Covid-19

Viral Minum ‘Jus Sperma’ Bisa Cegah COVID-19, Cek Faktanya!

July 6, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Di tengah wabah yang belum juga berhenti, kabar hoax atau bohong mengenai COVID-19 juga terus muncul setiap hari.

Mulai dari soal vaksin bisa memperbesar alat kelamin, sampai yang terbaru adalah tentang meminum ‘jus sperma’ agar terhindar dari infeksi virus corona.

Ya, belakangan kabar itu ramai diperbincangkan karena tersebar di berbagai grup WhatsApp. Lalu bagaimana pendapat medis tentang hal tersebut?

Baca juga: COVID-19 Munculkan Varian Baru, Efektifkah Vaksin saat Ini?

Viral minum sperma bisa mencegah COVID-19

Kabar ini berasal dari seorang wanita bernama Tracy Kiss, 32 tahun. Dilansir Daily Record, Kiss mengklaim bahwa dia berhasil melawan virus corona dengan rutin meminum smoothie sperma.

Kiss juga berkata bahwa smoothie buah dengan suntikan air mani juga meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Hal ini mendorong Kiss mengajak orang lain agar melakukan hal yang sama, supaya bisa membantu menghentikan penularan virus corona.

Wanita yang berprofesi sebagai pelatih kebugaran pribadi ini juga bersikeras bahwa dia tidak menderita pilek atau flu dalam tiga tahun sejak dia mulai meminum ramuan itu.

Kiss sendiri telah membagikan informasi tentang hal tersebut di akun media sosialnya. Ia berharap bisa membantu orang lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan virus mematikan tersebut.

Kandungan sperma secara ilmiah

Sperma mungkin sering dianggap hanya sebagai sel-sel berukuran kecil. Tetapi sebenarnya mereka bertanggung jawab cukup besar dalam keberhasilan sistem reproduksi seorang pria.

Dilansir Healthline, sebuah studi tahun 2013 dilakukan untuk melihat komposisi nutrisi sperma. Hasilnya ditemukan bahwa konsentrasi protein rata-rata sperma adalah 5.040 miligram (mg) per 100 ml.

Karena satu ejakulasi biasanya menghasilkan 5 ml air mani, maka dapat dikatakan bahwa rata-rata jumlah ejakulasi mengandung sekitar 252 mg protein.

Namun, tinjauan tersebut mencatat bahwa sulit untuk mengukur konsentrasi protein air mani secara akurat, sehingga angka ini mungkin tidak akurat.

Meski ada desas-desus bahwa sperma mengandung vitamin C sebanyak yang ada di jeruk, namun tidak ada penelitian yang mendukung klaim tersebut.

Baca juga: Apa Hubungan antara Mendengkur dan Infeksi COVID-19? Ini Penjelasannya!

Apakah meminum sperma bisa mencegah COVID-19?

Dilansir The Sun, Dr Sarah Jarvis Sheperd dari Bush Hospital, London, mengatakan bahwa ada ratusan mitos di luar sana tentang bagaimana kita harus melindungi diri dari COVID-19.

Sayangnya, kebanyakan dari informasi tersebut adalah mitos yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Begitupun dengan gagasan meminum sperma.

Selain tidak didasari oleh ilmu pengetahuan yang cukup, dapat dikatakan bahwa hal tersebut sama sekali tidak memiliki manfaat apapun terhadap risiko infeksi COVID-19.

Sheperd juga menyampaikan bahwa meminum sperma justru bisa berbahaya bagi kesehatan. Apalagi jika kamu mengambil lebih dari satu ‘pendonor sperma’. Ini sangat rentan menyebabkan kamu terkena penyakit menular seksual.

Cara tepat mencegah COVID-19

Bukan dengan meminum jus sperma, tapi ada cara lain yang jelas bisa melindungi kamu dan orang-orang di sekitarmu dari virus COVID-19. Ya, caranya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan 5M:

1. Memakai masker

Selalu kenakan masker saat di luar rumah terutama jika harus berhubungan dengan orang yang tidak tinggal serumah. Dilansir CDC, masker juga wajib dipakai saat di pesawat, bus, kereta api, dan bentuk transportasi umum lainnya.

2. Mencuci tangan

Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting untuk dilakukan selama masa pandemi. Ini adalah kunci untuk membunuh, merusak, dan mematikan virus COVID-19 yang mencemari tangan kita.

3. Menjaga jarak

Menjaga jarak dari orang lain sangat penting dalam memutus rantai penyebaran virus corona, terutama bagi orang-orang yang berisiko lebih tinggi untuk sakit parah.

4. Menjauhi kerumunan

Kamu juga diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering kamu bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona bisa semakin tinggi.

5. Mengurangi mobilitas

Jika tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah. Meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu kamu pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Kemkes diakses pada 6 Juli 2021

CDC diakses pada 6 Juli 2021

Sehat Negeriku diakses pada 6 Juli 2021

Medical News Today diakses pada 6 Juli 2021

Healthline diakses pada 6 Juli 2021

The Sun diakses pada 6 Juli 2021

Daily Record diakses pada 6 Juli 2021

    register-docotr