Melahirkan

Mencukur Rambut Kemaluan Sebelum Melahirkan, Perlu atau Tidak?

May 22, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menjelang proses persalinan, bumil pasti ingin mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, misalnya saja persiapan fisik sebelum menjalani proses persalinan. Namun, apakah juga perlu untuk mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan?

Baca juga: Ini Hal-Hal yang Wajib Diketahui Saat Melahirkan Bayi Prematur, Moms!

Perlukah mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan?

Pada dasarnya mencukur rambut kemaluan merupakan pilihan masing-masing individu. Akan tetapi, Dr Cate Bell, seorang bidan di Sussex sekaligus praktisi hypnobirthing menyarankan untuk tidak mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan.

Sebab, hal tersebut justru dapat meningkatkan risiko infeksi, terlebih lagi jika kamu akan menjalani prosedur C-section atau operasi Caesar.

Sebagian orang percaya bahwa mencukur rambut kemaluan sebelum operasi dapat mengurangi kemungkinan infeksi. Namun, tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa hal tersebut benar adanya.

Bahkan, menurut tinjauan terhadap studi mengenai mencukur rambut kemaluan dan melahirkan tidak menemukan bukti bahwa mencukur rambut kemaluan membuat kecil kemungkinannya terkena infeksi.

Senada dengan hal tersebut, sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Hospital Infection juga tidak menemukan adanya risiko infeksi yang menurun dari mencukur rambut kemaluan sebelum operasi.

Bagaimana dengan tanggapan ahli?

Dayna Freedman, seorang dokter kandungan mengatakan bahwa mencukur rambut kemaluan sebelum persalinan memang pernah dianggap dapat mengurangi tingkat infeksi.

Akan tetapi, ia menambahkan, “Uji coba kontrol acak telah menunjukkan tidak ada penurunan infeksi dengan pencukuran rambut dan, pada kenyataannya, telah menunjukkan sedikit peningkatan dengan pencukuran”.

Baca juga: Hal-hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan saat Menunggu Pembukaan Persalinan

Hal yang perlu diperhatikan jika ingin mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa, mencukur rambut kemaluan sebelum persalinan merupakan sebuah pilihan. Sebagian, wanita mungkin saja merasa tidak nyaman jika tidak mencukur rambut kemaluan terlebih dahulu sebelum proses persalinan.

Namun, perhatikanlah waktu untuk mencukur rambut kemaluan. Dikutip dari laman Mom Junction, mencukur rambut kemaluan tidak boleh dilakukan dalam kurun waktu tujuh hari sebelum jadwal persalinan, baik jika kamu akan melahirkan secara normal atau caesar.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari infeksi akibat luka pencukuran di kulit, yang mana dapat menarik bakteri masuk pada kulit. Akan lebih baik, jika kamu tetap ingin mencukur rambut kemaluan sebelum melahirkan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Cara mencukur rambut kemaluan yang aman sebelum melahirkan

Jika kamu ingin mencukur rambut kemaluan di rumah sebelum melahirkan, ada beberapa hal yang juga perlu kamu perhatikan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai cara mencukur rambut kemaluan yang aman di rumah.

1. Membersihkan alat cukur

Sebelum membersihkan alat cukur, penting bagi kamu untuk memilih alat cukur yang tepat terlebih dahulu. Sebaiknya, pilihlah alat cukur manual dibandingkan dengan elektrik. Sebab, baik gerakan atau jangkauan alat cukur manual bisa kamu atur sendiri.

Kemudian, bersihkan alat atau pisau cukur sebelum digunakan. Kamu bisa melakukannya dengan merendam alat cukur ke dalam disinfektan sekitar 10 menit.

Membersihkan alat cukur sebelum digunakan penting untuk dilakukan. Sebab, jika kebersihan alat cukur tidak terjaga, ini justru dapat menyebabkan infeksi.

2. Membersihkan area sebelum mencukur

Baik jika kamu mencukur semua rambut kemaluan atau hanya sekadar merapikannya sedikit, kamu harus membersihkan kulit terlebih dahulu. Kamu dapat membersihkan area kulit dengan menggunakan air hangat.

3. Oleskan krim cukur

Sebelum proses mencukur dilakukan, penting bagi kamu untuk menjaga kelembapan kulit. Kamu dapat mengoleskan krim cukur terlebih dahulu. Sebaiknya, pilihlah produk khusus untuk area kewanitaan. Mengoleskan krim cukur dilakukan untuk melindungi kulit dari iritasi akibat pisau cukur.

4. Perhatikan cara mencukur

Sebaiknya, pangkas rambut kemaluan terlebih dahulu sebelum kamu mencukurnya. Ini dilakukan untuk memudahkan proses mencukur.

Tak hanya itu, ini juga dapat membuatmu melihat arah pertumbuhan rambut dengan lebih jelas, sehingga akan membantu mencegah terjadinya kecelakaan akibat mencukur. Setelahnya, kamu dapat mencukur rambut kemaluan sesuai dengan arah pertumbuhan rambut.

Perlu kamu ketahui bahwa mencukur rambut kemaluan dengan arah yang berlawanan dari arah pertumbuhan rambut dapat berpotensi menimbulkan luka akibat pisau cukur dan iritasi lainnya. Kemudian, setelah proses mencukur dilakukan, bersihkan area vagina.

Itulah beberapa informasi mengenai mencukur rambut kemaluan sebelum proses persalinan. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar persiapan proses melahirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Baby Centre (2019). Diakses pada 18 Mei 2021. Should I wax or shave before giving birth? (Video) 

Cochrane Library (2014). Diakses pada 18 Mei 2021. Routine perineal shaving on admission in labour (Review) 

Healthline (2018). Diakses pada 18 Mei 2021. How to Trim Your Pubic Hair: 10 Techniques to Try

Mom Junction (2020). Diakses pada 18 Mei 2021. Shaving When Pregnant: Should You Shave Your Pubic Hair? 

Science Line (2016). Diakses pada 18 Mei 2021. Should you shave your pubic hair before giving birth? 

Today’s Parent (2019). Diakses pada 18 Mei 2021. Why you shouldn’t shave down there before labour 

NIH (2015). Diakses pada 18 Mei 2021. Preoperative hair removal and surgical site infections: network meta-analysis of randomized controlled trials 

    register-docotr