Covid-19

Hari Anak Nasional: Jenis-Jenis Gangguan Belajar pada Anak dan Cara Mengatasinya

July 25, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Salah satu fokus utama bagi orang tua adalah mengenai pendidikan anak. Masing-masing anak memiliki kemampuan dalam hal belajar. Namun, pada sebagian kasus anak-anak mengalami kesulitan atau gangguan belajar.

Hal ini tentu saja menjadi sebuah tantangan bagi Moms untuk mengidentifikasi kesulitan belajar pada anak di tengah pandemi. Sebab, metode pembelajaran dialihkan menjadi kelas online.

Lantas, apa jenis-jenis kesulitan atau gangguan belajar pada anak? Bagaimana membantu mengidentifikasi kesulitan belajar pada anak di tengah pandemi? Yuk simak di sini.

Baca juga: Hari Anak Nasional: Pentingnya Orang Tua Menjadi Role Model untuk Anak

Memahami gangguan belajar pada anak

Moms, ketika anak mengalami kesulitan dalam belajar, ini bukan berarti bahwa si Kecil tidak cerdas dan tidak mampu untuk menerima pelajaran yang diberikan. Faktanya, anak yang mengalami gangguan belajar sebagian besar sama pintarnya dengan orang lain.

Pada dasarnya, gangguan belajar merupakan masalah yang memengaruhi cara seorang anak mempelajari hal-hal baru. Biasanya, ini memengaruhi kemampuan otak yakni satu atau lebih proses kognitif yang terkait dengan pembelajaran.

Masalah pemrosesan tersebut dapat mengganggu pembelajaran keterampilan dasar seperti membaca, menulis, atau bahkan berhitung.

Jenis-jenis gangguan belajar pada anak

Semenjak pandemi, anak-anak diharuskan sekolah online. Seperti yang sudah disebutkan bahwa ini tentu saja menjadi sebuah tantangan bagi Moms untuk mengidentifikasi kesulitan belajar pada anak-anak.

Akan tetapi, Moms dapat mengidentifikasi kesulitan belajar pada anak melalui tanda-tanda yang dialami oleh seorang anak.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis-jenis gangguan belajar pada anak yang umum terjadi, cara mengidentifikasi, serta mengatasinya yang penting untuk Moms ketahui.

1. Disleksia

Dikutip dari laman Mayo Clinic, disleksia adalah gangguan belajar yang melibatkan kesulitan membaca karena masalah mengidentifikasi suara pada saat berbicara dan belajar bagaimana anak berhubungan dengan huruf dan kata (decoding).

Secara singkat, disleksia adalah gangguan belajar yang dapat menyebabkan masalah dalam hal membaca, menulis, ataupun mengeja. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri anak yang mengalami disleksia sesuai dengan usianya.

Sebelum sekolah:

  • Terlambat berbicara
  • Belajar kata-kata baru lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya
  • Kesulitan membentuk kata-kata dengan benar
  • Kesulitan untuk mengingat atau menamai huruf, angka, dan warna
  • Kesulitan dalam mempelajari lagu anak-anak.

Usia sekolah:

  • Kemampuan membaca jauh di bawah tingkat yang diharapkan sesuai dengan usianya
  • Kesulitan memproses dan memahami apa yang ia dengar
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat atau membuat sebuah jawaban dari pertanyaan
  • Kesulitan melihat atau mendengar persamaan dan perbedaan huruf atau kata
  • Kesulitan dalam hal mengeja.

Cara mengatasi

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Moms lakukan untuk membantu anak dalam hal belajar jika si Kecil mengalami disleksia.

  • Buatlah membaca menjadi hal yang menyenangkan: Membaca harus menjadi suatu kesenangan, bukan sebuah beban. Untuk melakukannya, Moms dapat menggunakan buku mengenai mata pelajaran yang diminati oleh si Kecil, dan pastikan pula kegiatan membaca dilakukan di lingkungan yang nyaman.
  • Membaca bersama si Kecil: Moms juga dapat mendengarkan rekaman buku bersama dengan anak. Di samping itu, tidak salahnya bagi Moms untuk membacakan buku untuk si Kecil. Sebab, ini akan meningkatkan kosa kata dan keterampilan mendengar mereka
  • Menggunakan balok huruf: Cara lainnya adalah Moms dapat menyusun suatu kata dengan balok mainan warna-warni berbentuk huruf, ini dapat membantu anak untuk menghubungkan suara dengan huruf

Baca juga: Hari Anak Nasional: Tips Efektif Belajar Online di Rumah Selama Pandemi

2. Disgrafia

Disgrafia adalah kesulitan belajar yang ditandai dengan masalah dalam hal menulis. Disgrafia sendiri dipandang sebagai sebuah tantangan dengan seperangkat keterampilan yang dikenal sebagai transkripsi, ini termasuk menulis, mengetik, dan mengeja.

