7 Jenis Alat Kontrasepsi untuk Wanita, Mana yang Paling Aman?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Tahukah kamu, ternyata jenis alat kontrasepsi untuk wanita tidak hanya pil dan juga suntik lho. Seperti diketahui, alat kontrasepsi adalah metode atau perangkat yang digunakan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seks.

Ada berbagai jenis kontrasepsi yang bisa kamu pilih. Setiap jenis alat kontrasepsi untuk wanita ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan semakin banyak pilihan, kamu bisa menentukan mana yang sesuai kebutuhan dan kenyamanan.

7 Jenis alat kontrasepsi untuk wanita

Lalu, apa saja jenis alat kontrasepsi untuk wanita ini? Langsung saja simak daftarnya di bawah ini.

1. Pil KB

Kita mulai dari yang paling umum dulu yakni pil KB. Bentuknya kecil dan biasanya dikonsumsi secara harian. Pilnya sendiri ada beberapa jenis, ada yang mengandung 2 hormon yakni estrogen dan progesteron.

Ada juga yang hanya mengandung 1 hormon saja yakni hormon progesteron. Untuk mendapat hasil maksimal pil ini harus dikonsumsi di waktu yang sama setiap harinya.

Cara kerja pil KB

Pil KB ini mampu mencegah ovarium melepaskan telur setiap bulan (ovulasi). Selain itu, pil juga memberikan efek:

  • Mengentalkan lendir di leher rahim, sehingga lebih sulit bagi sperma untuk menembus rahim dan mencapai sel telur
  • Menipiskan lapisan rahim, sehingga sedikit kemungkinan telur yang dibuahi ditanamkan ke dalam rahim dan tumbuh

Kelebihan pil KB

  • Bila diminum dengan benar, pil ini lebih dari 99 persen efektif mencegah kehamilan
  • Tidak berpengaruh pada kegiatan seks
  • Beberapa pil juga mampu meredakan nyeri haid yang kerap terjadi pada wanita

Kekurangan pil KB

  • Jika lupa meminum pil di waktu yang seharusnya, efektivitas bisa menurun
  • Tidak cocok untuk wanita yang tidak bisa mengonsumsi obat mengandung estrogen
  • Tidak bisa melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS)

2. Suntik KB

Selain pil, KB dalam bentuk suntik juga sangat populer di Indonesia. Jenis suntik KB juga ada beberapa. Ada yang untuk mencegah kehamilan selama 1 bulan.

Ada juga yang digunakan untuk mencegah kehamilan selama 3 bulan. Jadi periode penyuntikannya tergantung jenis mana yang kamu pilih.

Cara kerja suntik KB

Suntik KB mampu melepaskan hormon progesteron ke dalam aliran darah dan mencegah pelepasan sel telur setiap bulan (ovulasi). 

Selain itu, ia juga mampu mengentalkan lendir serviks, yang membuat sperma sulit bergerak melalui serviks.

Suntik KB juga bisa mengencerkan lapisan rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi lebih kecil kemungkinannya untuk tertanam dan tumbuh di rahim.

Kelebihan suntik KB

  • Jika digunakan dengan benar, injeksi kontrasepsi lebih dari 99 persen efektif
  • Ini sangat berguna bagi wanita yang sulit mengingat untuk minum pil pada waktu yang sama setiap hari
  • Bermanfaat bagi wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen
  • Tidak perlu memikirkan kontrasepsi setiap hari atau setiap kali kamu berhubungan seks selama periode kamu mendapat suntikan, entah 1 atau 3 bulan

Kekurangan suntik KB

  • Efek sampingnya bisa saja menyebabkan kenaikan berat badan, sakit kepala, perubahan suasana hati, nyeri payudara, dan menstruasi yang tidak teratur
  • Menstruasi kamu mungkin menjadi lebih tidak teratur, lebih berat, lebih pendek, lebih ringan, atau berhenti sama sekali
  • Diperlukan waktu hingga 1 tahun agar kesuburan kamu kembali normal setelah masa injeksi habis, jadi suntik KB mungkin tidak cocok jika kamu ingin memiliki bayi dalam waktu dekat
  • Tidak bisa melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS)

3. Kondom wanita

Kondom wanita. Sumber Foto: https://www.nhs.uk/

Ternyata kondom tidak hanya tersedia untuk pria lho, ada juga kondom yang dibuat untuk wanita. Kondom adalah satu-satunya jenis kontrasepsi yang melindungi kamu dari sebagian besar IMS serta mencegah kehamilan sekaligus.

