Diabetes

Mie Instan untuk Penderita Diabetes, Apakah Aman Dikonsumsi?

January 25, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mie instan adalah makanan yang populer di seluruh dunia. Namun di balik harganya yang murah, ada banyak kontroversi tentang aspek kesehatan makanan ini. Salah satunya tentang apakah mie instan aman untuk dikonsumsi penderita diabetes atau tidak?

Artikel ini akan menelusuri mengenai hal tersebut, termasuk aturan jika ternyata penderita diabetes diperbolehkan mengonsumsi makanan ini.

Baca juga: Mengenal 5 Fakta tentang “Fenomena Fajar” Pada Penderita Diabetes

Penelitian tentang mie instan dan diabetes

Dilansir dari Diabetes.Uk, penelitian menunjukkan ada kaitan erat antara mie instan dengan kasus diabetes tipe 2 pada wanita. Dalam studi itu, para peserta diminta menyelesaikan 63 kuesioner tentang pola makan yang dirasa sesuai dengan keseharian mereka.

Hasilnya ditemukan dua pola makan utama, yakni yang berisi makanan kaya akan ikan, sayur, buah, kentang, dan nasi. Lalu pola yang kedua terdiri dari banyak asupan daging, minuman bersoda, makanan yang digoreng, dan makanan cepat saji termasuk mie instan.

Menariknya, ditemukan fakta bahwa perempuan yang mengonsumsi mie instan dua kali seminggu atau lebih, 68 persen lebih lebih mungkin mengembangkan intoleransi glukosa, atau ketidakmampuan tubuh dalam mengubah gula menjadi energi.

Apakah mie instan aman untuk dikonsumsi penderita diabetes?

Mie instan termasuk dalam kelompok makanan biji-bijian dan bertepung. Sehingga cenderung mengandung karbohidrat tinggi dan bisa menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat.

Mengonsumsinya secara rutin tidak hanya bisa menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes, tapi juga membuat kamu mengalami kelebihan berat badan.

Ini sangat tidak disarankan karena seorang penderita diabetes harus senantiasa mengontrol berat badannya agar kadar gula darah selalu normal.

Adapun beberapa faktor lain yang menjadi alasan mengapa mie instan tidak baik dikonsumsi oleh penderita diabetes di antaranya adalah:

Tinggi sodium

Dilansir dari Baerdiabetesapp, jumlah sodium di dalam sebungkus mie instan adalah hampir dua kali lipat dari kadar asupan sodium yang direkomendasikan untuk penderita diabetes.

Perlu diketahui, terlalu banyak mengonsumsi zat ini bisa menyebabkan kamu rentan terkena tekanan darah tinggi, yang berujung pada komplikasi penyakit diabetes.

Tepung olahan

Secara umum tepung yang menjadi bahan dasar mie instan memiliki indeks pati yang tinggi.

Ditambah dengan kandungan karbohidrat yang juga cukup tinggi, ini akan membuat penderita diabetes yang mengonsumsi mie instan mengalami peningkatan gula darah secara cepat.

Baca juga: Kenali Penyebab Gula Darah Tinggi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Aturan makan mie instan untuk penderita diabetes

Penderita diabetes memang tidak boleh makan mie instan terlalu sering. Namun ini bukan berarti kamu sama sekali tidak bisa mengonsumsinya.

Ya, dilansir dari Healthyseating, penderita diabetes tetap dapat menikmati mie instan sebagai bagian dari pola makan sehat mereka. Hanya saja perlu ada penyesuaian porsi, dan beberapa hal lain berikut ini.

Pilih mie berbahan dasar biji-bijian utuh

Biji-bijian utuh mengandung lebih banyak serat daripada biji-bijian olahan. Selain bisa memperlambat penyerapan gula, yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Serat juga dapat membantu menurunkan kolesterol, meningkatkan rasa kenyang, dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

Jadi pilihlah mie berbahan gandum atau biji-bijian utuh lainnya, agar kadar gula darahmu tidak cepat naik setelah memakan mie instan. Ini termasuk pasta yang terbuat dari biji quinoa, mie beras merah, dan sejenisnya.

Jangan masak terlalu lama

Jenis mie yang kamu makan dan seberapa lama kamu memasaknya sangat berpengaruh terhadap kadar glukosa darah. Semakin lama kamu merebus mie, maka semakin besar risiko gula darah di dalam tubuh mengalami kenaikan.

Merebus mie sampai sedikit keras, akan memberi nilai glikemiks indeks yang sedikit. Ini bermakna pengaruh karbohidrat terhadap kenaikan gula darahmu akan menjadi lebih rendah.

Jangan lupa seimbangkan juga menu mie instan dengan asupan nutrisi lain. Tambahkan sayuran kukus, protein tanpa lemak, dan lemak tak jenuh agar mie menjadi semakin sehat.

Perhatikan porsi

Makan mie instan dalam porsi besar akan membuat tubuh menggunakan lebih banyak insulin dan menyebabkan penambahan berat badan.

Jadi usahakan untuk tidak makan mie instan terlalu banyak. Kamu bisa membatasinya misalkan dengan memakan 1/3 mangkok mie instan yang dimasak dalam satu kali makan.

Ini akan memberi kamu 58 kalori, 2 gram protein, 12 gram karbohidrat, dan 1 sampai 2 gram serat. Jadi kamu tetap bisa menikmati mie, tanpa harus takut mengalami kenaikan gula darah secara signifikan.

Masih punya pertanyaan lain seputar penyakit diabetes? Ayo, konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami yang terpecaya siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Are Instant Noodles Bad for You?, https://www.healthline.com/nutrition/instant-noodles#TOC_TITLE_HDR_10 diakses pada 18 Januari 2021

Instant noodles linked to type 2 diabetes in women, https://www.diabetes.co.uk/news/2014/aug/instant-noodles-linked-to-type-2-diabetes-in-women-93477810.html diakses pada 18 Januari 2021

Do Noodles Increase Blood Sugar?, https://healthyeating.sfgate.com/carrots-blood-sugar-level-10512.html diakses pada 18 Januari 2021

Can we eat Maggi or other instant noodles in diabetes?, https://beatdiabetesapp.in/can-we-eat-maggi-or-other-instant-noodles-in-diabetes/ diakses pada 18 Januari 2021

Can Diabetics Eat Noodles, https://healthyeating.sfgate.com/can-diabetics-eat-noodles-1656.html diakses pada 18 Januari 2021

Can Diabetics Eat Noodles, https://healthfully.com/314628-can-diabetics-eat-noodles.html diakses pada 18 Januari 2021

    register-docotr