Melahirkan

VBAC setelah 2 Kali Caesar: Manfaat hingga Risikonya

June 20, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sebagian orang mengira bahwa jika pernah melakukan operasi caesar sebanyak 2 kali, maka kelahiran selanjutnya juga akan caesar. Lalu bagaimana kalau ada keinginan VBAC setelah 2 kali caesar? Mungkinkah?

Ya, ternyata ada prosedur yang bisa memberikan kesempatan bagi Moms untuk melahirkan secara normal setelah operasi caesar, ini dikenal sebagai VBAC. Yuk, ketahui selengkapnya mengenai prosedur VBAC setelah 2 kali caesar di sini.

Baca juga: Penyebab BAB Berdarah Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Mengenal VBAC

Seorang wanita yang pernah melahirkan secara caesar biasanya dapat mencoba melahirkan secara normal untuk kelahiran selanjutnya. Ini dikenal sebagai vaginal birth after caesarean (VBAC).

Pada umumnya, VBAC sama dengan persalinan normal lainnya. Namun, ketika Moms melahirkan, pemantauan kesehatan secara ketat akan dilakukan.

Meskipun demikian, VBAC bukanlah merupakan prosedur yang cocok untuk semua orang. Sebab, ada beberapa faktor-faktor tertentu yang perlu diperhatikan, misalnya saja sayatan tertentu pada rahim yang berisiko tinggi, ini dapat menurunkan kemungkinan melakukan VBAC.

Di sisi lain, keamanan Moms dan si Kecil adalah hal utama yang perlu diperhatikan. Jika Moms mencoba untuk melahirkan secara normal dan berisiko tinggi mengalami komplikasi, ini dapat menyebabkan masalah yang serius bagi Moms dan bayi.

Oleh karenanya, penting bagi Moms untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter, sebelum memutuskan untuk melakukan VBAC.

Manfaat VBAC setelah 2 kali caesar

Jika Moms memenuhi kriteria untuk VBAC, ini dapat menjadi cara aman yang dapat dilakukan untuk melahirkan secara normal. Perlu Moms ketahui bahwa VBAC juga memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah:

1. Tidak melibatkan operasi

Prosedur melahirkan secara caesar atau C-section melibatkan operasi, sementara itu pada prosedur ini lebih kecil kemungkinannya menyebabkan infeksi.

2. Menurunkan risiko komplikasi

Manfaat lain dari VBAC adalah dapat menurunkan risiko komplikasi, seperti pembekuan darah atau cedera pada organ di sekitarnya. Meskipun demikian, jika menjalani operasi caesar, komplikasi sangat jarang terjadi.

3. Pemulihan berlangsung lebih cepat

Biasanya, operasi caesar membutuhkan pemulihan yang lebih lama hingga bekas sayatan sembuh. Akan tetapi, melahirkan secara normal setelah 2 kali caesar akan memungkinkan Moms untuk pulih lebih cepat.

Selain manfaat yang sudah dijelaskan di atas, VBAC juga mengurangi risiko komplikasi persalinan di masa depan.

Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan jika Moms ingin melakukan prosedur VBAC setelah 2 kali caesar. Moms mungkin saja menjadi kandidat untuk VBAC apabila:

  • Memiliki kesehatan yang baik, bayi tidak terlalu besar dan tidak memiliki komplikasi kehamilan
  • Hamil dengan satu bayi, memiliki riwayat satu atau dua operasi caesar dengan sayatan rendah dan horizontal (low transverse c-section)
  • Memiliki riwayat melahirkan normal. Dikutip dari laman What to Expect, penelitian menunjukkan bahwa jika Moms pernah melahirkan bayi secara normal, bahkan jika ini terjadi sebelum Moms menjalani operasi caesar, kemungkinan tingkat kesuksesannya lebih dari 86 persen
  • Hamil dengan satu bayi, memiliki riwayat satu kali operasi caesar bukan dengan sayatan vertikal
  • Hamil dengan anak kembar, memiliki riwayat satu kali low transverse c-section
  • Persalinan terjadi secara spontan. Sebab, saat diinduksi kontraksi bisa terjadi lebih kuat dan cepat, meningkatkan kemungkinan ruptur uteri
  • Tidak berusia di atas 35 tahun
  • Tulang panggul berukuran cukup besar.

Siapa saja yang tidak boleh melakukan VBAC?

Sementara itu, ada beberapa kondisi yang tidah diperbolehkan bagi Moms untuk melakukan VBAC setelah 2 kali caesar, ini termasuk:

  • Sayatan pada rahim akibat operasi caesar sebelumnya vertikal. Sebab, jenis sayatan ini lebih mungkin menyebabkan ruptur uteri
  • Memiliki riwayat ruptur uteri
  • Memiliki riwayat operasi rahim sebelumnya, misalnya saja pengangkatan fibroid
  • Memiliki komplikasi tertentu
  • Baru melahirkan bayi. Jika interval kelahiran selanjutnya dengan persalinan sebelumnya terlalu dekat, VBAC tidak disarankan
  • Bayi berukuran besar
  • Usia kehamilan lebih dari 40 minggu
  • Mengandung lebih dari dua bayi
  • Telah menjalani 3 kali atau lebih operasi caesar.

Baca juga: 10 Komplikasi Persalinan, Kenali Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Apa risiko VBAC setelah 2 kali caesar?

VBAC memang memiliki manfaatnya tersendiri. Sebab, jika sukses dilakukan prosedur ini dapat menurunkan komplikasi dibandingkan dengan operasi caesar berulang.

Akan tetapi, terdapat juga risiko dari VBAC setelah 2 kali caesar yang perlu Moms perhatikan. Dilansir dari Mayo Clinic, jika tidak berhasil dilakukan, ini dikaitkan dengan kondisi tertentu, salah satunya adalah ruptur uteri.

Ruptur uteri dapat terjadi ketika bekas luka di rahim dari operasi caesar sebelumnya terbuka kembali selama persalinan. Meskipun demikian, ini jarang terjadi.

Persiapan VBAC setelah operasi caesar 2 kali

Jika Moms ingin melakukan VBAC setelah 2 kali caesar, penting bagi Moms untuk mendiskusikannnya dengan dokter. Sebaiknya, diskusikan mengenai hal ini di awal kehamilan.

Pastikan Moms memberitahu dokter mengenai riwayat kesehatan, operasi caesar sebelumnya, serta prosedur lain yang pernah dilakukan pada rahim. Tak hanya itu, penting juga bagi Moms untuk menjaga kesehatan, dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Itulah beberapa informasi mengenai VBAC setelah 2 kali caesar. Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2016). Diakses pada 15 Juni 2021. The Success Rate of VBAC After 2 C-Sections 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 15 Juni 2021. Vaginal birth after cesarean (VBAC) 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 15 Juni 2021. VBAC: Know the pros and cons 

Pregnancy Birth and Baby (2020). Diakses pada 15 Juni 2021. Vaginal birth after caesarean (VBAC) 

Raisingchlidren.net.au (2019). Diakses pada 15 Juni 2021. Vaginal birth after caesarean (VBAC)

Webmd (2020). Diakses pada 15 Juni 2021. Can I Have a Vaginal Birth After a C-Section? 

What to Expect (2021). Diakses pada 15 Juni 2021. Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) 

    register-docotr