Olahraga

Tren Road Bike, Banyak Manfaat Sehatnya tapi juga Ada Risikonya, Yuk Kenali

June 8, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Olahraga road bike kini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari memperkuat otot tubuh hingga menjaga kesehatan jantung hingga memperkuat otot tubuh. Lalu, adakah risiko dari melakukan olahraga ini?

Road bike adalah sepeda yang dirancang untuk membawa seseorang melaju sejauh dan secepat yang dapat dilakukan oleh kemampuan kaki. Pada dasarnya road bike sendiri memang dirancang untuk melaju di jalan beraspal.

Baca juga: Kamu Wajib Tahu, Ini Ragam Manfaat Minum Kopi Sebelum Olahraga

Apa manfaat dari road bike?

Perlu kamu ketahui bahwa olahraga road bike memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat dari olahraga road bike.

1. Menjaga berat badan sehat

Melakukan olahraga seperti road bike atau bersepeda secara rutin, terutama dalam intensitas tinggi ternyata dapat membantu menurunkan kadar lemak di dalam tubuh, yang mana ini dapat membantu untuk menjaga berat badan sehat.

Di sisi lain, olahraga yang satu ini juga dapat meningkatkan metabolisme dan membangun otot. Pada gilirannya, ini dapat membantu proses pembakaran kalori, bahkan pada saat kamu sedang berisitirahat.

2. Baik untuk kesehatan paru-paru

Selanjutnya, bersepeda juga dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Satu studi yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa bersepeda selama sekitar 170-250 menit per minggu dapat meningkatkan kesehatan paru-paru.

3. Memperkuat otot inti

Tahukah kamu bahwa bersepeda juga dapat melatih otot inti? Ya, bersepeda ternyata juga dapat melatih otot inti, termasuk otot pada punggung dan perut. Otot perut dan punggung yang kuat dapat meningkatkan stabilitas tubuh.

4. Mencegah penyakit tertentu

Selain menyenangkan, bersepeda adalah salah satu olahraga yang dapat kamu lakukan untuk menghindari gaya hidup yang tidak bayak bergerak. Bahkan olahraga yang satu ini juga dapat mencegah kondisi medis tertentu, seperti stroke, serangan jantung, hingga tekanan darah tinggi.

Tak hanya itu, bersepeda juga dapat membantu mencegah dan mengelola diabetes tipe 2.

5. Memperkuat otot kaki

Bersepeda dapat meningkatkan fungsi keseluruhan pada tubuh bagian bawah dan dapat membantu memperkuat otot kaki. Ini menargetkan otot paha depan, glutes, paha belakang, dan betis.

Selain bersepeda, untuk memperkuat otot kaki juga dapat melakukan latihan lain, seperti squat dan lunges beberapa kali dalam seminggu. Melakukan latihan tersebut juga dapat meningkatkan performamu ketika bersepeda.

Baca juga: Tips Aman Memulai Olahraga Kembali Setelah Jeda Berhenti Lama

Risiko road bike

Setelah disebutkan sejumlah manfaat sehatnya, kamu juga perlu mengetahui bahwa road bike pun memiliki sejumlah risiko yang bisa ditimbulkan.

Bukan jenis olahraga ringan sehingga risiko cedera ada

Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan olahraga ini, penting diingat bahwa olahraga road bike bukanlah merupakan olahraga yang ringan. Sebab, harus bergerak dalam kecepatan tinggi.

Di sisi lain, jika pesepeda tidak benar-benar terlatih ataupun siap secara fisik, ini dapat berisiko menyebabkan cedera ataupun kelelahan. Bahkan, terdapat juga laporan terkait dengan gangguan jantung karena terlalu lelah bersepeda.

Risiko saling bertabrakan karena kurang konsentrasi

Selain itu, road bike juga biasanya dilakukan secara bergerombol. Ini juga menimbulkan risiko lain, misalnya saja saling bertabrakan dan jatuh ataupun kurang berkonsentrasi saat bersepeda.

