Kehamilan

3 Faktor yang Bisa Menunjang Keberhasilan Promil, Apa Saja?

May 25, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bagi pasangan yang ingin cepat mendapat momongan, program hamil atau promil bisa menjadi pilihan. Namun, dalam menjalankan promil, kamu dan pasangan tetap harus memerhatikan sejumlah faktor pendukungnya.

Lantas, apa saja faktor yang bisa menunjang kesuksesan promil? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Baca juga: Agar Berhasil, Ini Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Program Hamil!

Tips sukses menjalankan promil

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar promil bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari memerhatikan proses ovulasi, menerapkan gaya hidup sehat, hingga pemeriksaan medis untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit yang bisa menghambat promil.

1. Perhatikan ovulasi

Ovulasi adalah salah satu faktor paling penting dalam promil. Sebab, pada periode tersebut, potensi pembuahan sel telur oleh sperma bisa meningkat. Tanpa proses pembuahan, kehamilan akan sulit terjadi.

Apa itu ovulasi?

American Pregnancy Association (APA) menjelaskan, ovulasi terjadi ketika sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium, lalu didorong menuju tuba fallopi. Di sini, sel telur sudah siap untuk dibuahi. Bagi wanita yang tidak sedang hamil, ovulasi ditandai dengan menstruasi.

Ovulasi merupakan periode ‘paling subur’ bagi wanita. Panjang siklus haid normal berlangsung sekitar 28 hingga 32 hari. Kebanyakan wanita berovulasi antara hari ke-11 dan ke-21 dari siklus tersebut.

Ovulasi sendiri hanya berlangsung 12 hingga 48 jam, tapi kamu tetap dalam ‘masa subur’ sampai tujuh hari setelah itu.

Kenapa penting untuk mengetahui waktu ovulasi?

Seperti yang telah disebutkan, ovulasi adalah waktu ketika sel telur dilepaskan dari ovarium dan siap untuk dibuahi. Artinya, potensi pembuahan menjadi lebih tinggi saat sperma memasuki tuba fallopi dalam periode ini.

Dengan begitu, peluang untuk hamil lebih mungkin terjadi. Seks di waktu ovulasi sangat disarankan untuk pasangan yang sedang menjalankan promil.

Cara mengetahui waktu ovulasi

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi. Salah satunya adalah dengan mengenali ciri-cirinya, seperti keluar bercak ringan kemerahan dari vagina (spotting), nyeri di satu sisi perut, kembung, terasa sakit di area payudara, hingga peningkatan libido.

Selain itu, masih ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi, yaitu dengan:

  • Sistem kalender, yaitu memantau siklus menstruasi secara rutin. Cara ini tidak efektif jika siklus haid tidak teratur.
  • Buat grafik suhu basal tubuh. Suhu basal adalah temperatur ketika tubuh beristirahat atau sebelum mulai beraktivitas. Peningkatan suhu basal setiap harinya bisa menjadi indikasi dari ovulasi.
  • Gunakan alat prediksi ovulasi. Mirip seperti tes kehamilan, alat pendeteksi ovulasi bekerja dengan menganalisis urine untuk mencari hormon luteinizing (LH). Lonjakan kadar LH menandakan kamu akan berovulasi 12 hingga 36 jam ke depan.
  • Gunakan alat pemantau kesuburan. Alat pelacak kesuburan berupa gelang bekerja dengan memantau suhu di permukaan kulit, denyut nadi, laju pernapasan, dan metrik lainnya saat kamu tidur.

2. Faktor gaya hidup

Selain mengetahui kapan terjadinya ovulasi, gaya hidup sehat juga berperan penting dalam pelaksanaan promil. Mulai dari menjaga berat badan hingga mengelola stres dengan baik.

Pengaruh gaya hidup sehat terhadap fertilitas

Menurut sebuah publikasi yang terbit di Journal of Reproductive Biology and Endocrinology, pola hidup sehat sangat berpengaruh pada kesuburan atau fertilitas seseorang. Bukan cuma wanita, tapi juga pria.

Hal tersebut berhubungan dengan hormon dan berbagai aspek penting yang dapat menunjang proses pembuahan sebelum terjadinya kehamilan.

Pola hidup sehat untuk program hamil

Ada banyak hal terkait pola hidup yang perlu diperhatikan jika sedang menjalani promil. Dikutip dari laman University of Sydney, berikut gaya hidup yang sebaiknya diterapkan jika ingin segera mendapat momongan:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, termasuk sayuran serta buah-buahan segar
  • Olahraga rutin tapi tidak berlebihan
  • Penuhi asupan harian asam folat
  • Jangan merokok atau menjadi perokok pasif
  • Hindari konsumsi alkohol, sebelum dan selama promil berlangsung
  • Kurangi asupan kafein
  • Kelola stres dengan baik
  • Kontrol berat badan agar tetap ideal
Mengapa penting menjaga berat badan ideal?

