Diet dan Nutrisi

Mengenal Pembedahan Bariatrik: Operasi untuk Pengurangan Berat Badan

June 21, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pembedahan bariatrik atau operasi pengurangan berat badan disebut juga operasi metabolik. Jenis operasi ini merupakan perawatan yang diberikan pada orang yang menderita obesitas.

Pembedahan bariatrik ini dilakukan ketika upaya olahraga atau diet yang sudah kamu jalani tidak membuahkan hasil. Selain itu, kamu bisa menjalani operasi ini ketika mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh berat badan.

Baca juga: Serba-serbi Obesitas pada Anak dan Bahayanya bagi Kesehatan

Kenapa pembedahan bariatrik dibutuhkan?

Bedah bariatrik dibutuhkan untuk menolong orang yang mengalami kelebihan berat badan dan menurunkan risiko masalah kesehatan yang disebabkan oleh kelebihan berat badan seperti:

  • Penyakit jantung dan strok
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit lemak hati non alkohol atau nonalcoholic steatohepatitis (NASH)
  • Sleep apnea
  • Diabetes tipe 2

Operasi ini dijalankan hanya jika kamu telah menjalankan upaya seperti diet dan olahraga tapi tidak membuahkan hasil.

Siapa saja yang bisa menjalani operasi ini?

Pembedahan bariatrik tidak untuk semua orang yang mengalami berat badan berlebih. Faktanya, secara umum operasi ini bisa dijalankan jika kamu memenuhi persyaratan berikut:

  • Indeks massa tubuh mencapai 40 atau lebih tinggi (sudah bisa digolongkan obesitas ekstrem)
  • Indeks massa tubuh kamu antara 35-39,9 dan kamu memiliki masalah kesehatan yang disebabkan oleh berat badan seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi atau sleep apnea berat
  • Pada beberapa kasus, operasi ini bisa dijalankan pada indeks massa tubuh antara 30-34 dan memiliki masalah kesehatan yang serius

Dokter pun akan melakukan berbagai proses pengkajian secara menyeluruh terhadapmu sebelum kamu mendapatkan operasi ini. Kamu juga harus bisa memastikan dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat secara permanen setelah operasi ini.

Karena itu, kamu bisa menjalani berbagai pengawasan jangka panjang untuk memastikan kamu menjalani gaya hidup dan diet yang lebih sehat serta pengawasan terhadap kondisi medis.

Prosedur pembedahan bariatrik

Prosedur operasi penurunan berat badan yang kamu jalani tergantung dari jenis operasinya. Ada berbagai tipe operasi ini, di antaranya adalah:

Biliopancreatic diversion dengan duodenal switch (BPD/DS)

Jenis operasi ini melibatkan dua langkah utama. Pertama adalah sleeve gastrectomy yang mengangkat sekitar 80 persen perut, menyisakan perut lebih kecil yang bentuknya seperti tabung, mirip seperti pisang.

Selain itu, katup yang melepaskan makanan ke usus halus masih tinggal bersama dengan porsi kecil usus halus yang normalnya terhubung dengan perut (duodenum).

Langkah kedua adalah melangkahi mayoritas usus dengan menyambungkan ujung porsi usus yang masih tersisa ke duodenum di dekat perut. 

BPD-DS ini pada akhirnya akan membatasi makanan yang bisa kamu makan dan mengurangi penyerapan nutrisi, termasuk protein dan lemak.

Gastric bypass

Jenis operasi pengurangan berat badan ini dilakukan dengan menciptakan kantung kecil dari perut dan menyambungkannya dengan usus halus. Sehingga makanan yang kamu telan akan menuju kantung kecil ini dan langsung menuju usus halus.

Sehingga makanan tersebut akan melewati mayoritas organ di perut dan bagian awal dari usus halus.

Sleeve gastrectomy

Prosedur dari operasi ini biasanya dilakukan dengan laparoskopi, yaitu memasukkan alat-alat kecil melalui beberapa sayatan yang dibuat di abdomen bagian atas.

Beberapa bagian perut diangkat, sehingga kamu tidak bisa makan sebanyak yang kamu bisa sebelumnya dan kamu pun akan cepat merasa kenyang.

Gastric band

Sebuah gelang ditempatkan di seputar perut. Sehingga kamu tidak perlu makan banyak untuk merasa kenyang.

Risiko dan efek samping pembedahan bariatrik

Seperti prosedur medis lainnya, operasi pengurangan berat badan ini pun memiliki risiko kesehatan yang potensial baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Risiko yang berkaitan dengan prosedur operasinya adalah:

  • Perdarahan berlebih
  • Infeksi
  • Efek samping obat bius atau anestesi
  • Penggumpalan darah
  • Masalah di paru-paru atau masalah pernapasan
  • Bocornya sistem gastrointestinal
  • Kematian (walau jarang)

Sementara untuk efek samping jangka panjang dan komplikasinya tergantung dari jenis operasi yang kamu jalani. Biasanya yang bisa timbul adalah:

  • Penyumbatan di perut
  • Sindrom dumping yang dapat berupa diare, kepala pening, mual atau muntah
  • Batu ginjal
  • Hernia
  • Gula darah rendah
  • Malnutrisi
  • Tukak lambung
  • Muntah-muntah
  • Asam lambung yang naik
  • Butuhnya operasi kedua atau revisi
  • Kematian (walau jarang)

Berapa biaya operasi ini?

Tidak semua orang bisa menjalani operasi ini karena butuh berbagai kajian praoperasi untuk melihat kelayakan bisa tidaknya kamu menjalani bedah bariatrik.

Jika kamu sudah yakin, maka mengacu pada harga yang ditetapkan Rumah Sakit Omni, Alam Sutra, maka kamu harus menyiapkan kocek Rp49,9 juta. 

Demikianlah berbagai penjelasan tentang pembedahan bariatrik yang perlu kamu ketahui. Selalu biasakan jalani pola hidup sehat, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Mayoclinic, diakses 17 Juni 2021. Bariatric surgery
  2. Mayoclinic, diakses 17 Juni 2021. Biliopancreatic diversion with duodenal switch (BPD/DS)
  3. Mayoclinic, diakses 17 Juni 2021. Gastric bypass (Roux-en-Y)
  4. Mayoclinic, diakses 17 Juni 2021. Sleeve gastrectomy
  5. NHS, diakses 17 Juni 2021. Weight loss surgery
  6. Omni Hospitals, diakses 17 Juni 2021. Omni Hospitals :: Bedah-bariatrik-di-indonesia
    register-docotr