Melahirkan

Penyebab BAB Berdarah Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya

June 8, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

BAB (buang air besar) berdarah pasca melahirkan tak jarang dikeluhkan oleh sebagian Moms. Kondisi ini terkadang disertai dengan gejala lainnya yang menyebabkan ketidaknyamanan. Lantas, apa penyebab kondisi ini? Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyebab BAB berdarah setelah melahirkan, simak ulasan selengkapnya di sini Moms.

Baca juga: Hal-hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan saat Menunggu Pembukaan Persalinan

Apa penyebab BAB berdarah pasca melahirkan?

Perlu Moms ketahui bahwa terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan BAB berdarah pasca melahirkan, di antaranya adalah:

1. Wasir

Pada kebanyakan kasus, BAB berdarah pasca melahirkan disebabkan oleh wasir, terutama pada persalinan normal atau persalian pervaginam.

Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan pembuluh darah di dalam rektum atau pada kulit di sekitar anus. Biasanya, wasir disebabkan oleh peningkatan tekanan di rektum bagian bawah.

Dikutip dari laman Healthline, pada masa kehamilan janin dalam kandungan memberikan tekanan ekstra pada area tersebut. Maka dari itu, wasir dapat terjadi pada masa kehamilan atau setelah melahirkan.

Namun sebagian besar wasir yang terjadi setelah melahirkan merupakan dampak dari mengejan saat proses persalinan berlangsung. Wasir dapat menyebabkan beberapa gejala, ini termasuk:

  • Nyeri
  • Rasa gatal pada dubur
  • Perdarahan saat BAB
  • Pembengkakan di sekitar anus

2. Fisura ani

Selain disebabkan oleh wasir, penyebab lain dari BAB berdarah pasca melahirkan adalah fisura ani. Fisura ani adalah robekan kecil pada jaringan tipis atau mukosa yang melapisi anus.

Penyebab BAB berdarah setelah melahirkan ini dapat terjadi ketika mengeluarkan feses yang keras saat BAB, misalnya saja dalam kasus sembelit. Meskipun demikian, kondisi fisura ani bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti diare yang berlangsung kronis.

Adapun beberapa gejala yang bisa disebabkan oleh fisura ani, di antaranya adalah:

  • Rasa nyeri saat BAB
  • Rasa nyeri setelah BAB yang dapat bertahan hingga beberapa jam
  • Terdapat darah pada feses
  • Adanya benjolan kecil pada kulit di dekat lokasi fisura ani

Apakah BAB berdarah pasca melahirkan berbahaya?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa BAB berdarah setelah melahirkan bisa disebabkan oleh wasir ataupun fisura ani. Menurut Very Well Family, wasir umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan beberapa penanganan.

Sementara itu, fisura ani juga umumnya tidak berbahaya. Meskipun demikian, baik wasir maupun fisura ani bisa menimbulkan ketidaknyamanan.

Selain itu, kamu harus segera memeriksakan diri pada dokter apabila wasir ataupun fisura ani terasa sangat menyakitkan, tidak kunjung sembuh selama beberapa waktu, atau bahkan terdapat benjolan keras di sekitar anus (ini dapat mengindikasikan wasir trombosis).

Baca juga: Ini Hal-Hal yang Wajib Diketahui Saat Melahirkan Bayi Prematur, Moms!

Bagaimana cara menangani BAB berdarah pasca melahirkan?

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketidaknyaman atau mempercepat penyembuhan akibat faktor penyebab BAB berdarah pasca melahirkan, ini termasuk:

1. Menjaga area tetap bersih

Menjaga area di sekitar dubur atau anus tetap bersih merupakan hal pertama yang penting untuk dilakukan. Sebab, ini dilakukan untuk mencegah iritasi yang mana dapat menghalangi proses penyembuhan.

Untuk melakukannya, Moms dapat membilas area yang terpengaruh dengan air hangat.

2. Hindari mengejan saat BAB

Mengejan saat BAB dapat memberikan tekanan tambahan pada area dubur atau rektum. Untuk memberikan waktu penyembuhan, berhati-hatilah untuk tidak mengejan.

3. Batasi aktivitas yang bisa memberi tekanan pada area dubur

Wasir umumnya terjadi akibat tekanan pada area dubur. Maka dari itu, sebaiknya hindarilah atau batasi aktivitas yang bisa memberi tekanan pada area tersebut, misalnya saja mengangkat barang berat, mengejan untuk BAB, atau duduk di dudukan toilet untuk waktu yang lama.

4. Kompres dingin

Untuk meredakan pembengkakan, Moms juga dapat mengaplikasikan kompres es. Namun pastikalnlah  es dibalut terlebih dahulu dengan kain bersih sebelum Moms mengaplikasikannya pada area kulit yang terkena.

5. Perbanyak konsumsi makanan mengandung serat

Cara mengatasi BAB berdarah pasca melahirkan selanjutnya adalah sebaiknya perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung serat. Ini dapat membantu konstitensi feses tetap lunak, sehingga dapat mempercepat penyembuhan pada wasir ataupun fisura ani.

Di sisi lain, memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat juga dapat membantu mencegah sembelit. Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, atau bahkan biji-bijian adalah beberapa sumber serat yang baik. Sebaiknya, tingkatkanlah asupan serat dalam tubuh secara bertahap.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab BAB berdarah pasca melahirkan. Apabila Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baby Center. Diakses pada 07 Juni 2021. Postpartum rectal bleeding 

Healthline (2018). Diakses pada 07 Juni 2021. How to Deal with Hemorrhoids After Pregnancy 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 07 Juni 2021. Anal fissure 

Mom Junction (2020). Diakses pada 07 Juni 2021. Postpartum Rectal Bleeding: Causes, Tips And Prevention 

University of Rochester Medical Center. Diakses pada 07 Juni 2021. Common Conditions 

Very Well Family (2020). Diakses pada 07 Juni 2021. Hemorrhoids After Giving Birth 

    register-docotr