Melahirkan

Moms Wajib Tahu! Ini 7 Gangguan Kesehatan yang Bisa Terjadi Setelah Melahirkan

February 17, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tak hanya ketika hamil, bagi kamu yang baru saja melahirkan sebaiknya lebih waspada karena bisa juga timbul beberapa jenis gangguan kesehatan pada tubuh.

Dengan mengetahui gejala awalnya, Moms pun bisa lebih waspada dan cepat memutuskan untuk konsultasi guna mendapatkan perawatan tepat.

Berikut beberapa gangguan kesehatan yang mungkin Moms alami setelah melewati proses melahirkan!

Jenis-jenis gangguan kesehatan setelah melahirkan 

Melansir penjelasan laman Mayo Clinic, setelah melahirkan rata-rata para ibu akan lebih fokus merawat bayi ketimbang diri sendiri. Tetapi sayangnya hal itu berisiko dapat memengaruhi kondisi fisik.

Berikut ini beberapa gangguan kesehatan setelah melahirkan yang perlu Moms ketahui seperti dilansir laman Web MD:

1. Pendarahan yang berlebihan

Pendarahan postpartum adalah penyebab kematian seorang ibu paling umum saat melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi karena rahim gagal berkontraksi dengan benar setelah plasenta dilahirkan, atau karena robekan di rahim, leher rahim atau vagina. 

Setelah bayi dan plasenta lahir, kamu akan dipantau untuk memastikan rahim berkontraksi sebagaimana mestinya.

Alternatif lain umumnya bidan atau dokter akan memijat rahim untuk membantu berkontraksi, atau diberi hormon sintetis yang disebut oksitosin untuk membantu merangsang kontraksi. 

Jika masih terjadi pendarahan hebat, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan panggul untuk menemukan penyebab perdarahan, dan tes darah untuk menguji infeksi dan anemia.

Apabila Moms mengalami beberapa gejala ini, sangat dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter:

  • Aliran darah tidak melambat dan terus mengeluarkan gumpalan besar atau darah merah setelah 3-4 hari
  • Aliran darah melambat lalu tiba-tiba mulai menjadi lebih deras atau kembali merah cerah setelah sebelumnya sudah lebih gelap
  • Mengalami nyeri atau kram yang signifikan seiring dengan peningkatan aliran darah

2. Infeksi

Saat melahirkan, bayi akan melewati lubang vagina dan sering kali membutuhkan jahitan. Namun apabila Moms melahirkan dengan cara operasi caesar, akan ada jahitan di bagian perut. 

Bagian-bagian luka terbuka tersebut yang sangat berisiko terjadi infeksi. Selain itu, beberapa wanita juga mengalami infeksi lain, seperti infeksi saluran kemih, ginjal, atau vagina setelah lahir.

Segera lakukan pemeriksan ke dokter apabila Moms mengalami beberapa gejala berikut:

  • Rasa sakit terus meningkat
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil

3. Inkontinensia urine

Inkontinensia urine juga menjadi salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada wanita setelah melahirkan.

Kondisi ini umumnya terjadi pada ibu yang melahirkan normal. Hal ini membuat Moms tidak bisa mengontrol buang air kecil saat tertawa, batuk, bersin, dan gerakan mendadak lainnya. 

Kondisi ini bisa terjadi karena otot dasar panggul yang menopang kandung kemih menjadi lemah.

Baca juga: Penting, Ini Cara Melakukan Senam Kegel Sederhana dan Beragam Manfaatnya!

4. Mastitis

Kondisi di mana peradangan pada payudara yang membuat menjadi bengkak disebut mastitis. Hal ini bisa disebabkan karena jaringan payudara luka atau terkena infeksi, yang umumnya hanya terjadi di salah satu bagian payudara. 

Awalnya payudara hanya lecet, berwarna kemerahan, atau teraba hangat. Namun lama-lama, Moms mungkin akan demam, menggigil, tidak enak badan, dan mengalami gejala lain seperti flu. 

