Covid-19

Penelitian: Vaksin COVID-19 Tidak Merusak Kualitas Sperma

June 21, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pada awal pandemi, RNA SARS-CoV-2 ditemukan dalam air mani atau sperma pria. Karena itu, banyak pertanyaan muncul mulai dari potensi penularan seksual hingga efek pada janin atau kesuburan.

Bahkan, terdapat kekhawatiran bahwa vaksin COVID-19 dapat memengaruhi kualitas sperma. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai efek vaksin COVID-19 terhadap kualitas sperma yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Vaksin Novavax Efektif Lawan Varian COVID-19 Beta, Apakah Benar?

Studi terkait vaksin COVID-19 dengan kualitas sperma

Dilansir dari Journal of The American Medical Association atau JAMA, studi prospektif pusat tunggal di University of Miami dilakukan untuk mengetahui kaitan antara vaksin dan kualitas sperma. Dalam studi tersebut, 60 sukarelawan sehat berusia 18 hingga 50 tahun direkrut untuk penelitian.

Pada pria ini diperiksa untuk memastikan tidak memiliki masalah kesuburan yang mendasarinya. Untuk pria yang memiliki gejala COVID-19 atau hasil positif dalam 90 hari maka akan dikeluarkan. 

Peserta kemudian akan memberikan sampel air mani setelah 2 hingga 7 hari sebelum menerima dosis vaksin pertama dan sekitar 70 hari setelah dosis kedua. Peneliti membandingkan volume sperma, konsentrasi sperma, kemampuan gerak sperma, serta total jumlah sperma.

Direktur urologi reproduksi dan peneliti utama studi tersebut, Ranjith Ramasamy MD mengatakan perbedaan parameter pada sperma pria dewasa yang menerima dua dosis vaksin mRNA tidak ditemukan.

Studi tersebut juga tidak menemukan efek dari jenis vaksin COVID-19 lainnya, seperti AstraZeneca atau Johnson & Johnson. Para peneliti memiliki keyakinan bahwa hasilnya akan sama.

Pengaruh vaksin terhadap infertilitas wanita

Ahli mikrobiologi dan imunologi, Andrea Love, PhD telah membuktikan mengenai kebenaran tentang pengaruh vaksin pada infertilitas wanita.

Love menjelaskan bahwa ada mitos saat ini yang mengatakan bahwa respons imun terhadap vaksin mRNA COVID-19 menyebabkan tubuh menyerang syncytin-1.

Syncytin-1 merupakan protein dalam placenta, di mana jika tubuh menyerangnya maka bisa menyebabkan kemandulan pada wanita.

Klaim menyatakan bahwa protein lonjakan SARS-CoV-2 yang dikodekan oleh RNA dalam vaksin, sangat mirip dengan protein plasenta sehingga menyebabkan reaktivitas silang.

Reaktivitas silang berarti bahwa sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan antara dua protein dan bereaksi terhadap protein plasenta juga. Love mengatakan jika semua protein terdiri dari asam amino, dan vaksin mRNA memiliki urutan asam amino yang sama secara berurutan.

Protein membutuhkan kesamaan yang hampir lengkap untuk disalahartikan satu sama lain oleh sistem kekebalan tubuh sehingga kemandulan tidak dapat terjadi. Love juga menunjukkan uji klinis yang membantah klaim tersebut.

Faktanya, 23 peserta dalam uji klinis vaksin Pfizer-BioNTech diberhentikan karena hamil selama uji coba dengan 12 di antaranya berada dalam kelompok vaksin. Perlu diketahui, vaksin sebenarnya belum diuji pada wanita hamil, namun penggunaannya tidak dilarang selama kehamilan.

Apa yang sebenarnya menjadi bahan dari vaksin?

Vaksin Pfizer-BioNTech mengandung mRNA lipid, kalium klorida, kalium fosfat monobasa, natrium klorida, natrium fosfat dihidrat dibasa, dan sukrosa. Terlepas dari istilah sains, vaksin mRNA COVID-19 memiliki formulasi yang cukup sederhana, yakni:

  • RNA, yang merupakan cetakan sel tubuh untuk memproduksi protein lonjakan COVID-19 alias bagian dari virus yang dikenali dan ditanggapi oleh sistem imun.
  • Lipid, yang membantu mengangkut dan menstabilkan RNA.
  • Buffer, untuk menormalkan pH dan membuatnya kompatibel dengan pH tubuh sebagai krioprotektan karena dosis vaksin disimpan dalam kondisi freezer.

Love menegaskan bahwa sementara beberapa dari bahan-bahan ini mungkin terdengar seperti bahan kimia menakutkan. Padahal, nyatanya beberapa bahan ini secara efektif tidak berbahaya dan seharusnya tidak menghalangi kamu untuk mendapatkan vaksin.

Baca juga: Catat, Ini 6 Kesalahan yang Paling Umum Dilakukan saat Mencuci Tangan

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
register-docotr