Info Sehat

Asam Lambung Sebabkan Berat Badan Turun, Ini Penyebabnya!

April 21, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit asam lambung dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Namun di samping itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan berat badan. Penurunan berat badan akibat asam lambung bisa disebabkan oleh faktor tertentu, apa saja?

Agar kamu lebih memahami mengenai keterkaitan asam lambung dan penurunan berat badan, simak informasi selengkapnya di bawah ini.  

Baca juga: Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Lambung Naik yang Wajib Kamu Ketahui!

Mengenal penyakit asam lambung

Refluks asam lambung dapat terjadi ketika asam lambung atau isi dari perut naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini juga dikenal sebagai regurgitasi asam atau gastroesophageal reflux.

Apabila gejala refluks asam lebih sering terjadi, ini merupakan tanda dari suatu kondisi yang dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).

Perlu kamu ketahui bahwa ketika kita menelan makanan, pita otot melingkar yang berada di sekitar bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter) menjadi mengendur, sehingga memungkinkan makanan ataupun cairan mengalir ke lambung.

Kemudian, sfingter atau sphincter akan menutup kembali. Nah, jika sfingter mengendur secara tidak normal atau melemah, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus).

Reaksi asam lambung yang terjadi secara terus-menerus ini dapat mengiritasi lapisan esofagus, yang dapat menyebabkannya meradang.

Mengapa asam lambung bisa menyebabkan berat badan turun?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa penyakit asam lambung atau yang juga dikenal sebagai GERD dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman, termasuk mual atau rasa nyeri ketika menelan.

Mengutip dari laman Medical News Today, seiring dengan waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan atau muntah yang berlangsung terus-menerus, ini mengindikasikan komplikasi dari GERD.

Meskipun seseorang yang memiliki kondisi ini tidak berusaha untuk menurunkan berat badan, namun hal tersebut dapat menyebabkan ia mengonsumsi lebih sedikit makanan akibat gejala yang memengaruhi pola makan dan sistem pencernaan.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan merupakan kemungkinan komplikasi dari GERD. Sekitar 10-15 persen orang yang menderita GERD mengembangkan esofagus Barett.

Esofagus Barrett sendiri merupakan salah satu komplikasi dari GERD. Meskipun esofagus Barrett tidak memicu gejala tertentu.

Akan tetapi jika seseorang dengan kondisi tersebut menderita GERD, ia mungkin saja mengalami gejala GERD, termasuk gejala yang memengaruhi penurunan berat badan.

Baca juga: Asam Lambung Sering Naik? Ternyata Ini Lho Penyebabnya!

Bagaimana cara menjaga berat badan sehat bagi penderita GERD?

Setelah mengatahui keterkaitan antara GERD dan penurunan berat badan. Penting bagi kamu untuk mengetahui bagaimana cara menjaga berat badan sehat jika kamu memiliki GERD.

Makanan yang mengandung lemak sehat, seperti zaitun, alpukat, kacang-kacangan, atau ikan berlemak adalah makanan yang direkomendasikan bagi penderita GERD yang kesulitan dalam mencukupi asupan makanannya.

Selain itu, juga terdapat beberapa makanan yang direkomendasikan bagi penderita GERD agar dapat mempertahankan berat badan sehat, berikut di antaranya:

  • Mengonsumsi lebih banyak karbohidrat sehat, seperti nasi merah dan buah-buahan segar
  • Makan lebih banyak camilan sehat
  • Mengonsumsi minuman yang kaya akan kandungan nutrisi, seperti smoothie atau susu
  • Membatasi asupan cairan sebelum makan. Sebab, mengonsumsi lebih banyak cairan sebelum makan dapat membuatmu merasa kenyang, sehingga dapat mengurangi jumlah makanan yang kamu konsumsi pada waktu makan
  • Menambahkan makanan yang kaya akan kandungan nutrisi atau kalori ke dalam makanan atau camilan, misalnya saja seperti selai kacang, keju, granola, atau bahkan alpukat

Tak hanya itu, penting juga bagi kamu untuk menerapkan gaya hidup sehat dan penyesuaian pola makan yang direkomendasikan oleh dokter.

Sebaiknya, hindarilah beberapa makanan yang dapat menyebabkan asam lambung naik, ini termasuk makanan asam, pedas, atau mengandung lemak tinggi. Selain itu, menghindari atau membatasi konsumsi minuman berkafein juga dapat membantu.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan di atas. Terdapat beberapa hal lain yang juga penting untuk diperhatikan bagi penderita GERD, ini termasuk:

  • Mempertahankan posisi tegak kurang lebih selama 3 jam setelah makan
  • Hindari berolahraga langsung setelah makan
  • Makan dalam porsi kecil namun sering, dibandingkan dengan langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar

Itulah beberapa informasi mengenai asam lambung dan keterkaitannya dengan penurunan berat badan. Penting bagi kamu untuk segera menghubungi dokter apabila gejala GERD masih terus terjadi, meskipun  kamu sudah menerapkan perubahan gaya hidup atau pola makan tertentu.

Apabila kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Cek kesehatan lambungmu di Klinik Maag bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini ya!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 19 April 2021. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 19 April 2021. Gastroesophageal reflux disease (GERD) 

Medical News Today (2021). Diakses pada 19 April 2021. What is the link between acid reflux and weight loss? 

    register-docotr