Info Sehat

Mengenal Shatavari: Tanaman Kaya Manfaat Dalam Sistem Medis India

January 20, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

India memiliki sistem penyembuhan yang sudah ada selama ribuan tahun dengan sebutan Ayurveda. Salah satu tanaman yang dipercaya memberikan manfaat dalam sistem penyembuhan adalah Shatavari.

Apa itu shatavari?

Shatavari juga dikenal dengan nama lain satavari, satavar atau Asparagus racemosus yang dipercaya sanggup meningkatkan fertilitas dan memiliki manfaat kesehatan lainnya, terutama untuk sistem reproduksi perempuan.

Tanaman ini disebut sebagai tanaman adaptogenic, yang berarti shatavari dapat membantu sistem tubuh untuk mengatasi stres fisik dan emosional. 

Apa saja manfaat shatavari?

Situs kesehatan VeryWellHealth menyebut shatavari memiliki sifat yang menenangkan sehingga membuat kamu mampu menyeimbangkan Vata dan Pitta (dua dari tiga elemen metabolik dalam Ayurveda).

Shatavari kerap digunakan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan pencernaan. Selain itu, shatavari juga disebut mampu memberikan efek revitalisasi dan nutrisi pada tubuh.

Berikut ini adalah beberapa manfaat shatavari:

Memiliki kandungan antioksidan

Kamu tentu sudah mengetahui jika antioksidan mampu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas serta melawan stres oksidatif yang dapat menyebabkan penyakit.

Komponen dalam shatavari yang memiliki kemampuan antioksidan adalah saponins. Selain itu, berdasarkan penelitian Phytotherapy research, akar shatavari memiliki kandungan antioksidan baru yang disebut racemofuran.

Memiliki kemampuan antiinflamasi

Racemofuran, yang ditemukan dalam shatavari juga memiliki kemampuan signifikan sebagai antiinflamasi. Kandungan ini bekerja mirip dengan obat antiinflamasi COX-2 inhibitor.

Obat tersebut diketahui berfungsi untuk mengurangi inflamasi tanpa menimbulkan efek samping serius terhadap pencernaan.

Meningkatkan sistem imun

Dalam Journal of Ethnopharmacology disebutkan bahwa binatang yang diberikan ekstrak akar shatavari mengalami peningkatan antibodi terhadap tekanan batuk rejan.

Penelitian tersebut juga menyebut kalau hewan yang diberikan ekstrak akar shatavari sembuh lebih cepat dan mengalami peningkatan kesehatan secara keseluruhan.

Meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan

Situs kesehatan MedicalNewsToday menyebut penggunaan shatavari secara tradisional ditujukan untuk meningkatkan kesehatan perempuan. Secara spesifik, mengatasi kelainan dalam kesehatan reproduksi.

Sementara itu, sebuah penelitian dalam jurnal Biomed Pharmacother menyebut tanaman ini dapat meningkatkan kondisi hormon yang tidak seimbang hingga sindrom polikistik ovarium (PCOS).

Mengurangi gejala menopause

Satu lagi manfaat shatavari terhadap kesehatan perempuan adalah mengurangi gejala menopause. Kombinasi obat-obatan herbal, termasuk shatavari, disebut mampu memberikan manfaat ini.

Hal itu tertuang dalam Journal of Herbal Medicine yang diterbitkan Maret 2018. Penelitian tersebut mengkaji efek pengobatan herbal terhadap gejala menopause yang dialami oleh 117 perempuan.

Setelah mengonsumsi shatavari dan 3 herbal lainnya selama 12 minggu, para perempuan melaporkan adanya pengurangan sensasi panas dan keringat di malam hari, tapi tidak ada perbedaan dalam level hormon atau kesehatan lainnya secara keseluruhan.

Bermanfaat bagi penderita diabetes

Dalam sebuah kajian yang diterbitkan Journal of Endocrinology, disebutkan kalau shatavari mampu menjaga level gula darah. Para peneliti berpendapat komponen dalam tanaman ini dapat menstimulasi produksi insulin.

Meskipun demikian, para peneliti tidak bisa menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal ini. Karena efek shatavari terhadap gula darah bisa menjadi satu alternatif pengobatan diabetes.

Mengatasi cemas dan depresi

Suplemen shatavari juga digunakan secara tradisional untuk melawan cemas dan depresi. Meskipun demikian, penelitian yang membuktikan efek ini baru dilakukan terhadap hewan, belum pada manusia.

Tanaman ini dapat berinteraksi dengan serotonin dan sistem asam gamma-aminobutyric (GABA). Keduanya memang muncul saat kecemasan melanda, bukan hanya pada tikus, tapi juga pada manusia.

Sementara kajian lainnya dalam Pharmacology Biochemistry and Behavior menyebut ekstrak shatavari memiliki efek antidepresan terhadap tikus percobaan.

Demikianlah berbagai fakta tentang shatavari dan bagaimana manfaatnya terhadap kesehatan. Selalu jaga kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 19 Januari 2021. Shatavari: Benefits, Side Effects, and More
  2. MedicalNewsToday, diakses 19 Januari 2021. Shatavari: Health benefits, uses, and evidence
  3. VeryWellHealth, diakses 19 Januari 2021. Shatavari: Benefits, Side Effects, and Preparations
  4. VeryWellHealth, diakses 19 Januari 2021. Three Types of Dosha Metabolic Types in Ayurveda
  5. VeryWellHealth, diakses 19 Januari 2021. What Is Ayurveda?
  6. ScienceDIrect, diakses 19 Januari 2021. A double-blind, randomized, placebo-controlled trial evaluating safety and efficacy of an ayurvedic botanical formulation in reducing menopausal symptoms in otherwise healthy women
  7. SpringerLink, diakses 19 Januari 2021. Asparagus racemosus Attenuates Anxiety-Like Behavior in Experimental Animal Models
  8. ScienceDirect, diakses 19 Januari 2021. Antidepressant activity of Asparagus racemosus in rodent models
  9. National Library of Medicine, diakses 19 Januari 2021. Impact of stress on female reproductive health disorders: Possible beneficial effects of shatavari (Asparagus racemosus)
  10. Journal of Endocrinology, diakses 19 Januari 2021. Insulin secretory actions of extracts of Asparagus racemosus root in perfused pancreas, isolated islets and clonal pancreatic β-cells
  11. National Library of Medicine, diakses 19 Januari 2021. Identification of antioxidant compound from Asparagus racemosus
  12. ScienceDirect, diakses 19 Januari 2021. Immunoadjuvant potential of Asparagus racemosus aqueous extract in experimental system
  13. ScienceDirect, diakses 19 Januari 2021. Plant profile, phytochemistry and pharmacology of Asparagus racemosus (Shatavari): A review
    register-docotr