Penyakit Jantung

Pebulutangkis Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Pertolongan Pertama yang Wajib Dikuasai!

June 15, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kabar duka datang dari dunia bulutangkis Indonesia, salah satu legenda Tanah Air, Markis Kido, meninggal dunia pada Senin (14/6) malam. Dugaan sementara, peraih medali emas Olimpiade 2008 itu meninggal karena serangan jantung.

Serangan jantung memang salah satu kejadian mendadak yang bisa membahayakan nyawa. Namun, kamu bisa memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami hal tersebut untuk meningkatkan peluang hidupnya. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut!

Apa yang terjadi pada Markis Kido?

Markis Kido terkena serangan jantung ketika bermain bulutangkis bersama teman-temannya di GOR Petrolin, Tangerang. Menurut pengakuan Candra Wijaya, rekan sesama atlet yang juga ikut bermain, Kido terjatuh dalam posisi tengkurap di lapangan pada pukul 18.30 WIB.

Rekan-rekannya langsung bergegas memberikan pertolongan dengan cara mendudukkannya, memberikan air, hingga berusaha memompa jantungnya. Kido pun dibawa ke rumah sakit.

Sayangnya, pihak rumah sakit menyatakan bahwa atlet berusia 36 tahun itu sudah mengalami henti napas dan henti jantung saat tiba. Dengan kata lain, Kido dinyatakan meninggal sebelum sempat mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit.

Ini yang dialami tubuh saat terjadi serangan jantung

Serangan jantung terjadi secara tiba-tiba karena otot pada organ tersebut tidak mendapatkan aliran darah dan oksigen yang cukup. Beberapa tanda pada tubuh saat mengalami serangan jantung meliputi:

  • Rasa yang sangat tidak nyaman pada dada
  • Rasa nyeri yang menyebar ke anggota tubuh lain, seperti punggung, leher, gigi, rahang, kedua lengan, dan perut bagian atas
  • Sesak napas luar biasa
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Mual berlebihan
  • Pingsan dan terjatuh (saat kondisi benar-benar memburuk).

Pertolongan pertama untuk serangan jantung

Pertolongan pertama yang tepat bisa meningkatkan peluang orang yang mengalami serangan jantung untuk tetap hidup, setidaknya sampai bantuan medis datang. Berikut pertolongan pertama yang perlu dikuasai ketika ada orang yang terkena serangan jantung:

1. Lakukan panggilan darurat

Hal yang harus dilakukan pertama kali ketika ada orang terkena serangan jantung adalah mencari bantuan medis. Jika di Amerika Serikat ada layanan darurat 911, Indonesia juga punya 112.

Layanan ini milik Kementerian Komunikasi dan Informatika, langsung menghubungkan ke instansi terkait ketika kamu membutuhkan bantuan. Beberapa wilayah atau kabupaten/kota sudah mempunyai layanan ini secara mandiri.

Kamu juga bisa langsung menghubungi nomor telepon rumah sakit terdekat, jika mengetahui.

2. Tetap tenang dan jangan panik

Buat dirimu tetap tenang dan tidak panik saat ada orang terkena serangan jantung. Rasa panik hanya akan membuatmu sulit dalam mengambil keputusan. Kondisi itu dapat memperburuk situasi. Ambil napas dalam-dalam, lalu berpikirlah apa yang harus dilakukan.

3. Bantu untuk berbaring

Beberapa orang menganggap bahwa orang yang terkena serangan jantung perlu dibantu untuk duduk.

Namun, menurut penjelasan dr. Vito A. Damay, ahli jantung dan pembuluh darah Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), orang itu sebaiknya diposisikan berbaring.

Jika perlu, angkat kakinya sekitar 30 sentimeter agar bisa melancarkan aliran balik darah ke jantung. Darah akan menjadi lebih mudah untuk dipompa ke seluruh tubuh, termasuk otak. Ini akan membantu orang yang pingsan untuk cepat sadar secara penuh.

4. Berikan aspirin

Jika orang yang mengalami serangan jantung masih sadar, segera berikan aspirin. Bukan ditelan langsung seperti minum obat pada umumnya, tapi dikunyah. Obat yang dikunyah akan lebih cepat bereaksi di dalam tubuh dan memberikan efek sesegera mungkin.

Aspirin dapat membantu menjaga darah dari pembekuan. Ketika diminum pada saat serangan jantung terjadi, obat ini dapat mengurangi risiko kerusakan organ tersebut.

Untuk orang yang punya riwayat penyakit jantung, dokter biasanya meresepkan aspirin agar bisa digunakan sewaktu-waktu.

5. Lakukan CPR

CPR atau cardiopulmonary resuscitation adalah teknik darurat untuk seseorang yang mengalami kondisi henti napas dan henti jantung.

Tempatkan satu telapak tanganmu di atas telapak yang lain dengan posisi siku lurus. Dorong keras dan cepat di bagian tengah dada (sedikit di bawah puting susu) orang yang sedang terkena serangan jantung. Dorong dengan kecepatan minimal 100 kali per menit.

Baca juga: Mengenal CPR: Teknik Darurat yang Selamatkan Pesepak bola Christian Eriksen saat Kolaps

6. Berikan nitrogliserin

Selain aspirin, orang dengan riwayat gangguan jantung biasanya mempunyai nitrogliserin. Cari obat ini di dalam tasnya ketika orang itu terkena serangan jantung.

Nitrogliserin dapat membantu meredakan rasa nyeri di dada sebelah kiri dengan cara membuka dan memperlebar pembuluh darah, sehingga meringankan kerja jantung.

Nah, itulah ulasan tentang pertolongan pertama untuk seseorang yang terkena serangan jantung. Penting untuk melakukannya secara tepat agar orang yang mengalaminya mempunyai peluang hidup lebih tinggi.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 15 Juni 2021, CPR steps: A visual guide.
  2. Healthline, diakses 15 Juni 2021, Heart Attack.
  3. Red Cross UK, diakses 15 Juni 2021,Learn first aid for someone who may be having a heart attack.
  4. Mayo Clinic, diakses 15 Juni 2021, First aid heart attack.
  5. Health Grades, diakses 15 Juni 2021, First Aid for a Heart Attack: What Should You Do?
  6. Liputan6, diakses 15 Juni 2021, Pertolongan Pertama pada Orang Kena Serangan Jantung, Dokter: Jangan Didudukkan tapi Dibaringkan.
  7. Kompas, diakses 15 Juni 2021, Kronologi Markis Kido Meninggal Dunia, Sempat Terjatuh di Lapangan.

    register-docotr