Covid-19

4 Alat Kesehatan yang Dibutuhkan untuk Isolasi Mandiri

June 22, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penambahan kasus COVID-19 hingga kini masih terus terjadi. Pada sebagian kasus, pasien COVID-19 yang memiliki gejala ringan atau tidak bergejala dapat melakukan isolasi mandiri.

Meskipun demikian, ada beberapa alat kesehatan yang diperlukan ketika melakukan isolasi mandiri, apa saja? Untuk mengetahui informasi selengkapnya, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Waspadai Gejala COVID-19 pada Anak-anak Berikut Ini!

Alat kesehatan yang diperlukan saat isolasi mandiri

Perlu kamu ketahui bahwa beberapa alat yang diperlukan pada saat melakukan isolasi mandiri dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 serta memantau kondisi kesehatan pasien.

Adapun beberapa alat kesehatan yang sangat diperlukan ketika melakukan isolasi mandiri di antaranya adalah:

1. Termometer

Demam, batuk kering, dan kelelahan adalah gejala umum dari COVID-19. Demam gejala COVID-19 sendiri ditandai dengan demam tinggi, yakni dapat mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

Sementara itu, suhu tubuh normal berada di kisaran 37 derajat Celcius. Pada dasarnya, suhu tubuh normal bervariasi sepanjang hari. Suhu tubuh normal biasanya lebih rendah di pagi hari dan meningkat di siang hari. Kemudian, suhu tubuh dapat mencapai puncaknya pada sore atau malam hari.

Termometer digunakan untuk memeriksa suhu tubuh. Apabila suhu tubuhmu hangat, kamu dapat mengukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer lebih sering, yakni sebanyak sekali atau dua kali dalam satu jam.

Terdapat beberapa jenis termometer yang dijual untuk mengukur suhu tubuh. Apapun jenis termometer yang kamu gunakan, selalu ikutilah instruksi atau petunjuk yang tertera dalam kemasan produk, ya.

2. Masker

Masker menjadi salah satu hal yang penting digunakan saat ini, termasuk ketika kamu melakukan isolasi mandiri. Penting untuk diketahui bahwa COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan pernapasan.

Percikan atau droplet pernapasan dapat menyebar ke udara ketika seseorang bersin, batuk, atau bahkan berbicara. Nah, masker adalah penghalang untuk mencegah tetesan pernapasan mencapai orang lain. Pada saat melakukan isolasi mandiri, disarankan untuk menggunakan masker medis.

Gunakanlah masker yang pas dan pastikanlah menutupi hidung dan dagu tanpa celah di sisi wajah. Namun pastikan juga kamu dapat bernapas dengan baik ketika menggunakan masker. Tak hanya itu, sebelum menggunakan masker kamu harus mencuci tangan terlebih dahulu.

Baca juga: Memakai Masker Terbukti Membuat Orang Lebih Menjaga Jarak di Masa Pandemi

3. Pulse oximeter

Oksigen sangat diperlukan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan oksigen dalam darah dapat mengganggu fungsi jantung dan otak.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, pada sebagian kasus, pasien COVID-19 memiliki kadar oksigen dalam darah yang sangat rendah, meskipun mereka tidak mengalami sesak napas. Maka dari itu, penting untuk memantau kadar oksigen dengan baik.

Pulse oximeter adalah perangkat medis yang diguanakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Untuk menggunakannya, kamu hanya perlu menjepitkan alat ini ke jari.

Dalam publikasi yang diterbitkan, World Health Organization (WHO) sendiri juga telah merekomendasikan untuk menggunakan pulse oximeter pada saat melakukan isolasi di rumah.

Pentingnya pulse oximeter

Penggunaan pulse oximeter juga dapat memberikan informasi penting mengenai kadar oksigen untuk diberitahukan kepada dokter. Sehingga, apabila kadar oksigen terlalu rendah, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai informasi, kadar oksigen normal biasanya sebesar 95 persen atau lebih tinggi. Namun, beberapa orang dengan kondisi medis tertentu dapat memiliki kadar oksigen yakni sebesar 90 persen. Apabila kadar oksigen lebih rendah dari 95 persen, kamu harus segera menghubungi dokter.

4. Alat medis lainnya

Untuk pasien yang memiliki kondisi medis lainnya, alat kesehatan tambahan juga diperlukan. Misalnya saja pada kasus pasien yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi ini memerlukan alat pengukur tekanan darah.

Bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, penting juga untuk selalu menjaga jarak dan memantau gejala yang dialami. Apabila mengalami kesulitan bernapas, rasa sakit pada dada, kulit atau bibir kebiruan, ini memerlukan penanganan medis dengan segera.

Itulah beberapa informasi mengenai alat kesehatan yang diperlukan saat menjalani isolasi mandiri. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

CNN Indonesia (2021). Diakses pada 21 Juni 2021. Daftar Alat Kesehatan yang Diperlukan saat Isolasi Mandiri 

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 21 Juni 2021. What to Do If You Are Sick 

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 21 Juni 2021. Guidance for Wearing Masks 

Cleveland Clinic (2020). Diakses pada 21 Juni 2021. Thermometers: How to Take your Temperature 

Cleveland Clinic (2020). Diakses pada 21 Juni 2021. Should You Get a Pulse Oximeter to Measure Blood Oxygen Levels? 

Medical News Today (2021). Diakses pada 21 Juni 2021. COVID-19 and fever: How common is it? 

Minnesota Department of Health. Diakses pada 21 Juni 2021. Oxygen Levels, Pulse Oximeters, and COVID-19 

World Health Organization (2021). Diakses pada 21 Juni 2021. COVID-19 Clinical management: living guidance 

    register-docotr