Salah satu tanda disgrafia adalah tulisan tangan yang sulit untuk dibaca atau tidak rapi. Tanda-tanda lain dari disgrafia di antaranya adalah:

  • Anak sangat tidak menyukai menulis atau menggambar
  • Kesulitan dalam hal menuliskan ide
  • Kehilangan minat dengan segera setelah mereka mulai menulis
  • Masalah dengan tata bahasa.

Cara mengatasinya

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak dengan disgrafia.

  • Menggunakan kertas bergaris lebar atau kertas grafik untuk membantu si Kecil menyelaraskan huruf dan kata
  • Menggunakan alat bantu menulis agar si Kecil lebih nyaman. Memegang pensil dengan benar merupakan tantangan bagi banyak anak dengan kesulitan menulis
  • Menulis dengan ukuran yang besar. Anak-anak dengan kondisi ini biasanya mengalami kesulitan mengingat bagaimana membentuk huruf dengan benar. Biasanya, salah satu cara terapis membuat proses menulis lebih berkesan adalah dengan meminta anak-anak menulis dengan cara menggunakan gerakan motorik besar

3. Diskalkulia

Diskalkulia memengaruhi kemampuan si Kecil untuk memahami angka. Biasanya, anak yang memiliki kondisi ini menunjukkan gangguan keterampilan dalam perhitungan matematika dan kesulitan dalam memahami angka.

Dilansir dari laman Healthline, tanda diskalkulia mungkin terlihat berbeda tergantung pada usia dan tahap perkembangan anak. Namun, beberapa tanda umum dari diskalkulia dapat meliputi:

  • Kesulitan memahami atau mengingat konsep berhitung, seperti perkalian, pembagian, atau bahkan pecahan
  • Kesulitan menjelaskan proses matematika atau menunjukkan tugas mereka ketika si Kecil diminta untuk menyelesaikan tugas matematika
  • Kesulitan menggambarkan urutan peristiwa atau mengingat langkah-langkah dalam proses matematika

Cara mengatasinya

Berikut ini adalah beberapa cara membantu anak dengan kondisi diskalkulia.

  • Mempraktikan secara berulang konsep matematika dasar, seperti berhitung atau penjumlahan
  • Mengelompokkan materi pembelajaran menjadi unit-unit yang lebih kecil untuk memudahkan si Kecil dalam mencerna informasi
  • Ulasan berulang tentang konsep matematika dasar dengan cara mendemonstrasikannya secara langsung

Nah, itulah beberapa informasi mengenai jenis-jenis gangguan belajar yang umum terjadi pada anak. Ingat, dukungan Moms pada anak dalam hal belajar sangat diperlukan. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri si Kecil.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 23 Juli 2021. Dyscalculia: Know the Signs 

Help Guide (2020). Diakses pada 23 Juli 2021. What are learning disabilities? 

Learning Disabilities Association of America. Diakses pada 23 Juli 2021. Dyscalculia 

Mayo Clinic (2017). Diakses pada 23 Juli 2021. Dyslexia 

NHS (2021). Diakses pada 23 Juli 2021. Learning disabilities

NHS (2021). Diakses pada 23 Juli 2021. Dyslexia

NIH (2018). Diakses pada 23 Juli 2021. What are some signs of learning disabilities? 

Understood. Diakses pada 23 Juli 2021. What is dysgraphia?

Understood. Diakses pada 23 Juli 2021. 8 Expert Tips on Helping Your Child With Dysgraphia 

Webmd (2020). Diakses pada 23 Juli 2021. What Is Dysgraphia? What Should I Do If My Child Has It? 

    register-docotr