Covid-19

Fakta Soal Eucalyptus yang Diklaim Bisa Membunuh Virus Penyebab COVID-19

July 7, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sudah sejak lama Eucalyptus atau kayu putih dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang bermanfaat untuk masyarakat. Baru-baru ini, beberapa orang bahkan beranggapan bahwa Eucalyptus bisa membunuh virus penyebab COVID-19.

Namun, anggapan ini masih belum jelas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut. Nah, untuk mengetahui apakah benar kayu putih bisa membunuh COVID-19, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut!

Baca juga: Alasan di Balik Tingginya Tingkat Kesembuhan COVID-19 pada ODGJ

Benarkah Eucalyptus bisa membunuh COVID-19?

Dilansir Medical News Today, Eucalyptus adalah pohon cemara yang tumbuh cepat asli dari Australia. Tanaman obat ini menjadi bahan dalam banyak produk yang digunakan untuk mengurangi gejala batuk, pilek, dan hidung tersumbat.

Namun, peneliti Universitas Gadjah Mada, Rini Pujiarti, PhD, menuturkan bahwa klaim Eucalyptus bisa membunuh COVID-19 tidak sepenuhnya akurat. Pasalnya, belum ada bukti klinis keabsahannya sebagai obat COVID-19.

Tanaman ini memang berpotensi sebagai antivirus karena adanya kandungan aktif dalam minyak atsiri kayu putih. Akan tetapi, klaim yang mengatakan bahwa Eucalyptus bisa membunuh virus penyebab COVID-19 masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Fakta mengenai Eucalyptus dalam perawatan COVID-19

Meski keefektifan Eucalyptus belum diketahui dengan jelas, namun terdapat fakta mengenai tanaman obat satu ini. Beberapa fakta tentang Eucalyptus dalam perawatan COVID-19 antara lain sebagai berikut:

Hasil penelitian tentang Eucalyptus

Penelitian kayu putih sebagai antivirus COVID-19 masih sebatas penelitian in vitro and penelitian molecular docking atau simulasi komputer. Ini dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif pada kayu putih dengan molekul protein virus SARS-CoV-2.

Terobosan ini sangat baik untuk menggunakan bahan alami sebagai anti COVID-19 seperti dari tanaman kayu putih. Bahan aktif dalam Eucalyptus yang berpotensi sebagai anti COVID-19 adalah 1,8-cineole atau eucalyptol.

Bahan aktif ini merupakan komponen kimia utama minyak atsiri kayu putih yang memiliki bioaktivitas sebagai antivirus. Namun, tidak menutup kemungkinan efektivitas yang timbul termasuk efek sinergi beberapa senyawa yang ada dalam minyak atsiri kayu putih.

Mampu meredakan gejala COVID-19

Gejala COVID-19 berkaitan dengan saluran pernapasan sehingga menggunakan Eucalyptus diketahui dapat membantu meredakannya. Beberapa manfaat yang didapatkan dari Eucalyptus oil adalah mengurangi peradangan serta meredakan gejala yang berhubungan dengan asma.

Studi terbaru telah menemukan bahwa minyak tanaman kayu putih memiliki sifat antimikroba terhadap patogen. Selain itu, studi ini juga didukung oleh penelitian lain di mana para ilmuwan memeriksa aktivitas mikroba in vitro minyak kayu putih terhadap E. coli dan S. aureus.

Dalam kedua kasus, minyak tanaman menghambat pertumbuhan kedua bakteri. Peneliti dalam penelitian tersebut menyimpulkan bahwa minyak kayu putih berpotensi digunakan sebagai antibiotik alami untuk beberapa penyakit menular.

Merangsang sistem kekebalan tubuh

Eucalyptus oil atau minyak kayu putih diketahui dapat merangsang respons sistem kekebalan. Secara khusus, peneliti menemukan bahwa minyak kayu putih dapat meningkatkan respons fagositosis sistem kekebalan terhadap patogen pada model tikus.

Fagositosis adalah proses di mana sistem kekebalan mengonsumsi dan menghancurkan partikel asing. Beberapa kondisi lain yang bisa dibantu oleh kayu putih adalah arthritis, penyakit kandung kemih, demam, dan flu.

Adakah efek samping akibat Eucalyptus?

Eucalyptus dapat memicu iritasi dan sensasi terbakar. karena seharusnya tidak digunakan terlalu dekat dengan mata. Untuk itu, penting melakukan tes alergi sebelum menggunakan kayu putih pada kulit. 

Produk kayu putih umumnya dapat digunakan dengan aman di kulit selama minyaknya diencerkan terlebih dahulu.

Pengenceran harus antara satu persen dan 5 persen kayu putih hingga antara 95 persen dan 99 persen minyak pembawa, ini setara dengan kira-kira satu sampai lima tetes minyak esensial dalam 30 ml minyak pembawa.

Baca juga: Viral: Resep Obat COVID-19 di Media Sosial, Apakah Aman atau Justru Berbahaya?

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Universitas Gadjah Mada (2020), diakses 6 Juli 2021. Eucalyptus Has Not Yet Proven to Kill Coronavirus
  2. Medical News Today (2018), diakses 6 Juli 2021. The health benefits of eucalyptus
  3. Healthline (2021), diakses 6 Juli 2021. How to Kill Bacteria with Essential Oils
    register-docotr