Kondom wanita terbuat dari lateks atau lateks sintetis yang lembut, tipis. Kondom ini dipakai di dalam vagina untuk mencegah air mani masuk ke rahim.

Cara kerja kondom wanita

Kondom wanita bekerja mencegah kehamilan dengan cara menghentikan sperma bertemu dengan sel telur. Kondom wanita dapat dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan seks.

Namun pastikan penis tidak bersentuhan dengan vagina sebelum kondom dimasukkan. Selalu beli kondom yang memiliki tanda CE atau BSI Kitemark pada bungkusnya. Ini adalah tanda produk tersebut telah diuji dengan standar keamanan yang tinggi.

Kelebihan kondom wanita

  • Jika digunakan dengan benar, kondom wanita efektif 95 persen
  • Mampu melindungi terhadap kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV
  • Tidak mempengaruhi hormon
  • Tidak ada efek samping yang serius

Kekurangan kondom wanita

  • Beberapa pasangan mendapati bahwa memakai kondom mengganggu seks. Untuk menyiasatinya, masukkan terlebih dahulu atau cobalah menjadikannya bagian dari pemanasan
  • Kondom wanita sangat kuat, tetapi bisa pecah atau robek jika tidak digunakan dengan benar.
  • Produknya belum tersedia secara luas seperti kondom pria dan harganya bisa lebih mahal
  • Beberapa orang alergi terhadap kondom lateks

4. Intrauterine Device (IUD)

IUD. Sumber Foto: https://www.health.qld.gov.au/

IUD adalah alat yang terbuat dari plastik dan tembaga berbentuk T kecil yang dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter atau perawat. Alat ini mampu mencegah kehamilan dalam jangka panjang antara 5 sampai 10 tahun.

Cara kerja IUD

IUD mirip dengan sistem intrauterin (IUS) , tetapi bukannya melepaskan hormon progesteron seperti IUS, IUD melepaskan tembaga ke dalam rahim.

Tembaga mampu mengubah tekstur lendir serviks, yang membuatnya lebih sulit bagi sperma untuk mencapai sel telur dan bertahan hidup. IUD juga mampu menghentikan sel telur yang telah dibuahi untuk dapat menanamkan dirinya sendiri.

IUD juga bisa menjadi alat kontrasepsi darurat yang efektif jika dipasang oleh profesional kesehatan dalam waktu lima hari (120 jam) sejak melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Kelebihan IUD

  • Ketika dimasukkan dengan benar, IUD lebih dari 99 persen efektif
  • Setelah IUD dipasang, ia langsung bekerja
  • Kebanyakan wanita bisa menggunakannya
  • Tidak ada efek samping hormonal, seperti jerawat, sakit kepala, atau nyeri payudara
  • Tidak mengganggu aktivitas seks

Kekurangan IUD

  • Menstruasi mungkin menjadi lebih berat, lebih lama atau lebih menyakitkan, meskipun ini mungkin membaik setelah beberapa bulan
  • Tidak melindungi dari IMS, jadi kamu mungkin perlu menggunakan kondom juga
  • Jika terjadi infeksi ketika memasang IUD, itu dapat menyebabkan infeksi panggul jika tidak diobati
  • Kebanyakan wanita yang berhenti menggunakan IUD melakukannya karena perdarahan dan rasa sakit pada vagina, meskipun efek samping ini jarang terjadi

5. Koyo KB

Koyo KB. Sumber Foto: https://www.nhs.uk/

Jenis alat kontrasepsi untuk wanita yang satu ini mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia.

Koyo KB atau contraceptive patch adalah patch lengket kecil yang melepaskan hormon ke dalam tubuh melalui kulit untuk mencegah kehamilan.

Satu koyo KB bisa digunakan selama 1 minggu. Kamu bisa mengganti koyo setiap minggu selama 3 minggu, lalu libur seminggu tanpa koyo KB. Kamu juga bisa tetap memakainya saat mandi, saat berenang, dan saat berolahraga lho.

Cara kerja koyo KB

Koyo KB mengandung hormon yang sama dengan pil kombinasi yakni estrogen dan progesteron. Ia juga bekerja dengan cara yang sama dengan mencegah pelepasan sel telur setiap bulan (ovulasi).

Cara kerjanya terhadap lendir serviks dan leher rahim juga sama dengan pil KB serta suntik KB.

