Covid-19

Ibu Terinfeksi COVID-19, Boleh Menyusui Bayinya atau Tidak?

July 7, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seorang wanita yang tidak terindikasi mengidap COVID-19 masih aman-aman saja dalam memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Namun, bagaimana jika telah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona?

Nah, untuk mengetahui jawaban tentang boleh atau tidaknya seorang ibu terkonfirmasi positif COVID-19 untuk menyusui bayinya, simak ulasan berikut ini, yuk!

Baca juga: Vaksin COVID-19: Amankah untuk Ibu Menyusui?

Pedoman CDC untuk ibu menyusui

Awal Juli 2021, CDC merilis pedoman khusus untuk ibu yang sedang menyusui di tengah situasi pandemi. CDC membaginya menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Tidak perlu melakukan tindakan khusus saat menyusui: Orang yang bukan suspek atau terkonfirmasi COVID-19 dan belum pernah melakukan kontak dekat dengan penderita infeksi virus Corona, serta sudah menerima vaksin.
  • Perlu melakukan tindakan pencegahan: Orang yang tidak sepenuhnya divaksinasi dan atau ketika salah satu anggota keluarga/pasangan dicurigai terkonfirmasi COVID-19.

Saat ini, belum ada bukti yang cukup kuat tentang risiko bayi baru lahir terkena COVID-19 dari ibunya. Menurut CDC, seorang ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19 tetap boleh menyusui bayinya, tapi dengan langkah-langkah pencegahan, misalnya menggunakan masker.

Apakah virus Corona bisa menular lewat ASI?

Hingga saat ini, belum ada yang bisa memastikan apakah virus Corona bisa menyebar melalui ASI. Hanya saja, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tidak ada kasus penularan tersebut.

Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh sejumlah ilmuwan di University of California baru-baru ini. Para ilmuwan meneliti 64 sampel ASI dari wanita yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Hasilnya, tidak ada satupun ASI yang terdeteksi telah terkontaminasi virus Corona.

Tindakan yang perlu dilakukan

Meski ada banyak bukti yang menyebutkan bahwa virus Corona tidak menyebar lewat ASI, SARS-CoV-2 bisa saja menular lewat medium lain, misalnya pernapasan atau kontak dekat. Maka dari itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan bagi ibu menyusui yang positif COVID-19.

Selama periode isolasi, seorang ibu menyusui yang terkonfirmasi positif COVID-9 perlu melakukan hal-hal berikut:

  • ASI bisa diberikan kepada bayi secara tidak langsung, yaitu dengan cara diperah dan dimasukkan botol.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh bayi atau memerah ASI (baik dengan tangan maupun pompa). Jika tak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer dengan kandungan 60 persen alkohol.
  • Kenakan masker kapan pun saat berada di dekat anak dan memerah ASI.
  • Bersihkan pompa ASI, semua peralatan makan bayi, dan seluruh permukaan benda yang disentuh.
  • Jika Moms sakit parah akibat komplikasi dari COVID-19, memerah ASI adalah cara terbaik yang bisa dilakukan.

ASI bisa memberi antibodi

Meski menjadi nutrisi paling penting bagi bayi, ASI ternyata bisa memberi antibodi kepada bayi, lho. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, antibodi yang dimiliki orang tua bisa ikut masuk ke tubuh bayi melalui ASI.

Antibodi secara alami akan terbentuk ketika seseorang telah terinfeksi suatu virus, dalam hal ini adalah SARS-CoV-2. Tak hanya itu, keadaan yang sama juga berlaku pada antibodi yang terbentuk dari vaksinasi.

Antibodi sendiri memainkan peran penting dalam perlindungan terhadap infeksi. Dengan kata lain, setelah menerima antibodi dari ASI, bayi bisa mendapat perlindungan terhadap risiko penularan virus Corona.

Baca juga: Jangan Panik! Begini Cara Meyimpan ASI saat Mati Lampu Agar Tak Rusak

Bagaimana jika bayi ikut tertular?

Meski sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, bayi masih mempunyai risiko untuk tertular COVID-19. Bayi yang positif COVID-19 harus menjalani protokol yang telah ditetapkan, yaitu isolasi atau karantina.

Orang yang menyusui anak terkonfirmasi positif COVID-19 harus dianggap sebagai kontak erat, meski ibunya mungkin dinyatakan telah sembuh. Ibu dan anak harus dikarantina atau isolasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Nah, itulah ulasan tentang boleh atau tidaknya seorang ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19 menyusui anaknya. Agar si Kecil tak ikut terpapar, lakukan beberapa langkah pencegahan seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. JAMA Network, diakses 6 Juli 2021, SARS-CoV-2–Specific Antibodies in Breast Milk After COVID-19 Vaccination of Breastfeeding Women.
  2. World Health Organization (WHO), diakses 6 Juli 2021, Breastfeeding advice during the COVID-19 outbreak.
  3. Science Daily, diakses 6 Juli 2021, Is COVID-19 transmitted through breast milk? Study suggests not likely.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 6 Juli 2021, Care for Breastfeeding People.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 6 Juli 2021, Breastfeeding and Caring for Newborns.
    register-docotr