Kehamilan

Jahitan Operasi Caesar Terbuka, Ini Tindakan yang Harus Kamu Lakukan!

March 13, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pada sebagian wanita mungkin memiliki pengalaman proses persalinan dengan operasi caesar demi keselamatan ibu dan bayinya. Namun terkadang, jahitan caesar terbuka terjadi tanpa disadari.

Nah, berikut ini tanda-tanda dan cara mengatasi jahitan caesar terbuka yang perlu kamu perhatikan ya, Moms. 

Apa itu operasi caesar? 

Operasi caesar (C-section) adalah prosedur pembedahan yang digunakan untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim.

Operasi caesar mungkin direncanakan sebelumnya jika kamu mengalami komplikasi kehamilan atau pernah menjalani operasi caesar sebelumnya, serta tidak mempertimbangkan kelahiran pervaginam setelah operasi caesar (VBAC). 

Beberapa wanita mungkin akan menjalani proses penyembuhan jahitan operasi caesar dengan baik, tetapi beberapa di antaranya juga ada yang mengalami jahitan caesar terbuka di tengah proses penyembuhan.

Penyebab jahitan caesar terbuka 

Melansir penjelasan dari laman Healthline, berikut penyebab jahitan bisa terbuka atau pecah karena beberapa alasan:

Tegang dan stres

Terkadang terlalu banyak tekanan pada perut dapat menyebabkan jahitan kendur atau robek. Alasan lain juga bisa disebabkan karena membawa barang bawaan yang berat, menaiki banyak anak tangga, atau mencoba berolahraga terlalu dini setelah operasi caesar. 

Ketika OB-GYN mengatakan untuk tidak mengangkat apa pun yang massanya lebih berat daripada bayi selama masa pemulihan sebaiknya patuhi dengan benar. 

Proses penyembuhan operasi yang buruk

Terkadang tubuh tidak sembuh sebagaimana mestinya. Penyembuhan luka yang buruk dapat terjadi karena faktor genetik atau kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya diabetes atau obesitas bisa mempengaruhi penyembuhan luka.

Hal ini dapat menyebabkan penyembuhan yang tidak merata atau menyebabkan sayatan terpisah dan terbuka.

Nekrosis

Tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen ke area tersebut juga dapat menyebabkan penyembuhan luka yang buruk.

Dalam beberapa kasus, sel kulit di tepi tempat sayatan bisa mati karena tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.

Kondisi tersebut dinamakan sebagai nekrosis. Sel-sel mati tidak dapat tumbuh dan bergabung bersama untuk menyembuhkan luka yang menyebabkan pembukaan sayatan bedah caesar.

Infeksi

Infeksi di tempat sayatan bedah caesar akan memperlambat atau menghentikan penyembuhan dengan benar. Infeksi dapat terjadi dari bakteri atau kuman jenis lain.

Meskipun mendapatkan antibiotik tepat sebelum operasi merupakan perawatan standar, kamu biasanya tidak mendapatkan antibiotik setelah operasi caesar standar.

Saat mengalami infeksi, tubuh akan terlalu sibuk melawan kuman, sehingga tidak dapat menyembuhkan area tersebut dengan baik pada saat yang bersamaan.

Apa yang harus dilakukan saat jahitan caesar terbuka?

Seperti dilansir dari laman Healthline, perawatan untuk mengatasi jahitan caesar yang terbuka tergantung pada titik lokasinya dan sebaiknya segera lakukan pemeriksan ke dokter.

Jika bekas jahitan yang di luar terbuka, dokter akan memberikan suntikan lokal untuk membuat area tersebut mati rasa dan kemudian mengangkat kulit atau jaringan di sekitarnya. Kemudian area yang baru dibuka akan dijahit kembali.

Namun apabila kamu mengalami infeksi atau sel kulit mati di sekitar area tersebut, operasi caesar harus dibersihkan lebih jauh sebelum dapat ditutup kembali.

Pada tingkat paling parah, kamu mungkin perlu menjalani operasi untuk menutup jahitan yang terbuka ini. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, rahim mungkin perlu diangkat jika sudah sangat rusak atau terinfeksi. Operasi untuk mengatasi jahitan yang terbuka disebut histerektomi.

Baca juga: Prosedur Operasi Caesar dan Kisaran Biayanya

Cara mencegah terbukanya jahitan caesar

Kamu tidak selalu dapat mencegah terbukanya jahitan caesar atau komplikasi lain, tetapi tindakan pencegahan dapat membantu saat kamu dalam proses penyembuhan dan pemulihan.

Berikut beberapa tips cara mencegah jahitan caesar tersebut seperti penjelasan dari Healthline:

  • Istirahat yang cukup selama beberapa minggu pertama.
  • Dapatkan nutrisi yang tepat, termasuk banyak buah dan sayuran.
  • Hindari mengangkat atau mendorong apapun yang lebih berat dari bayi.
  • Hindari berdiri terlalu lama.
  • Hindari olahraga berat.
  • Hindari memakai pakaian ketat.
  • Gunakan penyangga postur yang tepat untuk perut saat duduk atau berbaring.
  • Hindari seks selama 4 hingga 6 minggu, atau lebih lama jika kamu merasa tidak sanggup.
  • Hindari menggosok atau menekan area jahitan operasi. 
  • Jika mengalami konstipasi, mintalah obat pencahar. Mengejan dapat memperburuk rasa sakit dan memberi tekanan pada area operasi caesar.
  • Jaga kebersihan area operasi caesar dengan mengganti perban sesuai kebutuhan. 

Selain langkah-langkah di atas, olahraga ringan seperti jalan-jalan pendek atau peregangan dapat membantu menjaga aliran darah. Lebih banyak darah dan oksigen ke area tersebut bagus untuk penyembuhan keseluruhan setelah operasi caesar.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2020) diakses pada 3 Maret 2021. Signs That Your C-Section Incision Is Reopening and Needs Medical Attention
  2. Verywellhealth.com (2020) diakses pada 3 Maret 2021. What to Do If a Surgical Wound Starts to Open
  3. Mayoclinic.org (2020) diakses pada 3 Maret 2021. C-section 
    register-docotr