Penyakit Jantung

Kenali Jantung Bengkak: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

May 9, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jantung bengkak adalah kondisi yang harus ditangani dengan segera. Ini dilakukan untuk mencegah komplikasi yang dapat ditimbulkan. Mengatasi jantung bengkak bisa dilakukan dengan beberapa cara, apa saja?

Baca juga: Kamu Wajib Tahu! Ini 8 Cara Mencegah Penyakit Jantung

Mengenal kondisi jantung bengkak

Jantung bengkak (kardiomegali) adalah suatu kondisi di mana jantung berukuran lebih besar dibandingkan dengan ukuran normalnya. Jantung bengkak bukanlah merupakan suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi medis tertentu.

Perlu diketahui bahwa jantung dapat mengalami pembengkakan apabila otot jantung bekerja dengan sangat keras, sehingga terjadi penebalan atau jika bilik jantung melebar. Jantung yang membengkak tidak bisa memompa darah seefisien jantung yang berukuran normal.

Hal tersebut bisa menimbulkan komplikasi yang serius, seperti stroke dan gagal jantung. Pada beberapa kasus, jantung bengkak tidak menimbulkan gejala tertentu, namun jika gejala muncul, ini dapat meliputi:

  • Sesak napas
  • Irama jantung yang tidak teratur (aritmia)
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki akibat penumpukan cairan (edema)
  • Kelelahan
  • Pusing

Sebelum mengetahui cara mengatasi jantung bengkak, ketahui dulu penyebabnya

Jantung bengkak dapat disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan jantung memompa lebih keras dibandingkan dengan biasanya atau kondisi yang merusak otot jantung.

Kondisi jantung bawaan, kerusakan akibat serangan jantung, atau aritmia menjadi beberapa faktor penyebab dari jantung bengkak.

Selain itu, beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan jantung bengkak di antaranya:

1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab umum dari jantung bengkak. Jantung harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan pembesaran atau penebalan pada otot.

2. Penyakit katup jantung

Empat katup yang berada di jantung berfungsi untuk menjaga aliran darah ke arah yang benar. Infeksi atau penyakit jaringan ikat dapat merusak katup jantung menjaga aliran darah ke arah yang benar. Ketika darah mengalir ke arah yang tidak semestinya, jantung harus bekerja lebih keras.

3. Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah penyakit jantung yang menyebabkan jantung lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tidak segera ditangani, jantung dapat mengalami pembengkakan untuk mencoba memompa lebih banyak darah.

4. Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner dapat menyebabkan plak di arteri (pembuluh darah) jantung menghalangi  aliran darah melalui pembuluh jantung. Ketika salah satu otot jantung tidak berfungsi, jantung harus memompa lebih keras untuk mendapatkan cukup darah ke seluruh tubuh.

5. Penyakit tiroid

Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan masalah pada jantung, termasuk pembengkakan jantung.

Baca juga: Sakit Dada Sebelah Kiri Tembus ke Belakang, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

Cara mengatasi jantung bengkak

Mengatasi jantung bengkak bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Dikutip dari laman Mayo Clinic, adapun beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi jantung bengkak di antaranya adalah:

1. Cara mengatasi jantung bengkak dengan obat-obatan tertentu

Beberapa obat-obatan dapat membantu menangani kardiomiopati atau kondisi yang memengaruhi jantung lainnya yang menyebabkan pembengkakan pada jantung, seperti:

  • Diuretik: Obat diuretik dapat menurunkan kelebihan natrium dan air dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan tekanan pada arteri dan jantung
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE): Obat ini digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan membantu jantung memompa dengan lebih efisien
  • Beta blocker: Beta blocker dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung
  • Antikoagulan: Obat ini dapat membantu menurunkan risiko penggumpalan darah
  • Antiaritmia: Untuk menjaga jantung berdetak secara normal

Ingat, penggunaan obat-obatan tersebut harus diresepkan oleh dokter.

2. Cara mengatasi jantung bengkak dengan operasi dan prosedur medis lain

Selain obat-obatan, juga terdapat prosedur medis lainnya untuk mengatasi jantung bengkak, di antaranya adalah:

  • Operasi katup jantung: Operasi katup jantung dilakukan apabila pembengkakan pada jantung disebabkan oleh masalah pada salah satu katup jantung atau jika menyebabkan masalah pada katup jantung. Cara mengatasi jantung bengkak ini bertujuan untuk memulihkan atau menggantikan katup yang terkena
  • Operasi bypass koroner: Prosedur ini dilakukan jika pembengkakan jantung disebabkan oleh penyakit arteri koroner
  • Left ventricular assist device (LVAD): Prosedur ini melibatkan penggunaan pompa mekanis untuk membantu jantung memompa darah di dalam tubuh. LVAD dapat membantu pasien dengan kodnisi gagal jantung
  • Transplantasi jantung: Pada kasus yang berlangsung parah, transplantasi jantung adalah pilihan terakhir untuk mengatasi jantung bengkak

Perubahan gaya hidup

Untuk mengatasi jantung bengkak diperlukan penanganan medis. Perubahan gaya hidup hanya dapat membantu untuk mengontrol pembengkakan pada jantung. Berikut ini adalah beberapa perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

  • Berhenti atau hindari rokok
  • Batasi asupan garam, kolesterol, lemak jenuh serta trans dalam makanan
  • Memantau tekanan darah
  • Beristirahat dengan cukup
  • Berolahraga, sebaiknya diskusikanlah dengan dokter mengenai olahraga apa yang aman dilakukan
  • Menjaga berat badan sehat

Itulah beberapa informasi mengenai cara mengatasi jantung bengkak. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 29 April 2021. What Causes an Enlarged Heart (Cardiomegaly) and How’s It Treated? 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 29 April 2021. Enlarged heart 

Webmd (2020). Diakses pada 29 April 2021. Enlarged Heart (Cardiomegaly) 

    register-docotr