Kesehatan Wanita

Ini Lho Makanan Penyebab Kista yang Sebaiknya Kamu Hindari

May 22, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kista merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan benjolan berisi cairan, udara, atau zat. Kista bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah infeksi. Akan tetapi, adakah makanan yang bisa menjadi penyebab timbulnya kista?

Baca juga: Makanan Pantangan Kista Payudara yang Perlu Dihindari, Wanita Wajib Tahu!

Apa itu kista?

Seperti yang sudah diketahui bahwa kista adalah benjolan seperti kantung dari jaringan membran yang berisi cairan, udara, ataupun zat padat. Kista dapat muncul di mana saja pada bagian tubuh atau di bawah kulit. Kista dapat memiliki ukuran yang sangat kecil hingga besar.

Sebagian besar kista bersifat jinak atau non-kanker. Namun, pada beberapa kasus kista juga dapat bersifat kanker atau prakanker. Perlu kamu ketahui bahwa kista bukanlah merupakan bagian normal dari jaringan tempatnya berada.

Kista memiliki membran yang berbeda dan dipisahkan dari jaringan di dekatnya. Kista sendiri terdiri dari beberapa jenis, salah satu kista yang paling umum adalah kista ovarium.

Sebelum mengetahui makanan penyebab kista, ketahui dulu gejalanya

Tanda dan gejala kista sangat bergantung pada jenis kista. Dalam kebanyakan kasus, gejala utamanya adalah benjolan yang tidak normal, terutama ketika kista berada tepat di bawah kulit.

Kista internal, seperti halnya yang terjadi di ginjal atau hati mungkin saja tidak selalu menimbulkan gejala dan mungkin tidak terlihat hingga tes pencitraan seperti magnetic resonance imaging (MRI) atau computerised tomography (CT Scan) mendeteksinya.

Apabila kista berkembang di otak, ini bisa menimbulkan gejala tertentu seperti sakit kepala. Sedangkan, jika kista terjadi di payudara, terkadang ini bisa menimbulkan rasa nyeri.

Penyebab kista

Kista dapat terjadi di mana saja pada bagian tubuh. Seringkali kista disebabkan oleh infeksi. Adapun beberapa penyebab lain dari kista yang perlu diketahui di antaranya adalah:

  • Tumor
  • Faktor genetik
  • Kelainan pada perkembangan embrio
  • Ketidaknormalan pada sel
  • Kondisi peradangan yang berlangsung kronis
  • Penyumbatan yang terjadi pada saluran di tubuh yang menyebabkan penumpukan cairan
  • Parasit
  • Cedera yang merusak pembuluh darah

Baca juga: Agar Tak Semakin Parah, Jauhi Makanan Pantangan Endometriosis Ini!

Adakah makanan yang dapat menjadi faktor penyebab kista?

Pada dasarnya, tidak ada makanan yang berhubungan langsung dengan terjadinya kista. Namun, pola makan tertentu dapat memengaruhi perkembangannya.

Misalnya saja dalam kasus kista ovarium, asupan nutrisi dapat memengaruhi fungsi ovarium dan hormon yang mengatur sistem reproduksi.

Selain itu, pola makan juga berperan dalam penanganan polycystic ovary syndrome (PCOS), yakni sindrom klinis yang ditandai dengan obesitas, menstruasi tidak teratur, kadar hormon yang tidak normal, dan pembentukan kista multiple pada ovarium.

Apa saja makanan atau minuman faktor penyebab kista yang perlu dihindari?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa makanan tidak berhubungan langsung menyebabkan kista. Akan tetapi, ada beberapa makanan yang dikatakan dapat mengurangi risiko tingkat keparahan kista dan beberapa sebaiknya harus dihindari.

Adapun beberapa makanan faktor penyebab kista yang sebaiknya dihindari oleh pengidap kista di antaranya adalah:

1. Daging merah

Dikutip dari laman Live Science, bukti awal menunjukkan bahwa pola makan tertentu dapat meningkatkan risiko berkembangnya kista di ovarium. Maka dari itu, makanan faktor penyebab kista ini perlu dihindari.

Misalnya saja, daging merah dan keju dapat meningkatkan risiko jenis kista ovarium tertentu. Sementara itu, mengonsumsi sayuran hijau memiliki efek perlindungan. Demikian menurut studi yang diterbitkan dalam European Journal of Obstetrics, Gynecology and Reproductive Biology.

2. Karbohidrat dan makanan olahan

Karbohidrat atau makanan olahan seperti roti tawar, kentang, makanan yang dibuat dari tepung putih, kue kering, muffin, atau bahkan makanan manis juga sebaiknya dihindari.

Sebab, makanan tersebut dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin, yang mana dapat berpengaruh jika kamu memiliki PCOS.

Dibandingkan dengan mengonsumsi makanan tersebut, sebaiknya konsumsilah makanan berserat tinggi, protein tanpa lemak, serta makanan antiinflamasi, seperti tomat.

3. Makanan dengan kandungan garam yang tinggi

Makanan dengan kandungan garam yang tinggi juga sebaiknya dibatasi konsumsinya jika kamu memiliki polycystic kidney disease (PKD). PKD sendiri adalah kondisi yang bisa menyebabkan penumpukan kista di ginjal.

Mengonsumsi terlalu banyak sodium dapat meningkatkan tekanan darah. Bagi penderita PKD, tekanan darah yang tinggi dapat mempercepat perkembangan penyakit serta berisiko mempercepat kerusakan ginjal.

4. Minuman berkafein

Selain makanan, penderita kista tertentu juga sebaiknya menghindari minuman berkafein. Misalnya saja pada kasus kista payudara. Kafein sendiri sebenarnya tidak menyebabkan kista payudara dan juga tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara kafein dan kanker payudara.

Akan tetapi, sebagian wanita melaporkan bahwa gejala nyeri pada payudara mereda ketika mereka berhenti mengonsumsi kafein atau mengurangi jumlah konsumsi kafein.

Itulah beberapa informasi mengenai makanan penyebab kista yang sebaiknya dihindari. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kista, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthgrades (2020). Diakses pada 18 Mei 2021. 7 Diet Tips for Polycystic Kidney Disease 

Healthline (2019). Diakses pada 18 Mei 2021. 11 Home Treatments for Ovarian Cyst Symptoms 

Live Science. Diakses pada 18 Mei 2021. Are There Foods to Avoid With Ovarian Cysts? 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 18 Mei 2021. Breast cysts: What role does caffeine play? 

Medical News Today (2020). Diakses pada 18 Mei 2021. What to know about cysts 

NIH (2003). Diakses pada 18 Mei 2021. Diet and risk of seromucinous benign ovarian cysts

    register-docotr