Melahirkan

Nyeri Tulang Kemaluan Pasca Melahirkan? Ketahui, Ini Dia Penyebabnya!

May 17, 2022 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan cukup umum terjadi. Kondisi ini dikenal juga sebagai simfisis pubis diastasis atau SPD di mana sering menyebabkan ketidaknyamanan akibat rasa nyeri yang mengganggu.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi bayi, namun bisa sangat menyakitkan untuk sang ibu. Nah, untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Kaki Bengkak Setelah Lahiran? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Penyebab nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan

Dilansir dari Very Well Family, pada masa kehamilan hormon relaxin menyebabkan pelvis terutama pada tulang kemaluan mengalami pengenduran. Secara umum, hal ini dapat membuat kelahiran lebih mudah bagi ibu dan bayi.

Namun, terkadang relaxin melakukan tugasnya dengan sangat baik yakni melonggarkan ligamen di sekitar tulang panggul jauh sebelum bayi siap untuk keluar. Karena itu, beberapa wanita merasakan rasa nyeri pada sendi panggul.

Sebagian besar nyeri berpusat di depan di daerah tulang kemaluan, di atas mons pubis atau di bawah rambut kemaluan. Selain itu, kamu mungkin juga akan memerhatikan beberapa pembengkakan di area tulang kemaluan dan mengalami gerakan berjalan yang terhuyung-huyung.

Selain pasca melahirkan, penyebab nyeri pada tulang kemaluan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1. Osteitis Pubis

Salah satu penyebab nyeri tulang penis adalah osteitis pubis. Osteitis pubis adalah peradangan yang terjadi pada tulang penis. Peradangan ini dapat menyebabkan rasa sakit di selangkangan selama kehamilan (paha bawah) ke perut. Jika tidak diobati, osteitis pubis dapat berkembang menjadi osteomielitis.

Osteitis pubis paling sering terjadi pada orang dengan aktivitas fisik aktif. Selain itu, mereka yang telah menjalani operasi atau cedera panggul juga berisiko lebih besar untuk kondisi in

2. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi tulang yang dapat menyebar ke bagian lain dari tulang melalui jaringan terdekat atau aliran darah. Meskipun jarang, osteomielitis adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan komplikasi tambahan.

3. Nyeri Heid

Rasa sakit pada tulang kemaluan Anda juga dapat disebabkan oleh proses ovulasi, yang menyakitkan selama menstruasi. Dalam hal ini, Anda mungkin mengalami rasa sakit yang sangat parah selama menstruasi. Kondisi ini disebut dismenore.

Karena nyeri haid terjadi di perut bagian bawah, kadang-kadang itu membuat daerah di sekitar tulang kemaluan juga sakit.
Selama ovulasi, pelepasan sel telur bersama dengan cairan dan darah dari ovarium dapat menyebabkan iritasi. Itu sebabnya Anda mengalami kram menstruasi setiap bulan.

4. Infeksi Saluran Kemih

Disebabkan oleh infeksi bakteri di saluran kemih, yang meliputi uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. Infeksi ini sering menyebabkan rasa sakit di daerah panggul dan di sekitar tulang alat kelamin.

Tidak hanya rasa sakit, tetapi juga infeksi saluran kemih dapat menyebabkan rasa terbakar saat buang air kecil, urin berdarah, dan urin bau keruh. Pada infeksi ginjal,rasa sakit juga bisa menjalar ke samping dan punggung.

5. Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual juga bisa menjadi penyebab serius rasa sakit pada alat kelamin atau panggul. Selain itu, Anda mungkin mengalami rasa sakit saat buang air kecil, pendarahan meskipun Anda tidak sedang menstruasi, dan keputihan yang tidak normal.

Klamidia dan gonore adalah jenis PMS yang paling umum yang terjadi dan menyebabkan ketidaknyamanan di daerah panggul dan alat kelamin.

Adakah diagnosis terhadap kondisi tersebut?

