aman, kamu bisa langsung menyalakan kompor
  • Rutin melakukan pengecekan regulator dan selang, terutama jika sering terkena tumpahan makanan

Nah, itulah ulasan tentang bahaya menghirup gas elpiji dan cara untuk mencegah serta mengatasinya jika terjadi kebocoran. Selalu terapkan langkah aman sebelum memasang dan menggunakan elpiji, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Badan Standardisasi Nasional (BSN), diakses 8 Januari 2021, 9 Cara Aman Memakai Elpiji.
  2. Pertamina, diakses 8 Januari 2021, Pertamina Berbagi Tips Aman Penggunaan LPG.
  3. Universitas Indonesia, diakses 8 Januari 2021, Kajian Eksperimental Kebocoran Gas LPG pada Tabung Gas dengan Berbagai Type Katup Pengaman yang Terpasang.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 8 Januari 2021, Occupational Safety and Health Guideline for n-Butane.
  5. Medline Plus, diakses 8 Januari 2021, Propane poisoning.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 8 Januari 2021, Acute Exposure Guideline Levels for Selected Airborne Chemicals: Volume 12.
  7. New Jersey Department of Health, diakses 8 Januari 2021, Hazardous Substance Fact Sheet.

    register-docotr