Covid-19

Catat, Ini Perbedaan Sesak Napas Akibat Asma dan COVID-19

June 22, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Membedakan sesak napas akibat asma dan virus corona, bisa jadi membingungkan karena keduanya sama-sama bergejala batuk dan sesak napas.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya, agar kamu bisa mengenal cara tepat untuk mengatasinya.

Baca juga: 3 Alasan Lansia Tidak Diprioritaskan Mendapat Vaksin COVID-19

Bagaimana jika penderita asma terserang virus COVID-19

Meskipun kamu menderita asma, ini tidak serta merta menjadikan kamu berisiko lebih besar untuk tertular virus corona. Akan tetapi, orang-orang dengan beberapa bentuk asma mungkin berisiko lebih besar mengalami komplikasi akibat virus yang satu ini.

Meskipun tidak ada data yang benar-benar mendukung pernyataan ini, namun menurut Asthma Center, kekhawatiran tersebut hanya berlaku untuk individu dengan asma sedang hingga berat yang terus menerus.

Mengingat virus corona juga dapat menginfeksi saluran pernapasan, maka otomatis ini juga dapat memicu serangan asma dan mungkin menyebabkan pneumonia. Bahkan dalam kasus lebih buruk, gagal napas akut juga bisa terjadi.

Membedakan gejala asma dan COVID-19

Banyak gejala COVID-19 dan asma yang dapat tumpang tindih. Selain sesak, batuk akibat asma dan corona juga bisa sangat mirip satu sama lain. Berikut adalah serangkaian tips untuk membantu memahami gejala-gejala yang kamu rasakan.

Jenis sesak napas

Pasien dengan virus corona dapat mengalami batuk kering dan sesak napas, di mana gejala yang sama bisa juga dialami oleh penderita asma.

Namun, pasien asma sering merasa sulit untuk menghembuskan napas dibandingkan dengan pasien COVID-19 yang melaporkan kesulitan mengambil napas dalam-dalam. Jadi, kualitas sesak napas mungkin berbeda dari segi hal ini.

Selain itu, pasien dengan COVID-19 dan asma juga sama-sama mengalami sesak dada. Untuk pasien asma, sesak dada harus ditanggapi dengan obat pereda seperti albuterol, sedangkan gejala COVID-19 cenderung tidak membaik dengan obat tersebut.

Penderita asma juga lebih sering mengi dan merasa sesak di dada. Gejala-gejala tersebut lebih jarang terjadi pada pasien COVID -19.

Gejala ikutan

Virus corona cenderung memiliki gejala lain selain batuk, sesak dada, atau sesak napas. Misalnya demam, kedinginan, kelelahan, nyeri otot, gejala gastrointestinal, dan perubahan rasa dan bau.

Oleh karena itu, jika kamu tertular COVID-19, kemungkinan kamu akan memiliki gejala selain batuk, sesak dada, atau sesak napas yang mengarah ke COVID-19. Hal yang sama umumnya tidak terjadi pada gejala asma.

Asma biasanya tidak menimbulkan demam kecuali disertai infeksi saluran pernapasan dan biasanya tidak menimbulkan gejala otot dan persendian khas virus corona.

Bagi mereka yang menderita asma selama bertahun-tahun dan telah mengalami flare, gejalanya pasti sudah sangat familiar. Jadi jika beberapa gejala dada terasa asing dan disertai demam, ada baiknya berbicara dengan dokter, apakah kamu terkena COVID-19 atau tidak.

Tips untuk penderita asma selama pandemi

Mengikuti tindakan pencegahan tambahan di bawah ini, akan mengurangi kemungkinan kamu terkena virus corona dan asma kambuh selama masa pandemi berlangsung.

  1. Jaga asma terkontrol dengan baik dengan obat yang tepat dan menggunakan inhaler dengan benar.
  2. Jauhkan hidung dan mata dari alergi untuk mencegah alergi memicu asma.
  3. Jangan menghentikan obat asma saat ini atau mengganti obat tanpa berbicara dengan dokter.
  4. Pastikan kamu memiliki setidaknya 30 persediaan obat asma saat ini dan cadangan jika harus tinggal di rumah untuk waktu yang lama.
  5. Jika memungkinkan, mintalah seseorang tanpa asma melakukan desinfektan dan pembersihan permukaan karena banyak produk pembersih dapat menyebabkan asma.
  6. Jika gejala nyeri dada berkembang dan tidak merespons obat cadangan awal, hubungi penyedia layanan kesehatan sesegera mungkin.
  7. Tetap menjaga jarak sosial, mencuci tangan, mengenakan masker pelindung dan sarung tangan di luar rumah.
  8. Jika sebelum pandemi kamu harus minum obat setiap hari untuk mencegah dan mengendalikan gejala asma, dan selama ini kamu tidak rutin melakukannya, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk minum obat secara teratur.

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari virus corona dan gejala asma yang kambuh. Semoga bermanfaat.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Asthma Center diakses pada 22 Juni 2021

Health Mount Sinai diakses pada 22 Juni 2021

    register-docotr