Kehamilan

Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Jamu? Ini Jawabannya!

January 25, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Jamu merupakan salah satu minuman tradisional yang terbuat dari berbagai rempah alami. Namun, meski terbuat dari bahan alami, apakah aman jamu untuk ibu hamil ?

Selama kehamilan, Moms harus lebih memerhatikan apa yang Moms konsumsi karena apa yang ibu konsumsi pasti akan ikut memengaruhi perkembangan janin.

Lalu bagaimana sih aturan aman mengonsumsi jamu untuk ibu hamil? Berikut pembahasan lengkapnya untuk Moms!

Apakah ibu hamil boleh minum jamu?

Melansir modul Asuhan Kebidanan Kehamilan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, minum jamu adalah kebiasaan yang berisiko untuk ibu hamil karena belum semua bahan dan cara membuat jamu serta dosis terstandar.

Menurut standar konsep pengobatan tradisional, minum jamu dibenarkan dan diperbolehkan dengan syarat zat-zat atau bahan yang yang digunakan sudah terbukti efektif.

Baca Juga : Bahayakah Mengalami Alergi saat Hamil? Simak Penjelasan Lebih Lengkapnya!

Risiko bahaya jamu untuk ibu hamil

Jamu yang sering dikonsumsi ibu hamil adalah jamu gendong dan juga jamu dalam bentuk serbuk.

Bahayanya jamu untuk ibu hamil adalah apabila ada endapan dapat menyebabkan air ketuban keruh. Kondisi ini berisiko menyebabkan bayi sulit bernapas dan menyebabkan asphyxia pada saat lahir.

Masih dari modul terbitan Kemenkes, sebuah penelitian di Banten menunjukkan bahwa ibu hamil yang minum jamu mempunyai risiko 7 kali melahirkan bayi asphyxia.

Melansir WebMD, sebuah ulasan yang diterbitkan dalam Obstetrics & Gynecology mengamati 74 studi yang mencakup 47 produk herbal secara keseluruhan.

Seperti halnya pengobatan konvensional, produk herbal dapat menimbulkan efek samping. Dalam ulasan tersebut, beberapa yang lebih umum adalah mual, sakit kepala, perubahan usus dan pusing.

Ramuan daun raspberry misalnya bisa sebabkan mulut kering, mulas dan sakit kepala. Lalu jahe bisa sebabkan reaksi kulit dan sakit kepala akibat konsumsi fenugreek.

American Pregnancy juga mencatat minuman herbal mungkin mengandung zat yang dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, kontraksi rahim, atau cedera pada janin. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengukur efek berbagai herbal pada wanita hamil atau janin.

Baca Juga : Tips Mengatasi Mulut Pahit saat Hamil yang Aman Dilakukan

Bahan jamu yang harus dihindari ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya tidak minum jamu cabe puyang karena mempunyai efek menghambat kontraksi uterus sehingga mengakibatkan his lemah pada saat persalinan.

Kunyit juga dilarang terutama kalau belum mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) karena kunyit mempunyai efek abortivum.

Berikut beberapa bahan lain yang seharusnya ibu hamil hindari konsumsi secara oral:

  • Lidah buaya
  • Ginseng (Amerika dan Korea)
  • Evening Primrose
  • Feverfew
  • Kava Kava
  • Senna

Jamu yang aman untuk ibu hamil

Jika Moms ingin mengonsumsi minuman seperti jamu yang aman untuk si Kecil, coba beberapa minuman herbal dengan bahan berikut ini:

  • Jahe, bahan ini dapat membantu meredakan mual dan muntah atau morning sickness pada ibu hamil
  • Oat dan oat straw, bahan ini kaya akan kalsium dan magnesium; membantu meredakan kecemasan, kegelisahan, dan iritasi kulit
  • Daun raspberry merah, bahan ini kaya zat besi. Ramuan ini juga membantu mengencangkan rahim, meningkatkan produksi ASI, mengurangi mual, dan meredakan nyeri persalinan

Tips aman minum jamu untuk ibu hamil

Mengingat kandungan jamu yang masih banyak belum terstandar dengan baik, maka Moms harus lebih berhati-hati sebelum mengonsumsinya.

Berikut beberapa tips aman mengonsumsi jamu yang bisa Moms lakukan:

1. Konsultasikan dengan dokter atau bidan

Sebelum Moms memilih untuk mengonsumsi jamu jenis tertentu, pastikan sudah melakukan konsultasi pada dokter atau bidan yang menangani kehamilan Moms.

Moms bisa tanyakan apa saja jamu yang boleh dan tidak boleh Moms konsumsi berdasarkan trimester kehamilan.

2. Cek di situs BPOM

Jika Moms membeli jamu dalam bentuk kemasan, Moms bisa langsung melakukan pengecekan langsung produk tersebut di situs resmi BPOM.

Apabila produk tersebut sudah terdaftar di situs tersebut, bisa dibilang produk tersebut sudah lolos uji BPOM. Tapi, lagi-lagi Moms harus pastikan produk tersebut menuliskan apakah dia aman untuk ibu hamil atau tidak.

3. Membuat jamu sendiri di rumah

Dengan membeli jamu gendong atau jamu kemasan di sembarang tempat, Moms tidak pernah tahu seperti apa standar kebersihan dan kesehatan produk tersebut.

Maka cara amannya adalah dengan membuat jamu sendiri di rumah dengan pemilihan bahan terbaik dan dengan standar kebersihan yang baik.

Tapi Moms harus membuat jamu sesuai konsultasi dengan dokter kandungan dulu, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar jamu untuk ibu hamil? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

American Pregnancy. Diakses pada 20 Januari 2021. Herbs and Pregnancy

Pregnancy, Birth, and Baby. Diakses pada 20 Januari 2021. Herbal teas during pregnancy and breastfeeding

WebMD. Diakses pada 20 Januari 2021. Study: Avoid Using Herbal Products in Pregnancy

Kemenkes RI. Diakses pada 20 Januari 2021. Modul Asuhan Kebidanan Kehamilan

    register-docotr