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan masalah pada kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Pada pria, obesitas dapat berdampak buruk pada hormon yang berkaitan dengan produksi sperma. Sedangkan pada wanita, kelebihan berat badan bisa mengganggu proses ovulasi.

Mengapa stres dapat memengaruhi kesuburan?

Saat sedang stres, tubuh lebih banyak memproduksi hormon kortisol. Meningkatnya hormon tersebut bisa mengganggu keseimbangan hormon lainnya, seperti testosteron (pada pria), serta estrogen dan progesteron (pada wanita).

Hormon tersebut sangat berpengaruh pada produksi sperma (pada pria) dan proses ovulasi (pada wanita). Pada pria, stres bisa berdampak lebih buruk dari yang dibayangkan, karena kuantitas dan kualitas sperma dapat menurun drastis.

3. Faktor biologis

Faktor terakhir yang patut diperhatikan dalam promil adalah kondisi biologis. Penting untuk memeriksakan diri agar mengetahui apakah ada gangguan medis yang bisa menghambat proses pembuahan.

Kondisi medis yang dapat memengaruhi kesuburan

Ada berbagai kondisi medis yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan atau fertilitas, baik pada pria maupun wanita. Pada pria, kondisi medis tersebut meliputi:

  • Kualitas air mani dan sperma yang buruk, misalnya sperma yang terlalu sedikit, pergerakan yang kurang lincah, hingga bentuk sperma yang tidak normal
  • Adanya masalah pada testis, seperti infeksi, kanker, atau komplikasi dari prosedur bedah
  • Cedera testis
  • Hormon testosteron yang rendah

Sedangkan pada wanita, kondisi medis yang dapat berdampak buruk pada kesuburan meliputi:

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Gangguan tiroid
  • Masalah pada lendir serviks
  • Fibroid atau miom, yaitu munculnya jaringan non-kanker di dalam atau sekitar rahim
  • Endometriosis, yaitu kondisi saat lapisan rahim bernama endometrium tumbuh di tempat lain seperti ovarium
  • Penyakit radang panggul

Kapan harus periksa ke dokter saat mau promil?

Dikutip dari Parents, tiga bulan sebelum berencana hamil, ada baiknya kamu dan pasangan memeriksakan diri ke dokter. Ini untuk pemeriksaan kondisi biologis dan mengecek apakah ada penyakit tertentu yang bisa menghambat proses promil itu sendiri.

Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan?

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk menentukan apakah ada penyakit atau kondisi medis tertentu yang dapat menghambat kehamilan, di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan fisik, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, jantung, tekanan darah, kondisi panggul, hingga keadaan vagina serta leher rahim dan rahim itu sendiri
  • Pemeriksaan laboratorium, seperti tes urine (untuk mendeteksi kadar gula), tes darah (deteksi infeksi menular seksual dan cek kondisi komponen darah), hingga pap smear (mengambil sampel sel dari serviks untuk deteksi kemungkinan penyakit pada organ reproduksi)
  • Tes pemindaian untuk memantau kondisi organ reproduksi, misalnya USG untuk memeriksa kondisi rahim, ovarium, dan bagian lainnya
  • Tes sperma untuk memeriksa bentuk, jumlah, dan kelincahannya

Nah, itulah berbagai faktor yang perlu diketahui saat kamu menjalani program hamil. Bicarakan dengan dokter kapan waktu yang tepat untuk memulai promil, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 24 Mei 2021, Planning for Pregnancy | Preconception Care
  2. Baby Center, diakses 24 Mei 2021, Preconception checkup: Why you need one and what to expect.
  3. WebMD, diakses 24 Mei 2021, Your Prepregnancy Checkup – WebMD.
  4. NHS UK, diakses 24 Mei 2021, Planning your pregnancy.
  5. NHS UK, diakses 24 Mei 2021, Infertility causes.
  6. Today’s Parent, diakses 24 Mei 2021, What tests you need before trying to get pregnant
  7. Parent, diakses 24 Mei 2021, 20 Things All Couples Should Do Before Getting Pregnant.
  8. University of Sydney, diakses 24 Mei 2021, How healthy lifestyle choices can improve your fertility.
  9. American Pregnancy Association, diakses 24 Mei 2021, What is Ovulation?
  10. NCBI, diakses 24 Mei 2021, Lifestyle factors and reproductive health: taking control of your fertility.
  11. CNET, diakses 24 Mei 2021, How to track ovulation to get pregnant (or avoid pregnancy).

    register-docotr