Penyakit Jantung

Jarang Disadari! Ibu Rumah Tangga Ternyata Bisa Terkena Penyakit Jantung

November 25, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Penyakit jantung masih menjadi salah satu gangguan kesehatan mematikan. Penyakit ini bisa menyerang siapa pun, termasuk ibu rumah tangga. Ya, ibu rumah tangga bisa berpotensi terkena penyakit ini meski diketahui punya aktivitas harian yang rutin.

Lantas, mengapa ibu rumah tangga bisa berisiko terkena penyakit jantung? Apakah dapat dicegah? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut!

Risiko penyakit jantung pada ibu rumah tangga

Menurut penjelasan Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FSCAI, FasCC, dokter spesialis jantung Rumah Sakit Siloam, banyak di antara ibu rumah tangga berpotensi mengalami penyakit jantung, termasuk gagal jantung.

Obesitas adalah salah satu faktor pemicunya. Masih menurut dokter Antonia, ada sekitar 17-18 persen ibu rumah tangga yang mengalami kelebihan berat badan. Kondisi tersebut sangat berkaitan dengan gagal jantung yang bisa muncul melalui berbagai cara.

Obesitas dan penyakit jantung

Obesitas adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Setidaknya ada tiga cara bagaimana obesitas dapat berkontribusi memunculkan gangguan kardiovaskular, yaitu:

  1. Obesitas dapat memicu lonjakan kadar kolesterol jahat dan trigliserida. Di waktu bersamaan, obesitas juga menurunkan kolesterol baik (high-density lipoprotein) yang berfungsi mengontrol kadar kolesterol jahat.
  2. Orang yang kelebihan berat badan butuh lebih banyak darah untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Secara tidak langsung, ini bisa meningkatkan tekanan darah. Perlu diketahui, tekanan darah tinggi adalah penyebab umum serangan jantung.
  3. Obesitas bisa memicu komplikasi seperti diabetes. Menurut American Heart Association, diabetes sangat erat kaitannya dengan penyakit jantung.

Gaya hidup juga berpengaruh

Menurut studi baru-baru ini oleh sejumlah peneliti di Malaysia, ada tren perubahan gaya hidup pada wanita masa kini, terutama ibu rumah tangga dan pensiunan. Ibu rumah tangga cenderung melakukan ‘gaya hidup menetap’ yang mengarah pada pembatasan aktivitas fisik.

Sibuk mengurus rumah dan anak membuatnya tak sempat melakukan olahraga atau kegiatan bersifat aerobik yang dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Fakta ini lebih umum ditemukan pada ibu rumah tangga yang hidup di kota besar atau berpenghasilan rendah.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kematian, Ini 7 Penyebab Penyakit Jantung yang Kamu Harus Tahu

Bagaimana dengan aktivitas fisik yang dilakukan IRT?

Selama ini, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dipercaya bisa minimalkan risiko penyakit jantung. Namun, mengapa ibu rumah tangga tetap berpotensi mengalaminya? Padahal, ada banyak aktivitas rumahan yang dilakukan bergantian, misalnya menyapu lantai dan mencuci baju.

Masih menurut dr. Antonia, tidak semua aktivitas yang melibatkan fisik bisa serta-merta dianggap sebagai olahraga. Kegiatan menyapu dan mencuci misalnya, tidak termasuk dalam kategori olahraga dan tak punya nilai aerobik.

Apalagi, saat ini sudah bermunculan robot atau alat yang bisa membantu untuk membersihkan ruangan.

Beda aktivitas fisik dan olahraga

Seperti yang telah disebutkan, aktivitas seperti menyapu dan mencuci tak bisa dikategorikan sebagai kegiatan aerobik atau olahraga. Aktivitas fisik dan olahraga pun sebenarnya juga berbeda, sehingga tak bisa disamakan begitu saja.

Dikutip dari laman PennState College of Medicine, ada perbedaan mendasar antara aktivitas fisik dan olahraga. Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang melibatkan kerja otot rangka dan energi. Namun, tak semua aktivitas fisik merupakan olahraga.

Sementara olahraga adalah aktivitas fisik yang terencana, terstruktur, dan memiliki tujuan. Tujuannya meningkatkan kebugaran jasmani dan mencegah atau meredakan gangguan kesehatan tertentu.

Bahkan, tidak semua olahraga pun bisa dianggap sebagai aerobik. Aerobik merupakan gerakan berulang dari kelompok otot besar yang dilakukan dalam waktu lebih lama. Misalnya, berjalan, joging, dan bersepeda.

Nah, jalan kaki bisa menjadi olahraga aerobik yang mudah dan praktis dilakukan oleh ibu rumah tangga sebagai pencegahan penyakit jantung. Aktivitas aerobik selama 30-45 menit dalam sehari atau minimal 150 menit dalam seminggu bisa bantu turunkan risiko gangguan kardiovaskular.

Pencegahan penyakit jantung

Selain jalan kaki, ibu rumah tangga juga bisa memerhatikan gaya hidupnya agar terhindar dari penyakit jantung, misalnya dengan:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Konsumsi menu bergizi seimbang serta hindari lemak jenuh atau trans, gula tambahan, dan makanan tinggi garam
  • Kelola stres dengan baik
  • Jika ada indikasi tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi, minumlah obat yang diresepkan oleh dokter secara rutin.

Nah, itulah ulasan tentang risiko penyakit jantung yang belakangan diketahui bisa terjadi pada ibu rumah tangga. Lakukan langkah pencegahan di atas untuk meminimalkan risikonya, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 23 November 2021, Heart disease in women.
  2. Penn Medicine, diakses 23 November 2021, Three Ways Obesity Contributes to Heart Disease.
  3. PennState College of Medicine, diakses 23 November 2021, Exercise vs. Physical Activity.
  4. American Heart Association, diakses 23 November 2021, Losing Weight.
  5. Detik, diakses 23 November 2021, Awas! Risiko Sakit Jantung Mengintai Ibu Rumah Tangga yang Seperti Ini.
  6. NCBI, diakses 23 November 2021, Relationship between Physical Activity and Cardiovascular Risk Factors: A Cross-Sectional Study among Low-Income Housewives in Kuala Lumpur.

    register-docotr