Baby Blues Bukan Cuma Terjadi pada Ibu, Tapi juga Ayah, Seperti Apa?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Baby blues adalah hal yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan. Dilansir dari Healthline, 80 persen ibu yang baru saja melahirkan mengalami baby blues. Namun tahukah Moms, baby blues pada ayah juga bisa terjadi lho.

Sebelum lebih jauh membahas baby blues pada ayah, yuk kenali dulu apa itu baby blues. Berikut penjelasan selengkapnya untuk Moms.

Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Baby Blues dan Depresi Post Partum!

Apa itu baby blues?

Baby blues mengacu pada kondisi sementara yang umumnya terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan. Kondisi tersebut bisa berupa perubahan suasana hati yang tak menentu, kecemasan dan juga stres.

Baby blues pada ibu baru melahirkan biasanya terjadi setelah beberapa hari melahirkan. Tidak ada penyebab pasti dari kondisi ini, namun dikaitkan dengan perubahan hormon yang ekstrem pada ibu yang baru melahirkan.

Kondisi ini bisa bertahan selama beberapa hari. Bahkan hingga dua pekan. Jika mengalami baby blues lebih lama dari dua pekan atau beberapa bulan, sebaiknya lakukan konsultasi. Kemungkinan Moms mengalami postpartum depression atau depresi pasca melahirkan.

Lalu seperti apa baby blues pada ayah?

Tidak berbeda dengan ibu yang mengalami baby blues, ayah juga merasa adanya perubahan suasana hati setelah memiliki anak. Namun terdapat beberapa perbedaan penyebab antara yang terjadi pada ayah dan ibu.

Jika baby blues pada ibu dikaitkan dengan kondisi perubahan hormon yang ekstrem, bagaimana jika terjadi pada ayah? Banyak faktor yang menyebabkan baby blues pada ayah. Namun beberapa yang paling umum adalah:

  • Rasa takut menjadi ayah
  • Khawatir akan tanggung jawab baru
  • Takut akan kehilangan kebebasan
  • Masalah keuangan
  • Atau stres karena bertambahnya pengeluaran setelah memiliki anak.

Beberapa masalah lain seperti kurang tidur, kelelahan serta konflik peran gender juga bisa memengaruhi terjadinya baby blues. Selain itu, para ayah juga sulit untuk mengungkapkan perasaannya.

Pria merasa dirinya memiliki batasan tertentu untuk mengungkapkan perasaannya. Apalagi jika lingkungan di sekitar terbiasa menganggap pria harus bisa menghadapi masalah apapun.

Ketika ayah yang mengalami baby blues menyimpan perasaan tersebut, justru akan menambah beban pikiran dan stres. Lebih menyedihkan bila kondisi baby blues pada ayah dibiarkan, bisa berubah menjadi depresi. Ini seperti depresi pascamelahirkan.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi baby blues pada ayah?

Berbeda pada ibu yang mengalami baby blues, yang mudah menangis atau segera mencari bantuan, pria cenderung lebih tertutup. Hal tersebut juga disampaikan oleh Sara Rosenquist, seorang psikolog, seperti dilansir dari Webmd.

“Wanita cenderung menunjukkan rasa sedih dan menangis, sementara pria cenderung merasa tersinggung dan terpisah dari lingkungan sosial,” ucapnya. Ayah yang mengalami baby blues tidak terbuka. Sehingga pilihan untuk membantunya adalah adanya dukungan dari teman-temannya.

Seberapa umum baby blues pada ayah?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pria cenderung tidak mencari bantuan medis ketika merasakan baby blues. Sehingga saat diketahui kondisinya sudah memasuki fase depresi.

Sebuah studi menemukan bahwa depresi di kalangan ayah baru meningkat sebanyak 68 persen di lima tahun kehidupan pertama anak. Hal ini juga diperkuat oleh fakta yang diungkap seorang ahli.

“Faktanya, satu dari empat ayah baru di Amerika Serikat mengalami depresi, yang berarti 3.000 ayah yang mengalami depresi setiap hari. Wajar jika ayah membutuhkan bantuan saat mereka menjadi ayah,” kata Will Courtenay, PhD, LCSW, dilansir dari parents.com.

Saat sudah memasuki tahap depresi pascamelahirkan, ayah mungkin menunjukkan ciri-ciri:

  • Kesedihan, lekas marah atau emosi yang meledak-ledak
  • Perasaan tidak berharga
  • Kehilangan minat pada seks atau aktivitas yang biasanya membuat mereka senang
  • Terlibat dalam perilaku berisiko seperti menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan, perjudian, atau berhubungan di luar nikah
  • Sesak napas.

Kondisi ini akan bertahan hingga berbulan-bulan dan akan berdampak serius jika tidak ditangani secara medis. Karena akan memengaruhi emosional ayah dan mengganggu kehidupan sosialnya.

Baca Juga: Merasa Sedih Setelah Melahirkan? Bisa Jadi Tanda Baby Blues, Ini Gejalanya

Bagaimana cara mengatasinya?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membangun kesadaran pada sang ayah bahwa dirinya mengalami baby blues. Bahkan dalam tahap yang sudah parah mungkin mengalami depresi pascamelahirkan.

Kemudian, hal berikutnya adalah bisa dengan mengajaknya mencari tahu jika hal tersebut adalah wajar dan bisa saja dialami olehnya. Saat ini ada beberapa situs layanan yang membahas kondisi depresi setelah melahirkan untuk ayah.

Dengan membacanya dapat memberikan gambaran tentang kondisi yang dialaminya. Kemudian, secara sadar, ayah bisa mencari bantuan dengan bertemu dengan dokter atau ahli kejiwaan untuk mengatasi masalah ini.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Healthline, diakses 5 Oktober 2020
Everything You Need to Know About Postpartum Depression
Webmd, diakses 5 Oktober 2020
New Dads Can Get the Baby Blues, Too
Parents.com, diakses 5 Oktober 2020
Why We Need to Talk More About Male Postpartum Depression
Babycenter.com, diakses 5 Oktober 2020
Can men get the baby blues?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin