Info Sehat

Lambung Luka: Penyebab, Ciri-ciri, hingga Pengobatannya

June 22, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Lambung luka bisa disebabkan oleh bakteri atau penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang. Lambung luka juga memiliki ciri-ciri yang perlu untuk diketahui. Lantas, apa ciri-ciri lambung luka dan bagaimana pengobatannya? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Baca juga: Asam Lambung Sebabkan Berat Badan Turun, Ini Penyebabnya!

Mengenal kondisi lambung luka

Lambung luka atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai tukak lambung adalah suatu kondisi ketika terdapat luka pada lapisan lambung, kerongkongan bagian bawah, atau bahkan di atas usus kecil.

Kondisi ini dapat terjadi ketika asam lambung mengikis lapisan pelindung pada saluran pencernaan. Perlu kamu ketahui bahwa terdapat tiga jenis dari tukak lambung, yakni gastric ulcers, esophageal ulcers, dan duodenal ulcers.

Pada kasus gastric ulcers atau tukak lambung, ini terjadi ketika luka atau ulkus berkembang di lambung. Sementara itu, esophageal ulcers atau tukak kerongkongan terjadi ketika ulkus berkembang di dalam kerongkongan.

Sedangkan, pada duodenal ulcers atau tukak duodenum, ini berkembang di bagian atas usus kecil yang dikenal sebagai duodenum (usus dua belas jari).

Sebelum mengetahui ciri-ciri lambung luka, ketahui terlebih dahulu penyebabnya

Perlu kamu ketahui bahwa kondisi ini tidak terjadi begitu saja, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor. Sedangkan penyebab utama dari lambung luka di antaranya adalah:

1. Bakteri

Bakteri Helicobacter pylori (H.pylori), biasanya hidup di lapisan lendir yang berfungsi untuk melindungi jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil.

Seringkali H.pylori tidak menyebabkan masalah, akan tetapi pada sebagian kasus, ini dapat meningkatkan produksi jumlah asam serta memecah lapisan lendir pelindung. Akibatnya, hal ini menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.

Pada dasarnya, belum diketahui secara pasti bagaimana H.pyolri menyebar. Namun, disebutkan bahwa bakteri ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat atau bahkan melalui makanan dan air.

2. Penggunaan jangka panjang nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID)

Penggunaan aspirin atau NSAID, seperti ibuprofen dan naproxen dalam jangka waktu lama juga dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus kecil.

Perlu kamu ketahui bahwa penggunaan NSAID dalam jangla waktu lama dapat mencegah tubuh memproduksi bahan kimia yang membantu melindungi dinding bagian dalam lambung dan usus kecil dari asam lambung berlebih.

Selain penyebab yang sudah disebutkan di atas, gaya hidup tidak sehat seperti merokok atau konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko terjadinya lambung luka.

Sementara itu, makanan pedas tidak menyebabkan kondisi ini, melainkan dapat memperburuk gejala dan menyulitkan proses pemulihan.

Ciri-ciri lambung luka

Perlu kamu ketahui bahwa ketika kondisi ini terjadi bisa menimbulkan gejala atau ciri-ciri tertentu. Sedangkan gejala atau ciri-ciri lambung luka di antaranya adalah:

  • Sensasi panas pada perut
  • Perasaan kenyang atau kembung sebagai ciri-ciri lambung luka
  • Sering bersendawa
  • Heartburn atau sensasi panas pada dada
  • Mual
  • Intoleransi terhadap makanan berlemak

Dikutip dari laman Mayo Clinic, ciri-ciri lambung luka atau tukak lambung yang paling umum adalah rasa sakit pada perut yang terasa seperti terbakar. Asam lambung dapat memperburuk rasa sakit. Rasa sakit tersebut dapat menjadi terasa lebih buruk pada waktu makan atau di malam hari.

Baca juga: Kamu Penderita Asam Lambung? Coba Hindari 7 Makanan Ini

Ciri-ciri lambung luka lainnya

Pada kasus yang jarang terjadi, lambung luka bisa menimbulkan ciri-ciri yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri lambung luka yang juga patut untuk diwaspadai.

  • Mual dan muntah
  • Terdapat darah dalam feses atau feses yang berwarna hitam
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan pada napsu makan

Efek yang dapat ditimbulkan jika kondisi ini tidak diobati

Lambung luka perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Sebab jika tidak diobati, lambung luka bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Perdarahan internal
  • Perforasi atau adanya lubang pada lapisan lambung atau usus kecil yang dapat menyebabkan infeksi
  • Kanker lambung

Untuk menghindari komplikasi tersebut, penting bagi kamu untuk segera mengobati lambung luka.

Pengobatan pada lambung luka

Pengobatan pada lambung luka sangat bergantung dari penyebab yang mendasarinya. Apabila disebabkan oleh infeksi H.pyolri, pengobatannya dapat termasuk kombinasi obat antibiotik untuk membunuh bakteri dan proton pump inhibitor (PPI) untuk mengurangi asam lambung.

Namun, jika bukan disebabkan oleh infeksi bakteri pengobatannya hanya meliputi PPI untuk mengurangi asam lambung, sehingga membantu proses pemulihan.

Di sisi lain, acid blockers juga dapat membantu mengurangi asam lambung dan rasa sakit yang ditimbulkan. Tak hanya itu, pengobatannya juga mungkin saja meliputi obat yang dapat mengurangi gejala tukak lambung.

Itulah beberapa informasi mengenai ciri-ciri lambung luka dan informasi lainnya. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2020). Diakses pada 16 Juni 2021. Peptic Ulcer 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 16 Juni 2021. Peptic ulcer 

Webmd (2019). Diakses pada 16 Juni 2021. What Is a Peptic Ulcer?

    register-docotr