Covid-19

Mengatasi Empathy Fatigue: Jenuh dan Lelah Berempati di Masa Pandemi

July 7, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat menghadapi pandemi COVID-19 ini, ada banyak hal yang harus kita hadapi. Kondisi ini mau tak mau membuat semua orang merasa lelah, sehingga tak jarang berujung pada rasa jenuh untuk berempati.

Hal ini wajar, karena pada dasarnya empati atau rasa peduli merupakan sumber daya yang terbatas. Jika kamu terus ‘mengurasnya’, psikis juga bisa lelah dan membuatmu mengalami ‘empathy fatigue’.

Baca juga: Sering Tertukar, Kenali Perbedaan Halusinasi, Ilusi, dan Delusi

Apa itu empathy fatigue?

Dilansir Cleveland Clinic, empathy fatigue adalah ketidakmampuan seseorang untuk peduli lagi. Ini adalah konsekuensi negatif dari paparan berulang terhadap peristiwa stres atau traumatis, yang berdampak secara emosional maupun fisik.

Kondisi ini sangat mungkin terjadi di tengah pandemi seperti sekarang. Tidak seperti bencana lain yang membuat kita bersatu, pandemi berkepanjangan justru membuat kamu sulit saling mengasihi karena ‘harga sebuah rasa peduli’ seakan ditukar dengan risiko penyakit.

Gejala empathy fatigue

Kamu perlu mengenal beberapa gejala kelelahan berempati berikut. Tujuannya agar bisa mengatasinya sejak dini sehingga tidak berlangsung berlarut-larut. Adapun gejalanya dari sisi emosi dapat meliputi:

  1. Mengisolasi diri dari orang lain
  2. Merasa mati rasa atau terputus
  3. Kurangnya energi untuk peduli dengan hal-hal lain di sekitar
  4. Merasa kewalahan, tidak berdaya atau putus asa
  5. Tidak mampu berhubungan dengan orang lain
  6. Merasa marah, sedih atau tertekan
  7. Pikiran obsesif tentang penderitaan orang lain
  8. Merasa tegang atau gelisah
  9. Merasa tidak bisa berkata-kata atau tidak dapat menanggapi dengan tepat apa yang terjadi di sekitar
  10. Menyalahkan diri sendiri

Sementara itu, gejala fisiknya antara lain terdiri dari:

  1. Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, menjadi produktif atau menyelesaikan tugas sehari-hari
  2. Sakit kepala
  3. Mual atau sakit perut
  4. Kesulitan tidur nyenyak
  5. Cenderung ingin mengatasi masalah dengan obat-obatan atau alkohol
  6. Konflik dalam hubungan
  7. Perubahan selera makan
  8. Merasa lelah sepanjang waktu
  9. Menghindari pekerjaan atau aktivitas lainnya

Baca juga: 3 Hal tentang Halo Effect dan Dampaknya bagi Kehidupan

Tips mengatasi empathy fatigue

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu kamu mengatasi perasaan lelah untuk berempati, atau ketika kamu menyadari bahwa stres mulai semakin menguasai diri:

1. Perbanyak bersyukur

Kebahagiaan sekecil apapun jika disyukuri akan sangat membantu dalam menghadapi situasi yang serba sulit seperti sekarang.

Jadi tak ada salahnya untuk membuat jurnal mengenai rasa syukur, karena itu akan memberi ruang untuk memproses perasaan tentang apa yang terjadi selama ini.

Latihan ini juga sangat dapat membantu kamu melihat kebaikan di tengah penderitaan.

2. Buat rencana perawatan diri

Kasih sayang pada orang lain akan semakin mudah untuk diberikan saat kita sendiri telah merasa disayangi. Menyayangi diri sendiri tidak harus selalu melibatkan suatu hal yang rumit, cobalah beberapa cara me time seperti:

  1. Sempatkan untuk berjalan-jalan sebentar di luar setiap hari
  2. Meluangkan waktu untuk melakukan hobi
  3. Tidur yang cukup

3. Kurangi membaca berita buruk

Cobalah untuk menahan diri dari menyimak berita hanya karena ingin mengetahui apa yang terjadi.

Jangan terus mencari informasi baru sebagai cara mengelola kecemasan dan ketidakpastian di masa sekarang ini. Mungkin kamu berharap dengan begitu akan menemukan beberapa kabar baik, tetapi justru kamu rentan mendengar cerita negatif secara berulang-ulang.

Tetapkan batasan dan istirahat dari paparan materi yang traumatis. Jika sulit, letakkan ponsel di ruangan lain sebentar sehingga kamu dapat memutuskan arus informasi untuk sementara waktu.

4. Temukan cara proaktif untuk membantu orang lain

Pandemi membawa banyak berita buruk, bahkan dapat membuat banyak dari kita merasa tidak berdaya untuk benar-benar membantu.

Ini sangat mungkin membuat kamu ‘merasa perlu’ untuk mengabaikan penderitaan orang lain.

Jangan biarkan hal itu terjadi, usahakan untuk tetap proaktif membantu orang lain. Misalnya dengan mengirim paket perawatan atau makanan untuk teman.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Jika kamu merasa perlu bantuan untuk mengatasi masalah kesehatan mental, kamu juga bisa berkonsultasi dengan klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Healthline diakses pada 7 Juli 2021

Apa.org diakses pada 7 Juli 2021

Cleveland Clinic diakses pada 7 Juli 2021

 

    register-docotr