Kelebihan:

  • Sangat mudah digunakan dan tidak mengganggu seks
  • Bisa membuat haid Anda lebih teratur, lebih ringan, dan tidak terlalu menyakitkan
  • Dapat membantu dengan gejala pramenstruasi
  • Tidak perlu memikirkannya setiap hari, kamu hanya perlu mengingat untuk menggantinya seminggu sekali
  • Dapat mengurangi risiko kanker ovarium, rahim, dan usus
  • Mengurangi risiko fibroid, kista ovarium, dan penyakit payudara non-kanker

Kekurangan:

  • Kemungkinan terlihat orang lain
  • Dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal, dan pegal
  • Tidak melindungi dari IMS
  • Beberapa wanita mendapat efek samping sementara yang ringan ketika mereka pertama kali mulai menggunakan koyo KB. Seperti sakit kepala, sakit (mual), nyeri payudara, dan perubahan suasana hati. Ini biasanya mereda setelah beberapa bulan

6. Susuk KB

Contraceptive implant atau yang kerap disebut susuk KB adalah batang plastik fleksibel kecil yang diletakkan di bawah kulit lengan atas oleh dokter atau perawat untuk cegah kehamilan.

Susuk KB melepaskan hormon progesteron ke dalam aliran darah untuk mencegah kehamilan dan berlangsung selama 3 tahun. Susuk KB bisa sangat efektif dengan angka lebih dari 99 persen.

Cara kerja susuk KB

Implan akan terus melepaskan hormon progesteron ke dalam aliran darah dan mencegah pelepasan sel telur setiap bulan (ovulasi). Ia juga akan mengentalkan lendir serviks dan membuat sulit bagi sperma untuk bergerak melalui serviks.

Susuk KB juga mampu mengencerkan lapisan rahim hingga sel telur yang telah dibuahi lebih kecil kemungkinannya untuk tertanam di dalam rahim.

Kelebihan:

  • Efektif bekerja selama 3 tahun
  • Tidak mengganggu seks
  • Cocok bagi wanita yang tidak cocok dengan kontrasepsi hormon estrogen
  • Aman digunakan saat sedang menyusui
  • Kesuburan akan kembali normal segera setelah susuk dikeluarkan
  • Dapat mengurangi nyeri haid

Kekurangan:

  • Mungkin mengalami efek samping sementara selama beberapa bulan pertama, seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati
  • Haid Anda mungkin tidak teratur atau berhenti sama sekali
  • Memicu keluarnya jerawat
  • Memerlukan prosedur kecil untuk memasang dan melepasnya
  • Tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS)

7. Sterilisasi

Mungkin kamu pernah mendengar prosedur vasektomi atau sterilisasi pada pria. Nah, ternyata wanita juga bisa melakukan tindakan sterilisasi serupa lho.

Saluran tuba falopi akan disumbat atau disegel untuk mencegah sel telur mencapai sperma dan dibuahi. Untuk melakukannya perlu dilakukan prosedur operasi pembedahan.

Kamu mungkin diharuskan mendapat anestesi lokal hingga anestesi umum yang membuat kamu tertidur selama operasi dan akan bangun tetapi tidak merasakan sakit.

Cara kerja sterilisasi

Sterilisasi wanita bekerja dengan cara mencegah telur bepergian ke saluran tuba, yang menghubungkan ovarium ke rahim (rahim).

Ini berarti sel telur wanita tidak bisa bertemu sperma, jadi pembuahan tidak bisa terjadi. Telur masih akan dikeluarkan dari ovarium seperti biasa, tetapi mereka akan diserap secara alami ke dalam tubuh.

Kelebihan:

  • Lebih dari 99 persen efektif mencegah kehamilan
  • Tidak akan mempengaruhi dorongan seks atau mengganggu hubungan seks
  • Tidak akan mempengaruhi kadar hormon 

Kekurangan:

  • Tindakan ini tidak bisa mengembalikan kondisi tubuh seperti semula
  • Tidak melindungi terhadap IMS
  • Meski kecil, kemungkinan gagal tetap ada. Tuba falopi dapat bergabung kembali dan membuat kamu subur lagi
  • Ada risiko komplikasi yang sangat kecil, termasuk pendarahan internal, infeksi, atau kerusakan organ lain
  • Jika kamu hamil setelah operasi, ada peningkatan risiko itu akan menjadi kehamilan ektopik

Untuk menentukan kontrasepsi mana yang cocok dengan kamu, maka bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan khusus KB terdekat ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kontrasepsi wanita? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

NHS. Diakses pada 15 Juni 2020. Your contraception guide.

The Women’s. Diakses pada 15 Juni 2020. Your contraception choices.

Queensland Health. Diakses pada 15 Juni 2020. 9 types of contraception you can use to prevent pregnancy.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin