Penyakit Jantung

Benarkah Viagra Bisa Cegah Serangan Jantung? Ini Penjelasannya!

March 27, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selama ini viagra identik dengan obat yang dipakai oleh mereka yang mengalami disfungsi seksual. Namun siapa sangka, obat pil biru ini ternyata juga bisa mencegah penyakit jantung di kalangan penderita penyakit jantung koroner.

Hal ini tercantum dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology.

Apa itu penyakit jantung koroner?

Penyakit jantung koroner merujuk pada penyumbatan yang terjadi di arteri atau pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung. Ketika arteri menyempit, maka hanya akan ada sedikit darah yang masuk ke jantung.

Berkurangnya darah yang masuk ke jantung dapat menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri dada hingga sesak napas.

Adanya hambatan mendadak yang terjadi di arteri juga akan merusak otot jantung. Inilah yang dinamakan dengan serangan jantung.

Impotensi sebagai salah satu tanda penyakit jantung

Impotensi atau disfungsi ereksi disebut oleh American Heart Association sebagai salah satu tanda masalah jantung yang serius. Dalam laman tersebut dikatakan kalau impoten bisa jadi satu tanda awal untuk memprediksi kemungkinan serangan jantung dan stroke.

Salah satu pengobatan penyakit ini adalah dengan alprostadil baik disuntikkan langsung ke penis atau dipadatkan dan dimasukkan lewat dubur.

Selain itu, opsi pengobatan lain untuk mengatasi impoten adalah dengan obat PDE inhibitor (PDE5i) seperti viagra (sildenafil) atau Cialis (tadalafil) yang dikonsumsi lewat mulut dalam bentuk tablet.

Alprostadil bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah di penis sehingga penis bisa mengeras. Sementara PDE5i bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase 5 (PDE5) sehingga aliran darah bisa meningkat.

Benarkah viagra mencegah serangan jantung?

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di Swedia, para peneliti membandingkan efek pengobatan disfungsi ereksi pada pria yang memiliki penyakit jantung koroner.

Para partisipan pernah memiliki pengalaman serangan jantung, pelebaran pembuluh darah dengan balon, atau operasi bypass jantung setidaknya 6 bulan sebelum melakukan pengobatan untuk disfungsi ereksi dengan viagra.

“Risiko serangan jantung baru berada di titik tertingginya selama 6 bulan awal, setelah itu, penyakit arteri koroner mereka menjadi lebih stabil,” ucap Dr. Martin J. Holzmann selaku penulis utama laporan penelitian tersebut.

Dosis tinggi membuat risiko menurun

Para peneliti membandingkan 16.500 pria yang diobati dengan PDE5i dan kurang dari 2.000 di antaranya mengonsumsi alprostadil. 

Menurut para peneliti, pria yang menggunakan PDE5i tidak hanya dapat hidup lebih lama, namun juga memiliki risiko serangan jantung, gagal jantung, pelebaran pembuluh darah dengan balon serta operasi bypass dibandingkan pasien yang mengonsumsi alprostadil.

Berdasarkan kajian tersebut, perlindungan terhadap penyakit-penyakit jantung ini tergantung dari dosis. Artinya, semakin sering dosis PDE5i diberikan, maka risiko penyakit pun akan semakin kecil.

Perlu kajian lebih lanjut

Meskipun demikian, Holzmann menyebut kalau diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan temuan ini. Menurutnya, penurunan risiko serangan jantung karena viagra bisa jadi karena obat ini memengaruhi satu faktor risiko khusus penyakit kardiovaskulr.

“PDE5i diketahui dapat menurunkan tekanan darah sistemik,” ucap dia. “Karena tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, maka secara teori sangat mungkin pengguna PDE5i memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan terkontrol,” tukasnya.

Jadi viagra aman untuk orang dengan masalah jantung?

Penelitian lain yang dilakukan oleh M. Arruda -Olson, Md, PhD, mengkaji 105 orang dengan penyakit arteri koroner. Mereka diminta untuk mengonsumsi viagra sejam sebelum melakuakn tes fisik. Hasilnya, viagra tidak membuat tes fisik itu menghasilkan kerja berat untuk jantung.

Meskipun demikian, peneliti tidak menyarankan kamu menggunakan vigra jika sedang mengonsumsi obat jantung yang mengandung nitrat.

Lebih jauh, temuan dalam penelitian ini sekaligus menjawab adanya anggapan viagra dapat menyebabkan serangan jantung. 

“Sepertinya serangan jantung yang dilaporkan karena viagra lebih cenderung disebabkan oleh performa seksual,” ucap Thomas H. Marwick, MD, PhD, peneliti penyakit jantung dari university of Queensland, Australia sebagaimana dimuat dalam situs kesehatan WebMD.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr