Info Sehat

Bukan Cuma Mengantuk, 10 Kondisi Kesehatan Berikut Bisa Membuatmu Sering Menguap

March 27, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menguap biasanya dipicu rasa kantuk atau kelelahan. Namun kalau kamu sering menguap, belum tentu artinya kamu sedang mengantuk atau lelah. 

Sering menguap bisa terjadi karena kondisi medis yang melatarbelakanginya. Agar tidak salah mengartikan menguap, berikut penjelasan selengkapnya!

Apa itu menguap?

Menguap adalah proses membuka mulut dan menarik napas dalam-dalam. Menguap bisa berlangsung beberapa detik dan disertai mata berair, peregangan serta desahan yang diakhiri dengan mengembuskan napas. 

Meski tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan orang menguap, tetapi umumnya dipicu oleh rasa lelah, bosan atau mengantuk. 

Tetapi orang juga bisa sering menguap tanpa alasan atau dianggap sebagai menguap yang berlebihan. Dikatakan berlebihan apabila kamu menguap lebih dari satu kali dalam satu menit. 

Jika kamu sering menguap, kemungkinan timbul gejala lainnya juga. Gejala lain itu dapat mengindikasikan adanya kondisi medis tertentu.

Sering menguap dan kaitannya dengan kondisi kesehatan

Menguap ternyata tak selalu pertanda kamu mengantuk. Jika menguap beberapa kali disertai gejala tertentu kamu perlu waspada, karena itu pertanda kamu sedang mengalami masalah kesehatan. Masalah kesehatan tersebut di antaranya. 

1. Masalah tidur

Salah satu faktor penyebab sering menguap adalah masalah tidur yang disebut apnea tidur obstruktif atau kondisi saat kamu mengalami henti napas berulang saat tidur. Ini dapat membuat orang merasa mengantuk, dan akhirnya jadi lebih sering menguap. 

Jika kondisi apnea tidak diatasi, dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan depresi. Waspadai adanya kondisi ini dengan gejala menguap berlebihan dan beberapa gejala lain seperti:

  • Mendengkur keras saat tidur
  • Napas terengah-engah
  • Tidur gelisah
  • Sulit konsentrasi
  • Sering terbangun saat tidur
  • Mulut kering saat terbangun dari tidur
  • Sakit kepala
  • Mudah marah
  • Penurunan libido
  • Pada pria terjadi disfungsi ereksi

2. Gangguan kecemasan

Kecemasan memengaruhi jantung, sistem pernapasan dan menguras energi. Semua itu bisa memicu stres, sesak napas, kelelahan dan akhirnya membuat kamu lebih sering menguap.

3. Depresi

Saat kamu mengalami depresi dan menjalani pengobatan dengan mengonsumsi antidepresan, ini dapat  menyebabkan lebih sering menguap. Jika terganggu dengan menguap yang berlebihan, kamu bisa berkonsultasi dengan psikiater untuk mengubah obat atau mengganti dosis.

4. Masalah jantung

Ini adalah kondisi yang serius, karena menguap berlebihan dapat mengindikasikan adanya perdarahan di sekitar jantung. Menguap berlebihan juga dapat menjadi tanda serangan jantung. 

Waspadai menguap berlebihan jika disertai gejala lain seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Nyeri tubuh bagian atas
  • Mual
  • Pusing

Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala di atas. 

5. Stroke

Dilansir dari Medical News Today, orang yang terkena stroke akan menguap lebih sering dari orang lain. Karena menguap dapat membantu mengatur dan menurunkan suhu otak dan tubuh setelah mengalami serangan stroke. 

Namun yang perlu diwaspadai adalah, sering menguap bukan hanya terjadi setelah serangan stroke. Ini juga bisa terjadi sebelum stroke, karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa menguap melibatkan batang otak, area pangkal otak yang terhubung ke sumsum tulang belakang. 

Kondisi ini dapat memengaruhi seseorang sebelum terserang stroke. Menguap berlebihan sebelum serangan stroke akan disertai gejala stroke lainnya seperti:

  • Bagian wajah yang mati rasa atau tidak bisa tersenyum satu sisi.
  • Terlalu lemah untuk mengangkat tangan.
  • Sulit bicara atau menjadi cadel.

Jika melihat gejala ini segera telepon ambulans atau cari bantuan medis terdekat.

6. Sering menguap karena epilepsi

Orang dengan epilepsi lobus temporal juga bisa mengalami menguap berlebihan. Menguap bisa terjadi sebelum, selama atau setelah kejang. Orang dengan epilepsi juga bisa menguap berlebihan karena kelelahan setelah kejang epilepsi. 

7. Multiple sclerosis atau sklerosis ganda

Sklerosis ganda adalah penyakit yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf yang menyebabkan kelelahan, sehingga membuat orang lebih banyak menguap. Selain menguap, untuk mendeteksi adanya sklerosis ganda biasanya akan muncul gejala seperti:

  • Kelelahan ekstrim
  • Mati rasa di tubuh, wajah, lengan atau kaki
  • Penglihatan yang bermasalah
  • Pusing
  • Sulit mengatur keseimbangan

8. Gagal hati

Kelelahan yang dialami pasien gagal hati juga bisa menyebabkan orang menguap berlebihan. Selain menguap, orang yang mengalami gagal hati juga akan menunjukkan gejala seperti:

  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Diare
  • Kebingungan
  • Mengantuk di siang hari
  • Pembengkakan atau edema di tangan, kaki atau di perut

9. Sering menguap karena tumor otak

Satu lagi kondisi yang membuat orang menguap berlebihan adalah tumor otak. Umumnya selain menguap juga disertai gejala lain seperti:

  • Sakit kepala
  • Kesemutan, lemas dan kaku di satu sisi tubuh
  • Hilang ingatan
  • Penglihatan yang bermasalah
  • Perubahan kepribadian

10. Sering menguap karena pengaruh obat

Selain yang sudah disebutkan, sering menguap juga mungkin terjadi karena pengaruh mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Beberapa obat yang membuat orang menguap berlebihan antara lain, antidepresan, antihistamin atau obat untuk mengatasi reaksi alergi dan beberapa jenis obat pereda nyeri. Jika mengganggu, coba tanyakan pada dokter apakah perlu mengganti jenis obat yang dikonsumsi.

Jika kamu merasa terlalu sering menguap disertai gejala lain seperti yang sudah disebutkan, sebaiknya segera konsultasikan kondisimu dengan dokter. 

Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 18 Maret 2021
What Causes Excessive Yawning and How to Treat It
Medical News Today, diakses 18 Maret 2021
What causes excessive yawning?
Medicinet, diakses 18 Maret 2021
Yawning: Symptoms & Signs
MedlinePlus, diakses 18 Maret 2021
Yawning excessive

    register-docotr