Covid-19

Punya Banyak Kemiripan Gejala, Begini Cara Membedakan COVID-19 dan Sinusitis!

August 24, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Jika dilihat dari gejalanya, COVID-19 punya banyak kemiripan dengan penyakit lain, salah satunya sinusitis. Sama-sama terjadi di saluran pernapasan, tak sedikit orang yang terkecoh dalam mengenali kedua penyakit tersebut.

Lantas, bagaimana cara membedakan gejala COVID-19 dan sinusitis? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut!

Mengenal sinusitis dan COVID-19

Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus, rongga kecil di belakang tulang dahi dan mata, ada di dua sisi batang hidung. Dikutip dari National Health Service (NHS), sinusitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau reaksi alergi.

Sinusitis bisa hilang dengan sendirinya dalam rentang waktu dua hingga tiga pekan. Namun, obat-obatan dapat membantu meredakan gejalanya lebih cepat.

COVID-19 juga menyerang saluran pernapasan. Bedanya, pemicunya adalah virus corona atau SARS-CoV-2. Masa inkubasi virus mencapai 14 hari. Selama rentang waktu tersebut, beberapa gejala akan muncul.

Kemiripan gejala sinusitis dan COVID-19

Dikutip dari Healthline, infeksi sinus dan COVID-19 punya banyak persamaan jika dilihat dari gejalanya. Beberapa di antaranya adalah hidung tersumbat atau meler, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, demam, dan kelelahan.

Selain itu, laman Cooper University Health Care juga menyebutkan bahwa pada tingkat berat, penderita sinusitis bisa mengalami sesak atau kesulitan bernapas. Kondisi yang sama merupakan gejala COVID-19 dengan tingkat sedang hingga berat.

Bagaimana cara membedakannya?

Meski memiliki banyak gejala yang mirip, kamu masih bisa membedakan antara sinusitis dan COVID-19. Ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk mengenali apakah gejala yang muncul merupakan akibat sinusitis atau COVID-19.

Jenis gejala

Gejala sinusitis yang tidak atau jarang dialami oleh pasien COVID-19 adalah lendir yang menetes dari hidung ke tenggorokan, sakit gigi, dan bau mulut. Selain itu, penderita sinusitis kerap merasakan nyeri di sekitar pipi bagian atas, dahi, atau bagian dalam mata karena tekanan dari sinus.

Pada penderita sinusitis, fungsi indra penciuman bisa menurun hingga 60 persen disertai pilek. Sedangkan pada pasien COVID-19, fungsi indra penciuman dan perasa dapat hilang total meski tidak pilek.

Sinusitis bisa berdampak pula pada kemampuan mata dalam bekerja. Pada kasus yang berat, seseorang bisa mengalami penurunan penglihatan. Kondisi ini belum dilaporkan terjadi pada pasien COVID-19.

Kemunculan gejala

Cara lain untuk membedakan infeksi sinus dan COVID-19 adalah dengan memerhatikan kapan gejalanya muncul. Gejala sinusitis sering kali muncul tiba-tiba. Sedangkan gejala COVID-19 biasanya berkembang secara bertahap hingga 14 hari sejak paparan pertama virus.

Selain itu, infeksi sinus kerap terjadi setelah kamu mengidap suatu penyakit yang disebabkan oleh virus umum, misalnya flu. Artinya, jika flu sudah hilang tapi gejalanya masih menetap, kemungkinan itu adalah sinusitis.

Virus penyebab pilek atau flu cenderung menyebar di musim hujan. Sedangkan COVID-19 dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun tanpa mengenal musim.

Baca juga: 15 Hal yang Membuatmu Tidak Bisa Merasakan Makanan, Bukan Cuma COVID-19

Durasi gejala

COVID-19 dan sinusitis bisa dibedakan berdasarkan durasi gejalanya. Biasanya, infeksi sinus akan sembuh dalam dua hingga tiga pekan. Sedangkan COVID-19 tergantung dari tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien.

Pasien COVID-19 bergejala ringan bisa sembuh sekitar satu atau dua pekan. Menurut sebuah publikasi, sekitar 65 persen pasien COVID-19 dilaporkan membaik sekitar tujuh hari setelah pertama kali dinyatakan positif.

Meski begitu, gejala seperti batuk dan hilang penciuman mungkin dapat bertahan lebih lama setelah dinyatakan sembuh, bahkan bisa berlangsung hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan.

Tingkat keparahan gejala

Sebagian besar infeksi sinus hilang dengan sendirinya tanpa ada komplikasi yang parah. Sedangkan COVID-19, pasien bergejala berat berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Namun, menurut World Health Organization (WHO), sebagian besar pasien COVID-19 mengalami gejala ringan hingga sedang. Dari keseluruhan kasus, sekitar 20 persen pasien yang mengalami kondisi berat atau kritis.

Nah, itulah ulasan tentang sinusitis dan COVID-19 yang punya banyak kemiripan dari gejalanya. Untuk meminimalkan risiko tertular, tetap terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 23 Agustus 2021, Coronavirus disease (COVID-19).
  2. Healthline, diakses 23 Agustus 2021, Is It a Sinus Infection or COVID-19? How to Tell the Difference.
  3. Cooper University Health Care, diakses 23 Agustus 2021, COVID-19 and Sinus Infection.
  4. NHS UK, diakses 23 Agustus 2021, Sinusitis.
  5. NCBI, diakses 23 Agustus 2021, Symptom Duration and Risk Factors for Delayed Return to Usual Health Among Outpatients with COVID-19 in a Multistate Health Care Systems Network — United States, March–June 2020.

    register-docotr