Kehamilan

Mau Coba Bayi Tabung? Cari Tahu Hal-hal yang Pengaruhi Keberhasilan Program Ini!

April 1, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bayi tabung menjadi salah satu alternatif yang ditawarkan dunia medis untuk kamu yang sulit mendapat momongan. Meskipun demikian, prosedur yang satu ini belum pasti berhasil, lho! Ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan program bayi tabung.

Baca juga: Senjata Pamungkas untuk Punya Momongan, Ini Proses Bayi Tabung yang Harus Kamu Ketahui!

Seperti apa prosedur bayi tabung?

Bayi tabung atau in vitro fertilisation (IVF) adalah proses pembuahan yang dilakukan di luar rahim. Jadi, sel telur akan diambil dari ovarium dan dibuahi oleh sperma di dalam laboratorium.

Selanjutnya sel telur yang sudah dibuahi ini akan dikembalikan ke rahim pihak perempuan untuk tumbuh dan berkembang di sana.

Prosedur ini bisa dilakukan menggunakan sel telur kamu atau sperma pasangan, atau bisa saja sel telur dan sperma dari donor.

Faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan bayi tabung?

Sukses atau tidaknya program bayi tabung yang kamu jalani dipengaruhi berbagai faktor. Beberapa faktor kecil kemungkinan bisa diintervensi, sementara yang lainnya bisa kamu tingkatkan dengan gaya hidup sehat.

Faktor-faktor tersebut adalah:

Usia

Keberhasilan untuk mendapatkan momongan lewat bayi tabung dengan sel telur sendiri akan lebih besar pada perempuan yang memiliki usia lebih muda. 

Itu sebabnya, laman resmi National Health Service (NHS) menyebut prosedur ini lebih direkomendasikan pada perempuan yang berusia di bawah 42 tahun. Lebih dari usia itu, peluang keberhasilannya sangat rendah.

Selama periode 2014-2016, NHS mencatat presentase keberhasilan bayi tabung hingga lahir sebesar:

  • 29 persen pada perempuan di bawah 35 tahun
  • 23 persen pada perempuan usia 35-37 tahun
  • 15 persen pada perempuan berusia 38-39 tahun
  • 9 persen pada perempuan berusia 40-42 tahun
  • 3 persen pada perempuan berusia 43-44 tahun
  • 2 persen pada perempuan berusia lebih dari 44 tahun

Status embrio

Kondisi atau status embrio yang dipindahkan juga memengaruhi keberhasilan kehamilan bayi tabung.

Situs kesehatan mayoclinic menyebut embrio yang sudah lebih berkembang ketika dipindahkan ke rahim lebih berpeluang sukses hingga lahir ketimbang embrio yang belum berkembang atau baru di hari kedua atau ketiga.

Meskipun demikian, tidak semua embrio berhasil melewati proses perkembangan di luar rahim, lho!

Riwayat reproduksi

Perempuan yang sebelumnya sudah pernah melahirkan lebih memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi menggunakan prosedur bayi tabung ketimbang perempuan yang belum pernah melahirkan.

Peluang keberhasilan pun cenderung lebih kecil dimiliki oleh perempuan yang sebelumnya beberapa kali mencoba menggunakan prosedur bayi tabung tetapi tidak kunjung berhasil.

Penyebab tidak subur

Bayi tabung pada dasarnya menjadi alternatif bagi pasangan yang memiliki masalah fertilitas atau kesuburan. Berikut ini adalah masalah kesuburan yang dapat ditangani dengan prosedur bayi tabung:

  • Endometriosis
  • Jumlah sperma yang sedikit
  • Adanya masalah di rahim atau tuba falopi
  • Adanya masalah saat ovulasi
  • Masalah antibodi yang memengaruhi sperma atau sel telur
  • Sperma tidak bisa melakukan penetrasi atau bertahan di lendir serviks
  • Kualitas sel telur yang rendah
  • Penyakit genetik dari ayah atau ibu
  • Masalah fertilitas yang tidak diketahui penyebabnya

Meskipun demikian, beberapa kondisi masalah kesuburan juga memengaruhi peluang untuk bayi tabung berhasil. Misalnya, jika kamu memiliki suplai sel telur yang normal, peluang kamu hamil dengan prosedur ini akan lebih tinggi. 

Selain itu, jika kamu memiliki masalah endometriosis yang berat akan memiliki peluang hamil yang lebih kecil ketimbang masalah infertilitas dengan penyebab yang tidak pasti.

Pengaruh gaya hidup

Gaya hidup sehat juga memengaruhi keberhasilan kamu hamil dengan prosedur bayi tabung. Sebab, peluang keberhasilan lebih kecil pada perempuan yang merokok. 

Merokok bisa mengurangi kemungkinan keberhasilan hingga 50 persen. Gaya hidup yang satu ini pun bisa memperbesar kemungkinan keguguran, lho!

Selain itu, obesitas juga bisa mengurangi kemungkinan kamu hamil dan melahirkan dengan prosedur ini. Hindari juga konsumsi alkohol, obat-obatan, kafein yang berlebihan serta beberapa obat-obatan ketika kamu hendak mencoba prosedur ini.

Demikianlah berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan dari prosedur bayi tabung. Selalu jaga kesehatan organ reproduksi dan terapkan gaya hidup sehat, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Mayoclinic, diakses 31 Maret 2021. In vitro fertilization (IVF)
  2. NHS, diakses 31 Maret 2021. Overview: IVF
  3. VeryWellFamily, diakses 31 Maret 2021. The Chances for IVF Pregnancy Success
    register-docotr