Kesehatan Anak

Tak Boleh Disepelekan, Ini Penyebab Bibir Bayi Hitam dan Cara Mengatasinya

July 29, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Persalinan adalah proses yang menuntut kekuatan fisik dan bahkan kerap memicu stres baik ibu maupun sang bayi. Tak ayal, tak hanya ibu tapi banyak bayi yang baru lahir terlihat seperti baru saja berkelahi.

Namun, sebaiknya perlu kamu perhatikan karena pada beberapa kasus yang jarang terjadi, memar pada bayi adalah salah satu indikasi paling awal adanya cedera yang lebih parah terjadi saat melahirkan. Tentu saja kondisi ini muncul bisa karena ada penyebab tertentu.

Penyebab bibir bayi hitam 

Ketika bayi mengalami perubahan warna bibir menjadi lebih hitam, sebaiknya orang tua wajib mewaspadainya. Kondisi tersebut bisa disebabkan karena beberapa hal berikut ini: 

1. Sianosis 

Melansir penjelasan dari laman Cincinnati Children’s, sianosis menunjukkan adanya penurunan oksigen yang menempel pada sel darah merah dalam aliran darah.

Ini mungkin menunjukkan masalah dengan paru-paru atau jantung. Sianosis adalah temuan berdasarkan apa yang terlihat, bukan dengan tes laboratorium.

Sianosis sentral terjadi karena darah berubah warna berdasarkan ada atau tidak adanya oksigen. Darah merah kaya akan oksigen, tetapi darah dengan penurunan oksigen berubah menjadi biru atau ungu. 

Cara terbaik untuk mencari sianosis adalah dengan melihat dasar kuku, bibir dan lidah, dan membandingkannya dengan seseorang dengan kulit yang serupa. Biasanya kondisi sianosis bisa menyebabkan bibir bayi hitam kebiruan. 

2. Memar

Selain itu penyebab paling umum yang terjadi jika warna bibir mengalami perubahan menjadi hitam karena memar setelah cedera. 

Hal ini umumnya dipicu oleh benturan yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah di bawah kulit. Darah akan merembes ke jaringan di sekitarnya dan membeku hingga menjadi kehitaman.

3. Sindrom Peutz-Jeghers

Sindrom Peutz-Jeghers adalah suatu kondisi di mana orang mengembangkan polip karakteristik dan bintik-bintik berwarna gelap dan memiliki peningkatan risiko jenis kanker tertentu.

Gen yang bermutasi, menyebabkan kondisi ini, bertanggung jawab untuk mengendalikan pertumbuhan sel. Orang dengan kondisi sindrom ini dapat mengembangkan polip yang disebut  Peutz-Jeghers. 

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi di usus kecil, usus besar, perut, paru-paru, hidung, kandung kemih dan rektum.

Bagi anak-anak atau bayi yang menderita sindrom ini memiliki gejala seperti bintik-bintik kecil kehitaman di sekitar mulut yang membuat bibirnya tampak hitam.

Polip ini dianggap polip hamartomatous. Polip hamartomatous adalah pertumbuhan berlebih jaringan yang jinak (bukan kanker).

4. Penyakit Addison

Penyakit ini terjadi ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup dua hormon steroid.

Hormon tersebut adalah kortisol dan aldosteron. Kortisol mengontrol metabolisme tubuh, memblokir reaksi inflamasi, dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. 

Aldosteron mengatur kadar natrium dan kalium. Kelenjar adrenal duduk di atas ginjal. Ada satu kelenjar di atas setiap ginjal. Penyakit Addison cukup langka dan dapat muncul pertama kali pada usia berapa pun. 

Disebutkan juga dalam penjelasan di laman Cedars Sinai bahwa kondisi penyakit Addison ini bisa memicu hiperpigmentasi pada kulit dan bibir bayi sehingga tampak lebih gelap atau hitam.

5. Hemokromatosis

Ini adalah penyakit di mana terlalu banyak zat besi menumpuk di dalam tubuh. Ini juga disebut kelebihan zat besi. Akumulasi zat besi dalam organ bersifat racun dan dapat menyebabkan kerusakan organ. 

Dalam bentuk hemokromatosis ini, kelebihan zat besi dimulai sebelum kelahiran. Penyakit ini cenderung berkembang pesat dan ditandai dengan kerusakan hati yang terlihat saat lahir atau pada hari-hari pertama kehidupan. 

Bayi dengan penyakit ini mungkin lahir sangat dini (prematur) atau berjuang untuk tumbuh di dalam rahim (pembatasan pertumbuhan intrauterin). 

Gejala hemokromatosis bisa kulit menjadi lebih hitam termasuk pada bibir. Selain itu juga mengalami gula darah rendah (hipoglikemia), kelainan pembekuan darah, kulit dan mata menguning (jaundice), dan pembengkakan (edema).

Baca juga: Bibir Pecah-pecah pada Bayi Baru Lahir, Apakah Ini Berbahaya?

Cara mengatasi bibir hitam pada bayi 

Ketika mengatasi bibir hitam pada bayi, tentu harus berdasarkan pada penyebabnya. Apabila bayi mengalami bibir hitam akibat memar, kamu sebagai orang tua tidak usah terlalu khawatir, karena umumnya kondisi ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. 

Meski tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan, tetapi kamu juga harus tetap memerhatikannya. Jika bayi mulai menunjukkan sikap yang tidak biasa seperti terus menangis dan rewel akibat bibirnya yang terasa sakit, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Namun berbeda jika penyebabnya karena beberapa penyakit seperti Addison, Hemokromatosis, dan Sindrom Peutz-Jeghers. Kondisi ini tentu tidak bisa kamu tangani sendiri, dan membutuhkan perawatan medis. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Birthinjuryhelpcenter.org (2021) diakses pada 29 Juli 2021. Bruising on a Newborn Child
  2. Cincinnatichildrens.org (2018) diakses pada 29 Juli 2021. Cyanosis in Infants and Children
  3. Clevelandclinic.org (2019) diakses ada 29 Juli 2021. Peutz-Jeghers Syndrome (PJS)
  4. Cedars-sinai.org (2021) diakses pada 29 Juli 2021. Addison Disease in Children
  5. Healthline.com (2018) diakses pada 29 Juli 2021. Circumoral Cyanosis: Is It Serious?
  6. Rarediseases.info.nih.gov (2018) diakses pada 29 Juli 2021. Neonatal hemochromatosis
    register-docotr