Perlu diketahui, pemeriksaan sinar-X tidak dianjurkan selama kehamilan. Karena itu, biasanya dokter akan melakukan diagnosis melalui pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Pemeriksaan USG dapat membantu melihat ruang di antara tulang panggul.

Namun, lebih umumnya dokter akan membuat diagnosis nyeri pada tulang kemaluan berdasarkan gejala saja. Apabila kamu sudah melahirkan dan masih merasa sakit maka rontgen berupa tes diagnostik merupakan pilihan terbaik yang tersedia.

Bagaimana cara mengatasi nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan?

Meskipun nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan biasanya dapat menghilang, namun terdapat beberapa perawatan yang bisa kamu dapatkan. Perawatan untuk mengurangi rasa nyeri pada tulang kemaluan, antara lain sebagai berikut:

1. Gunakan penyangga panggul

Untuk mengurangi nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan, cobalah untuk menstabilkan panggul sebanyak yang kamu bisa melalui pengikat persalinan. Pengikat ini juga dapat membantu meredakan nyeri pada punggung.

Penelitian menunjukkan bahwa sabuk atau pengikat fleksibel bekerja sangat baik. Alat ini dapat pula membantu mencegah cedera lebih lanjut karena panggul yang kurang stabil.

2. Terapi fisik atau akupuntur

Sebelum melakukan terapi fisik atau akupuntur untuk mengatasi rasa nyeri pada tulang kemaluan, tanyakan terlebih dahulu dengan dokter. Perawatan akupuntur mungkin dapat membantu dalam jangka panjang.

Meskipun menghabiskan banyak waktu, namun terapi ini bisa dikatakan sepadan. Mintalah juga nasihat terapis atau ahli akupuntur tentang apa yang bisa kamu lakukan di rumah.

3. Hindari pemicu rasa sakit

Nyeri tulang kemaluan pasca melahirkan bisa dikurangi dengan menghindari situasi yang memicu rasa sakit. Beberapa situasi yang dimaksud, seperti duduk untuk memakai celana atau mengayunkan kedua kaki secara bersamaan.

Sebaiknya, hindari pula berdiri dalam waktu yang cukup lama. Jika kau harus berdiri, maka kenakanlah sepatu yang sesuai dan coba untuk bergerak atau berpindah dari satu kaki ke kaki lainnya.

4. Konsumsi obat-obatan

Terkadang, obat pereda nyeri bisa membantu mengatasi nyeri tulang panggul setelah melahirkan. Namun, penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter karena beberapa analgesik dikontraindikasikan pada kehamilan dan menyusui.

5. Tempelkan bantalan pemanas atau kompres es

Rasa nyeri di tulang kemaluan dapat diredakan dengan menempelkan bantalan pemanas atau kompres es. Jika kamu menggunakan bantal pemanas, pastikan untuk tidak menempelkannya selama lebih dari 10 menit.

6. Lakukan latihan

Seorang fisioterapis dapat memberikan terapi manual untuk memastikan bahwa persendian di panggul, tulang belakang, dan pinggul bergerak normal. Selain itu, fisioterapis juga mungkin menawarkan latihan untuk memperkuat otot-otot di dasar panggul, punggung, perut, dan pinggul.

Salah satu bentuk latihan yang direkomendasikan adalah hidroterapi, atau latihan di dalam air. Berada di dalam air diketahui dapat membantu menghilangkan stres dari persendian dan memungkinkan kamu bergerak lebih mudah.

Baca juga: Mengenal Tahap-tahap Pembukaan Lahiran, Mulai dari Kontraksi sampai Persalinan!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 12 April 2021. What Is Symphysis Pubis Dysfunction?
  2. Very Well Family (2020), diakses 12 April 2021. Pubic Bone Pain in Pregnancy
  3. What to Expect (2020), diakses 12 April 2021. Symphysis Pubis Dysfunction (SPD) During Pregnancy
    register-docotr