Penyakit Jantung

Amankah Penderita Penyakit Jantung Melakukan Hubungan Seksual? Ini Jawabannya!

August 26, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi tantangan yang cukup sulit bagi pasien penyakit jantung. Mulai dari membatasi jenis makanan tertentu, mengurangi frekuensi olahraga, sampai meyakinkan diri tentang kemampuan berhubungan intim.

Ya, penyakit jantung adalah salah satu gangguan kesehatan yang berpengaruh terhadap kehidupan seks. Ketahui apakah penderita penyakit ini diperbolehkan untuk berhubungan intim atau tidak lewat ulasan berikut.

Baca juga: Catat, Berikut Gejala Emboli Paru yang Harus Diwaspadai

Penyakit jantung dan hubungan seksual

Saat memiliki gangguan kardiovaskular, aktivitas fisik dapat membuat kamu merasa lebih mudah lelah atau sesak napas. Hal ini tidak hanya berlaku ketika olahraga, namun juga saat berhubungan seks.

Dilansir Mayo Clinic, hubungan seksual biasanya merupakan bentuk olahraga tingkat sedang, yang umumnya memiliki tingkat aktivitas setara dengan menaiki 2-3 anak tangga.

Hal ini membuat para penderita gagal jantung kerap merasa khawatir aktivitas tersebut dapat membahayakan kesehatan jantung mereka, terutama setelah melalui tindakan operasi atau perawatan lainnya.

Selain itu obat-obatan penyakit jantung juga dapat mengurangi gairah seks atau menyebabkan efek samping seksual yang tidak menyenangkan. Ini menyebabkan sebagian orang dengan gagal jantung menjadi jarang, atau bahkan tidak berhubungan seks sama sekali.

Apakah aman berhubungan seks jika kamu menderita penyakit jantung?

Dikutip dari Kompas, Dr. dr. Hudi Winarso, M.Kes., Sp.And, menjelaskan boleh tidaknya penderita gangguan jantung berhubungan badan bergantung pada kemampuan jantung masing-masing.

Jika kemampuan jantung menunjukkan kapasitas lebih dari 3,2 mets, maka seorang penderita gangguan jantung boleh saja melakukan aktivitas seks dengan pasangan secara wajar.

Namun, apabila kemampuan jantungnya hanya memiliki kapasitas sekitar 2,5 mets, maka dalam berhubungan badan, mereka hanya boleh melakukannya pada posisi yang kurang aktif atau di bawah.

Jadi secara umum, para penderita gangguan jantung masih diperbolehkan berhubungan badan asal memperhatikan kemampuan jantung.

Tanda-tanda kamu cukup sehat untuk berhubungan seks

Ketakutan utama orang dengan penyakit jantung saat berhubungan intim adalah khawatir terkena serangan jantung. Meski aktivitas ini memang meningkatkan detak jantung, tapi itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan secara berlebihan.

Secara umum, jika kamu dapat menaiki tangga, atau joging, atau berjalan sepanjang 1,6 km tanpa kesulitan, maka kamu relatif aman untuk berhubungan seks.

Kendati demikian, kamu harus berkonsultasi dulu dengan dokter, saat ingin melakukannya jika terdapat beberapa gejala khusus seperti:

  1. Sakit dada
  2. Sesak napas
  3. Detak jantung tak teratur
  4. Mual atau gangguan pencernaan

Kamu juga bisa mengetahui kemampuan jantung dengan melakukan uji latih jantung (ULJ) menggunakan treadmill.

Ini penting, karena jika kapasitas jantung tidak mencukupi, kamu bisa mengalami serangan mendadak saat berhubungan badan atau biasa disebut sudden death on hourse riding.

Solusi aman berhubungan badan untuk penderita penyakit jantung

Tetap aktif secara seksual penting untuk menjaga kualitas hidup yang sehat dan tetap terhubung dengan pasangan. Pertanyaannya, bagaimana kamu melakukannya dengan aman jika memiliki riwayat gangguan jantung? Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Suhu kamar tidur

Upayakan suhu kamar dalam keadaan nyaman, tidak terlalu panas atau dingin.

Suhu kamar yang terlalu panas diyakini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras karena keringat keluar lebih banyak. Sedangkan, suhu terlalu dingin akan memudahkan otot mengalami kejang atau kram.

2. Lakukan minimal 2 jam setelah makan

Lambung yang masih penuh dengan makanan akan mendesak pembuluh darah koroner yang berada di atas lambung. Selain itu, aliran darah yang banyak mengarah ke lambung akan menyebabkan ereksi mudah terganggu.

Jadi, berhubungan badan dianjurkan minimal 2 jam setelah makan, di mana lambung relatif sudah lebih kosong karena makanan sudah turun ke bagian usus.

3. Obat jantung ada dalam jangkauan

Hal ini tentu penting untuk mengantisipasi kondisi yang tidak dinginkan selama berhubungan intim.

Jika kamu masih ragu untuk memulai aktivitas seks dengan riwayat gangguan jantung, ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

Baca juga: Ini Rentetan Penyakit Paru yang Kerap Muncul di Indonesia

Masih punya pertanyaan seputar hubungan intim atau kesehatan jantung? Jaga kesehatan kamu dan keluarga sekaligus konsultasi rutin bersama mitra dokter kami, dengan download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Heart.org diakses pada 26 Agustus 2021

Mayo Clinic diakses pada 26 Agustus 2021

Hopkins Medicine diakses pada 26 Agustus 2021

Kompas diakses pada 26 Agustus 2021

 

    register-docotr