Kehamilan

Viral Anak Kembar Dilahirkan dengan Selisih Waktu 6 Tahun, Kok Bisa?

November 24, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Anak kembar biasanya diketahui lahir dalam waktu berdekatan, misalnya hitungan menit atau jam. Namun, beda ceritanya dengan pasangan suami istri asal Jawa Timur yang bisa mempunyai anak kembar dengan selisih kelahiran hingga enam tahun.

Kok bisa? Bagaimana penjelasan medisnya? Agar tak bingung, simak ulasan lengkapnya berikut ini, yuk!

Kejadian anak kembar beda enam tahun

Setelah lama tak mendapat momongan, Aisyah Fiyanti dan Rifki, pasangan suami istri asal Sumenep, Jawa Timur, memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung pada akhir 2015. Melalui prosedur frozen embryo transfer (FET), Aisyah memiliki anak kembar yang lahir dalam waktu yang berbeda.

Pada 2015, anak pertama dilahirkan. Enam tahun berikutnya, yaitu pada 2021, anak kedua juga hadir di dunia ini. Meski terlahir dalam waktu yang terpaut cukup jauh, keduanya tetap masuk kategori anak kembar. Ini semua berdasarkan prosedur yang dijalaninya.

Program FET yang dimulai pada 2015 itu menghasilkan 10 embrio. Tiga embrio pertama dimasukkan ke dalam rahim Aisyah, sayangnya keguguran. Dua embrio lalu dimasukkan kembali ke dalam rahim, dan berhasil berkembang menjadi janin.

Enam tahun berikutnya, prosedur yang sama dilakukan dan lahirlah anak kedua.

Mengenal frozen embryo transfer

Menurut penjelasan dr. Boy Abidin, SpOG(K), dokter spesialis kandungan, frozen embryo transfer adalah prosedur di mana embrio yang dibekukan akan dicairkan kembali untuk dimasukkan ke dalam rahim.

Embrio yang sudah ditanamkan tersebut diharapkan tetap bisa hidup dan berkembang menjadi janin. Saat sudah berkembang menjadi janin, proses kehamilan akan dimulai.

Berapa lama embrio bisa dibekukan?

Belum diketahui secara pasti berapa lama embrio bisa dibekukan. Namun, pada kasus bayi Molly Everette Gibson asal Amerika Serikat yang lahir pada 2020, embrionya sudah dibekukan sejak 1992.

Menurut Barry Behr, pakar kebidanan dan ginekologi di Stanford University Medical Center, lama penyimpanan embrio dalam proses pembekuan tidak terbatas oleh waktu. Meski begitu, tetap ada risiko kerusakan embrio yang disebabkan oleh faktor tertentu.

Misalnya, radiasi ion dari matahari bisa dengan mudah mencapai embrio yang dibekukan jika tidak disimpan dalam tempat yang tepat.

Apakah selalu bisa menjadi kehamilan?

Sebagian orang mungkin meragukan efektivitas frozen embryo transfer dalam menghasilkan kehamilan. Faktanya, tingkat keberhasilan mendapat kehamilan dari prosedur tersebut sama besarnya dengan proses alami dari embrio “segar” yang baru berkembang.

Meski, kondisi itu mungkin akan berbeda-beda pada setiap wanita, karena dipengaruhi oleh faktor kesehatan masing-masing.

Sebuah publikasi yang terbit di Perpustakaan Universitas Indonesia menyebutkan, faktor yang dimaksud di antaranya apakah ada masalah pada ovarium atau tidak dan kemungkinan masalah kesuburan pada pria.

Selain itu, setiap kali embrio dibekukan, dicairkan, lalu dibekukan kembali, tingkat keberhasilan kehamilan juga bisa menurun.

Keunggulan frozen embryo transfer

Dibanding transfer “embrio segar” pada program bayi tabung, frozen embryo transfer dinilai punya banyak keunggulan, di antaranya:

  • Proses pemulihan rahim yang lebih cepat
  • Meminimalkan risiko kehamilan seperti persalinan prematur, preeklampsia (peningkatan tekanan darah dan bocornya protein dalam urine), dan berat badan bayi rendah saat lahir
  • Lebih hemat biaya jika ingin melakukan siklus ulang.

Baca juga: Sperma Bertahan di Luar Tubuh, Apakah Bisa Bikin Hamil?

Risiko yang mungkin bisa terjadi

Meski jarang terjadi, prosedur transfer embrio tetap punya risiko, di antaranya adalah hamil di luar kandungan (ektopik) dan infeksi. Kehamilan ganda (atau anak kembar) di satu waktu juga bisa terjadi.

Selain itu, frozen embryo transfer juga bisa menyebabkan bayi lahir cacat. Meski, risikonya tidak lebih tinggi dari prosedur transfer “embrio segar” pada proses bayi tabung.

Frozen embryo transfer masih memiliki beberapa risiko komplikasi, seperti sindrom hiperstimulasi ovarium (stimulasi berlebihan dari ovarium) serta muncul bercak, rasa kram, dan ketidaknyamanan pada organ reproduksi.

Nah, itulah ulasan tentang frozen embryo transfer yang menjadi faktor kelahiran anak kembar jeda enam tahun di Sumenep, Jawa Timur. Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini, konsultasikan lebih dulu dengan dokter kandungan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

register-docotr