Covid-19

Hari Hepatitis Sedunia: Apa yang Terjadi Jika Pasien Radang Hati Terinfeksi COVID-19?

July 29, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Hepatitis memang menjadi salah satu penyakit dengan jumlah penderita yang paling banyak di dunia. Kondisi pasien hepatitis pun dikhawatirkan bisa semakin parah jika terinfeksi COVID-19.

Bagaimana sebenarnya efek yang dapat terjadi jika pasien hepatitis terkena infeksi COVID-19?

Bahaya penderita hepatitis jika terinfeksi COVID-19

Melansir penjelasan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit hati dan terinfeksi COVID-19 memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai virus menular dan agen tidak menular yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan, beberapa di antaranya bisa berakibat fatal. 

Secara khusus, hepatitis B dan C menyebabkan penyakit kronis menjadi penyebab paling umum dari sirosis hati, kanker hati dan kematian terkait virus hepatitis. 

Adanya pandemi COVID-19 ini tentu menyebabkan dampak yang cukup besar bagi penderita hepatitis. Mereka berisiko lebih tinggi untuk mengalami gejala yang parah akibat COVID-19.

Baca juga: Jangan Tunggu Parah, Ini Gejala Hepatitis yang Perlu Kamu Ketahui! 

Apa yang akan terjadi dengan pasien hepatitis saat terinfeksi COVID-19?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit hepatitis sendiri memiliki jenis yang berbeda, berikut ini kondisi yang akan terjadi pada penderita hepatitis jika terinfeksi COVID-19 sesuai jenisnya: 

1. Hepatitis A

Dilansir laman Turkish Journal of Medical Sciences, hasil analisis data dari 213 negara menemukan tren peningkatan signifikan angka kematian COVID-19 berdasarkan kerentanan hepatitis A.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terlepas dari faktor perancu di berbagai negara, kerentanan populasi hepatitis A mungkin berkorelasi dengan kematian akibat COVID-19. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan pasien hepatitis A untuk melindungi diri dari COVID-19 dan memperlambat penyebarannya yaitu:

  • Memakai masker
  • Menjaga jarak
  • Menghindari keramaian dan lingkungan yang buruk
  • Perhatikan ventilasi ruangan
  • Sering-seringlah mencuci tangan

2. Hepatitis B

Kebanyakan orang dengan hepatitis B tidak memiliki peningkatan risiko penyakit serius jika mereka tertular COVID-19.

Namun, orang yang telah didiagnosis dengan penyakit hati, termasuk sirosis atau yang memiliki kondisi lain, memiliki peningkatan risiko penyakit serius jika terinfeksi COVID-19. Orang-orang ini harus ekstra waspada dalam melindungi diri mereka dari virus.

Orang yang hidup dengan hepatitis B harus menggunakan tindakan perlindungan yang sama yang direkomendasikan untuk populasi umum. Konsultasikan dengan dokter apabila kamu masih ragu, terutama jika pernah berada di dekat seseorang yang baru-baru ini berada di luar negeri.

3. Hepatitis C

Pasien hepatitis C kronis memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan gejala COVID-19 yang parah daripada individu tanpa kondisi tersebut. Mereka yang mengembangkan penyakit parah mungkin juga memiliki risiko kerusakan hati yang lebih tinggi.

Menurut penjelasan dari laman Medical News Today, risiko gejala COVID-19 yang parah dapat bergantung pada tingkat jaringan parut hati, atau sirosis, yang dimiliki seseorang. 

Dalam sebuah studi tahun 2021, orang dengan virus hepatitis C lebih mungkin mengembangkan gejala COVID-19 yang serius dan menerima perawatan di rumah sakit jika mereka memiliki skor fibrosis-4 yang tinggi.

Cara pencegahan COVID-19 bagi pasien hepatitis

Cara terbaik untuk menghindari COVID-19 adalah dengan menghindari paparan virus yang menyebabkannya.

Orang dengan penyakit hati harus mengambil tindakan pencegahan yang sama yang dilakukan oleh orang-orang dengan kondisi mendasar lainnya untuk menghindari sakit atau menyebarkan COVID-19.

Salah satunya dengan vaksinasi COVID-19, yang akan membantu melindungi pasien hepatitis.

Bahkan setelah mendapatkan vaksin COVID-19, kamu harus terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri termasuk mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari keramaian dan ruang berventilasi buruk, serta sering mencuci tangan. 

Seperti semua orang, penderita hepatitis B atau C juga harus tetap menjaga pola hidup sehat. Jika menderita hepatitis B atau C dan sedang dirawat karena infeksi, penting untuk melanjutkan perawatan serta mengikuti saran dari dokter. 

Ini adalah cara terbaik untuk menjaga sistem kekebalan agar tetap sehat. Pastikan untuk tetap berkomunikasi secara teratur dengan tim perawatan hati dan pertimbangkan telemedicine untuk membuat janji jika memungkinkan.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Ncbi.nlm.nih.gov (2021) diakes pada 29 Juli 2021. Hepatitis A susceptibility parallels high COVID-19 mortality
  2. Cdc.gov (2021) diakses pada 29 Juli 2021. What to Know About Liver Disease and COVID-19
  3. Hepatitisfoundation.org.nz (2021) diakses pada 29 Juli 2021. Hepatitis B and COVID-19
  4. Medicalnewstoday.com (2021) diakses pada 29 Juli 2021. What is the link between hepatitis C and COVID-19?
  5. Ncbi.nlm.nih.gov (2021) diakses pada 29 Juli 2021. Mortality is not increased in SARS‐CoV‐2 infected persons with hepatitis C virus infection
    register-docotr