Biker dan trainer sepeda road bike profesional, yakni Tino Latuheru memberikan penjelasan bahwa olahraga bersepeda membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Risiko penularan COVID-19

Di sisi lain, risiko lainnya dari bersepeda secara bergerombol adalah risiko penularan COVID-19.

Terkait dengan risiko penularan COVID-19 pada saat bersepeda, Dikutip dari laman Liputan6.com, Spesialis Kedokteran Olahraga, yakni dr Michael Triangto SpKO pun memberikan rekomendasi jarak aman bersepeda.

“Untuk kesehatan, jarak sepeda itu 20 meter. Saya tidak bicara untuk seru, untuk happy, untuk bisa join komunitas, tidak cuma lima orang. Dengan demikian, komunitas yang 20 orang atau 30 orang dan sebagainya, kalau mau tolong jaraknya 20 meter. Dan pada saat selesai tetap jaga jarak,” jelas dr Michael.

Apakah celana road bike berbahaya untuk area panggul dan organ intim?

Pada dasarnya, celana bersepeda didesain memiliki model yang cukup ketat. Perlu kamu ketahui bahwa terlalu sering menggunakan celana ketat, tidak baik untuk area panggul ataupun organ intim, salah satu risikonya adalah iritasi kulit.

Selain itu, dilansir dari laman Avan Gynecology, pakaian atau celana yang terlalu ketat di area tertentu juga bisa mengurangi aliran darah ke area lain di tubuh, terutama jika terlalu sering digunakan dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, celana ketat, seperti jeans atau celana berbahan nilon juga dapat menyebabkan infeksi jamur pada organ intim, sebab ini dapat mengurangi sirkulasi udara di sekitar organ intim.

Pada dasarnya, tidak ada waktu pasti berapa waktu maksimal menggunakan pakaian atau celana yang terlalu ketat. Meskipun demikian, celana ketat tidak boleh terlalu sering digunakan dan janganlah digunakan seharian.

Tak hanya itu, hindarilah juga untuk menggunakan pakaian atau celana yang terlalu ketat, sehingga pergerakanmu tidak terasa dibatasi.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Pada dasarnya, celana bersepeda memang tidak perlu dirangkap kembali dengan celana dalam. Namun, sebagian orang mungkin saja risih. Jikapun memang ingin merangkap dengan celana dalam ini tidak masalah. Sebab, tidak ada risiko yang dapat ditimbulkan.

Meskipun demikian, penting bagi kamu untuk menjaga kebersihan area organ intim. Terkait dengan hal ini pun, Dr dr Dwi Iswanto, SpU menyarankan untuk membersihkan organ intim secara rutin dan mengganti celana dalam secara rutin.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Avant Gynecology. Diakses pada 07 Juni 2021. DANGERS OF TIGHT CLOTHING FOR WOMEN 

Bike Radar (2021). Diakses pada 07 Juni 2021. What is a road bike? The basics explained 

Bustle (2019). Diakses pada 07 Juni 2021. Experts Say Tight Jeans Can Cause Major Issues – Here’s When To Give ‘Em A Break 

Detik.com (2021). Diakses pada 07 Juni 2021. Terungkap, Ternyata Ini Alasan Road Bike Selalu Bergerombol 

Detik.com (2021). Diakses pada 07 Juni 2021. Celana Anak Road Bike Ketat Banget, Perlu Pakai Daleman Nggak Sih? 

Healthline (2021). Diakses pada 07 Juni 2021. 11 Benefits of Cycling, Plus Safety Tips

Liputan6.com (2020). Diakses pada 07 Juni 2021. Cegah Penularan Corona, Ini Jarak Aman Bersepeda Berkelompok 

My Imperfect Life. Diakses pada 07 Juni 2021. Is it better to work out in tight or loose fitting clothes? 

Research Gate (2011). Diakses pada 07 Juni 2021. Health benefits of cycling: A systematic review 

    register-docotr