Covid-19

Pakar Sarankan Tak Cium Tangan saat Silaturahmi Lebaran, Mengapa?

April 29, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Setelah dua tahun dibatasi, akhirnya masyarakat bisa mudik ke kampung halaman pada Lebaran kali ini. Meski begitu, protokol kesehatan tetap harus dijaga. Sebab, virus pemicu COVID-19 masih ada dan berpotensi meningkat jika masyarakat abai.

Lantas, apa saja yang boleh dan sebaiknya tidak dilakukan saat bersilaturahmi bersama keluarga di hari raya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Tidak cium tangan dan bersalaman

Meski sudah diperbolehkan mudik, masyarakat tetap diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya adalah tidak cium tangan dan bersalaman secara langsung. Mengapa begitu?

Menurut penjelasan dr. Erlina Burhan, SpP(K), Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, ini untuk meminimalkan risiko tertular virus penyebab COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia.

“Dalam situasi kita belum endemi, kita juga belum tahu apakah seseorang itu sakit atau tidak. Apa lagi kan sekarang Omicron nggak ada gejala juga ya. Atau gejala ringan, bahkan orang-orang menganggap ini flu biasa,”

dr. Erlina Burhan, SpP(K), Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Pertimbangannya adalah pemerintah tidak lagi mewajibkan tes antigen maupun PCR sebagai syarat perjalanan mudik. Jadi, tak menutup kemungkinan keluarga tidak saling mengetahui bila ada anggota lainnya yang sedang terpapar virus Corona.

Baca juga: Mudik Lebaran saat Pandemi, Perhatikan Penggunaan e-Hac dan Siapkan Asuransimu

Lalu, harus seperti apa?

Kamu masih bisa tetap bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga di hari Lebaran meski tidak bersalaman secara langsung atau cium tangan. Caranya, bersalaman tanpa bersentuhan dengan menelungkupkan kedua telapak tangan. Mudah dan lebih aman, bukan?

Aktivitas seperti berpelukan dan cium pipi juga sebaiknya dihindari dulu untuk saling menjaga satu sama lain.

Kontak fisik bisa tingkatkan risiko penularan?

Seperti dikutip dari laman resmi World Health Organization (WHO), COVID-19 memiliki banyak cara penularan yang berbeda. Namun, kontak dekat dengan orang yang terinfeksi masih menjadi pola penularan tertinggi.

Hingga saat ini, banyak bukti menunjukkan bahwa virus bisa dengan cepat menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain, salah satunya jarak fisik. Percikan atau droplets dari mulut (bersin, batuk, berbicara) berbentuk aerosol, bisa masuk ke tubuh orang lain tanpa disadari.

Virus juga sangat mudah menyebar di area tertutup, apalagi yang berventilasi buruk. Seperti diketahui, acara silaturahmi saat Lebaran kerap diselenggarakan di dalam rumah. Usahakan untuk membuka semua jendela dan jalur masuk udara agar sirkulasi lancar, ya!

Tips aman bersilaturahmi saat Lebaran

Meski sudah diizinkan untuk melakukan mudik dan silaturahmi saat Lebaran, kamu tidak boleh lengah. Menurut Wiku Adiasmito, juru bicara Satgas COVID-19, berikut tiga tips aman saat bersilaturahmi di hari Lebaran:

Terapkan 3M

Kamu sebaiknya tetap menerapkan 3M saat bersilaturahmi bersama keluarga besar saat Lebaran, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Penerapan 3M diharapkan bisa mencegah dan meminimalkan risiko paparan virus agar tidak masuk ke dalam tubuh.

Jaga daya tahan tubuh

Tubuh yang sehat menjadi kunci utama dalam bersilaturahmi saat Lebaran. Untuk menjaga daya tahan tubuh, terapkan perilaku hidup sehat. Misalnya, makan secara teratur, istirahat yang cukup, dan rutin berolahraga.

Tubuh yang sehat juga diperlukan agar kuat dalam melakukan perjalanan mudik yang panjang.

Baca juga: 10 Tips Menghadapi Pertanyaan Tidak Menyenangkan saat Lebaran

Inisiatif untuk tes COVID-19

Kesadaran atas kesehatan diri sendiri menjadi hal penting saat berkumpul bersama keluarga. Jika kamu atau ada anggota keluarga yang merasa tidak sehat atau bergejala mengarah ke COVID-19, tak perlu ragu untuk melakukan tes secara mandiri.

Ini juga berlaku bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster. Sebab, vaksinasi bukan berarti membuat tubuh kebal sepenuhnya dari penularan.  Bukan tidak mungkin jika kamu tertular dan menjadi sumber penularan bagi yang lain.

Nah, itulah ulasan tentang anjuran tidak cium tangan saat bersilaturahmi ketika Lebaran dan beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar tetap aman berkumpul di hari raya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini ya.

Reference
register-docotr