Apabila Moms mengalami gejala tersebut, bisa segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Cara lain mengatasinya bisa juga dengan mengompres payudara yang sakit dengan kompres dingin untuk meredakan nyeri.

5. Baby blues

Saat kamu mengalami perasaan sedih dan senang dalam satu waktu, atau merasa lebih menangis dari biasanya pada minggu-minggu setelah melahirkan itu adalah hal yang normal. 

Kebanyakan wanita mengalami beberapa bentuk baby blues. Tetapi bila gejala ini berlangsung lebih dari beberapa pekan atau sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, hal itu sudah bisa dikatakan sebagai depresi pascapersalinan.

6. Infeksi ginjal

Infeksi ginjal juga dapat terjadi setelah melahirkan hal itu karena bakteri menyebar dari kandung kemih, gejalanya seperti: 

  • Frekuensi buang air kecil lebih sering
  • Demam tinggi
  • Perasaan mual secara umum
  • Nyeri di punggung bawah atau samping
  • Sembelit
  • Nyeri saat buang air kecil.

Setelah infeksi ginjal didiagnosis, antibiotik baik intravena atau oral biasanya diresepkan. Pasien dianjurkan agar banyak minum cairan dan diminta untuk memberikan sampel urine pada awal dan akhir pengobatan. Ini dilakukan untuk menyaring bakteri yang tersisa.

Pastikan untuk melaporkan demam yang tidak dapat dijelaskan yang terjadi pada minggu-minggu awal setelah melahirkan ke dokter. Ini bisa jadi tanda infeksi setelah melahirkan.

7. Nyeri perineum

Bagi wanita yang melahirkan secara normal, nyeri di perineum (area antara rektum dan vagina) cukup umum terjadi. Jaringan lunak ini mungkin meregang atau robek saat melahirkan, menyebabkan bengkak, memar, dan nyeri. 

Ketidaknyamanan ini juga dapat diperburuk oleh episiotomi, sayatan yang terkadang dibuat di perineum selama persalinan untuk menjaga agar vagina tidak robek.

Saat tubuh pulih dalam minggu-minggu setelah melahirkan, ketidaknyamanan akan berkurang. Kamu bisa mengurangi rasa nyerinya dengan cara kompres dingin. Bisa juga dengan air hangat yang dioleskan ke area dengan botol semprot atau spons.

Penting juga untuk menyeka dari depan ke belakang setelah buang air besar. Tujuannya untuk menghindari infeksi kuman dari rektum ke perineum.

Kapan harus periksa ke dokter?

Seperti penjelasan dari laman Web MD, waspadai selalu adanya perubahan yang tidak biasa pada tubuh pada minggu-minggu setelah melahirkan. Hubungi dokter jika mengalami salah satu gejala berikut: 

  • Pendarahan vagina lebih berat dari periode normal
  • Nyeri yang meningkat atau terus-menerus di area vagina atau perineum
  • Demam lebih dari 37,5 derajat Celcius
  • Sakit payudara saat disentuh
  • Nyeri, bengkak atau nyeri di kaki
  • Batuk atau nyeri dada
  • Nyeri saat buang air kecil, atau keinginan buang air kecil yang terus-menerus dan tiba-tiba
  • Mual dan muntah
  • Merasa tertekan, kurang tertarik pada bayi, atau memiliki pikiran serta halusinasi untuk bunuh diri

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 16 Februari 2021. Postpartum complications: What you need to know
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 16 Februari 2021. Postpartum Complications: Symptoms and Treatments
  3. Webmd.com (2000) diakses pada 16 Februari 2021. Postpartum Problems
  4. Ncbi.nlm.nih.gov (2008) diakses pada 16 Februari 2021. Postpartum Physical Symptoms in New Mothers: Their Relationship to Functional Limitations and Emotional Well-being 
    register-docotr