Covid-19

Bolehkah Pasien COVID-19 Tetap Menjalani Diet untuk Menurunkan Berat Badan?

July 15, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mengatur diet bertujuan memperoleh berat badan sehat, bukan sekadar agar terlihat ramping. Bagi orang yang sehat, ini tentu saja tidak menjadi masalah. Namun, bagaimana dengan pasien COVID-19, bolehkah meneruskan program diet untuk menurunkan berat badan?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Minggu Pertama Sejak Didiagnosis COVID-19 Penting Diperhatikan, Ini Alasannya!

Apakah pasien COVID-19 masih boleh menjalani diet untuk menurunkan berat badan?

Terkait dengan pertanyaan apakah pasien COVID-19 masih boleh melakukan diet atau tidak, dokter spesialis gizi klinik, dr. Maria Ingrid Budiman, Sp.GK, pun memberikan jawabannya.

Ia mengatakan bahwa pasien COVID-19 masih boleh menjalani program penurunan berat badan, dengan catatan memerhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Ketika menjalani diet untuk tujuan tersebut, hal yang terpenting adalah memerhatikan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Tak hanya itu, karbohidrat, protein, dan lemak, juga harus terdapat dalam menu makanan. Di samping itu, diet hanya boleh dilakukan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri.

“Kalau orang diet kan biasanya mengurangi asupannya banyak. Kalau dia lagi isolasi mandiri, kuranginya dikit-dikit dan yang paling penting kandungan gizi harus terpenuhi kebutuhannya,” kata dr. Ingrid.

Untuk mendapatkan berat badan yang sehat, sebaiknya batasilah asupan makanan berlemak dan manis.

Terkait dengan hal ini pun, World Health Organization, juga menyarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari makanan berlemak serta yang mengandung gula untuk menurunkan risiko obesitas serta penyakit tertentu.

Perhatikan cara memasaknya

Tak hanya itu, dr. Inggrid pun juga memberikan informasi mengenai bagaimana cara memasak yang benar bagi pasien COVID-19 yang ingin menjalani diet, misalnya saja dalam memasak daging.

Pada dasarnya, daging masih boleh dikonsumsi oleh pasien COVID-19, asalkan membuang bagian lemaknya.

“Sebenarnya yang sering salah itu cara masak lauknya. Kalau daging doang enggak apa-apa, yang penting dibuang lemak-lemaknya jadi daging aja. Kalau makan telur, kuningnya dibuang, kalau makan ikan, jangan digoreng,” kata dr. Inggrid.

Ia pun menyarankan untuk mengubah cara memasak. Apabila kamu biasanya memasak dengan cara digoreng, maka cobalah untuk memasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan untuk memasak sendiri agar tahu takaran yang tepat. Jumlah ataupun jenis makanan yang masuk juga harus diperhatikan. Sebab, jika kamu tidak memerhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, ini malah dapat membuatmu sakit.

Baca juga: Panduan Makan dan Nutrisi yang Tepat bagi Pasien COVID-19

Tips makanan sehat bagi pasien COVID-19

Perlu kamu ketahui bahwa nutrisi yang tepat sangat penting bagi kesehatan. Konsumsi makanan yang seimbang dan sehat juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Nah, berikut ini adalah beberapa tips sehat bagi pasien COVID-19

1. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin A, C, D, E, serta zinc bisa diperoleh dari makanan sehari-hari. Misalnya saja, vitamin A bisa ditemukan pada sumber hewani atau nabati, seperti ubi jalar, hati, wortel, ikan tuna, labu kuning, bayam, hingga melon.

Sementara itu, vitamin C bisa diperoleh dari jeruk, jambu, paprika, kiwi, serta stroberi. Sedangkan untuk vitamin D sumber utamanya adalah sinar matahari. Akan tetapi, vitamin D juga bisa ditemukan dalam makanan, seperti ikan salmon, susu, sereal, hingga yoghurt.

Untuk vitamin E dapat ditemukan pada almond, kuaci, alpukat, mangga, kiwi, atau bahkan lobster. Sedangkan untuk zinc dapat diperoleh dari biji rami, oatmeal, serta jamur siitake.

Dikutip dari laman Eating Well, vitamin A, vitamin C, vitamin  D, vitamin D, dan zinc juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, yang mana ini diperlukan bagi pemulihan pasien COVID-19.

2. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi

Makanan yang tinggi akan kandungan protein juga penting untuk pemulihan pasien COVID-19. Telur, daging, ikan, kacang-kacangan adalah beberapa makanan yang mengandung protein.

3. Jangan lupa perhatikan asupan cairan dalam tubuh

Selain mengonsumsi makanan bergizi, penting juga bagi pasien COVID-19 untuk memenuhi asupan cairan dalam tubuh. Perlu kamu ketahui bahwa air sangat penting.

Sebab, air berfungsi untuk mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, hingga membuang racun dalam tubuh. Air mineral adalah pilihan yang paling baik. Namun kamu juga bisa mengonsumsi buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi, seperti semangka.

Sebaliknya, hindarilah konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi, minuman bersoda, serta minuman ringan.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai apakah pasien COVID-19 boleh menjalani diet untuk menurunkan berat badan atau tidak. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Christianacare.org. Diakses pada 14 Juli 2021. Healthy Eating When You Have COVID-19

Eating Well (2020). Diakses pada 14 Juli 2021. What Should You Eat If You Come Down with Coronavirus? 

Healthline (2019). Diakses pada 14 Juli 2021. 7 Healthy Foods That Are High in Vitamin D 

Healthline (2017). Diakses pada 14 Juli 2021. 20 Foods That Are High in Vitamin E 

NHS Inform (2021). Diakses pada 14 Juli 2021. Coronavirus (COVID-19): Diet and healthy weight 

Okezone.com (2021). Diakses pada 14 Juli 2021. Pasien Covid-19 Masih Boleh Jalani Diet Gak Sih? 

World Health Organization. Diakses pada 14 Juli 2021. Nutrition advice for adults during the COVID-19 outbreak 

    register-docotr