Kanker Lain

Proses Kemoterapi: Ketahui Tahapan, Cara Kerja dan Biayanya

March 21, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kemoterapi merupakan salah satu prosedur medis yang kerap digunakan untuk menyembuhkan pasien dengan penyakit kanker. Tidak seperti prosedur medis lain, proses kemoterapi kadang bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.

Lantas, seperti apa proses kemoterapi itu? Bagaimana cara kerjanya? Serta, berapa biaya yang dibutuhkan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu kemoterapi?

Kemoterapi adalah perawatan yang umum dilakukan pada pasien kanker, menggunakan obat-obatan berbahan kimia dengan dosis yang kuat. Secara umum, obat itu berfungsi untuk menghentikan, menghambat, dan membunuh sel abnormal yang berkembang.

Mengutip dari Mayo Clinic, dosis yang tinggi dibutuhkan karena sel kanker bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat ketimbang sel yang sehat di dalam tubuh. Sayangnya, dosis yang kuat tersebut juga dapat menimbulkan efek samping cukup serius, misalnya kerontokan dan rentan infeksi.

Kemoterapi sering dipadukan dengan metode lain seperti operasi, radiasi, atau terapi hormon. Semuanya tergantung pada tingkat keparahan (stadium), jenis kanker, lokasi dominan penyebaran sel, dan riwayat perawatan sebelumnya.

Cara kerja kemoterapi

Meski memiliki fungsi utama mengobati penyakit kanker, proses kemoterapi bisa dilakukan untuk tujuan yang berbeda, seperti:

  • Mengecilkan tumor. Tumor adalah jaringan baru yang muncul pada organ tertentu, kerap diidentifikasi sebagai kondisi prakanker. Mengecilkan tumor bisa menjadi langkah pencegahan agar jaringan itu tak berubah menjadi kanker yang ganas.
  • Meringankan gejala. Ini adalah salah satu alasan utama kemoterapi harus dilakukan bagi pasien kanker. Sel kanker akan dihentikan perkembangannya dan dibunuh, sehingga gejala yang dialami oleh pengidap bisa mereda.
  • Mendeteksi sel kanker tersembunyi. Kemoterapi dapat digunakan untuk mendeteksi adanya sel-sel kanker yang berlokasi di tempat tersembunyi. Dengan begitu, sel tersebut bisa dimusnahkan secara menyeluruh.
  • Membunuh sel tersisa. Kemoterapi lanjutan bisa saja dilakukan setelah terapi utama selesai. Biasanya, kemoterapi lanjutan ditempuh untuk membunuh sel kanker yang tersisa agar tidak berkembang dan memicu kanker baru.

Baca juga: Tak Hanya Kemoterapi, Ini Beragam Pengobatan Kanker Payudara Lainnya

Tahapan dan proses kemoterapi

Setidaknya ada tiga tahapan dalam proses kemoterapi pasien kanker, yaitu persiapan, pelaksanaan prosedur, dan pemulihan.

Persiapan pasien

Kemoterapi bukan prosedur medis sembarangan, karena memiliki risiko efek samping serius. Sebelum melaksanakannya, dokter akan meminta pasien untuk melakukan beberapa persiapan, seperti:

  • Tes darah. Selain memantau tekanan darah, tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi organ dalam, seperti jantung dan hati. Jika ada gangguan pada dua organ tersebut, dokter tidak akan ragu untuk menunda pengobatan.
  • Pemeriksaan gigi. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui apakah ada infeksi di area mulut. Ini penting, karena proses kemoterapi sendiri bisa menurunkan sistem imun tubuh yang berfungsi melawan berbagai infeksi.
  • Periksa kandungan. Kemoterapi sangat tidak disarankan bagi wanita hamil, karena bisa mengganggu perkembangan janin.
  • Pikirkan dampak jangka panjang. Proses kemoterapi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kamu perlu memikirkan dampak jangka panjangnya seperti efek samping yang bisa ditimbulkan.

Prosedur kemoterapi

Proses kemoterapi sendiri bisa dilakukan dengan beberapa cara, tergantung pada jenis kanker dan tingkat keparahannya. Beberapa jenis perawatan kemoterapi yang biasa digunakan adalah:

  • Infus: Cara ini adalah yang paling sering dilakukan, yaitu dengan memasang infus ke tubuh pasien agar obat bisa langsung masuk ke pembuluh darah.
  • Suntikan: Hampir sama seperti infus, obat disuntikkan langsung menuju pembuluh darah.
  • Obat oral: Obat tidak diberikan dengan cara disuntik, tapi diminum lewat mulut.
  • Krim: Cara ini digunakan untuk pasien kanker kulit. Krim bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel jahat pada jaringan kulit.
  • Pengobatan langsung: Obat bisa langsung ditujukan pada bagian tubuh tertentu, seperti perut (intraperitoneal), rongga dada (intrapleural), sistem saraf pusat (intratekal), dan kandung kemih (intravesika).

Proses pemulihan

Setelah kemoterapi, kondisi pasien pengidap kanker akan terus dipantau. Sebelum dinyatakan tuntas dari proses kemoterapi, dokter akan melihat efektivitas pengobatan itu sendiri. Kamu mungkin akan menjalani serangkaian tes lagi, misalnya tes darah.

Kamu juga masih perlu melakukan kontrol rutin ke dokter. Dokter akan memantau efek samping dan perkembangan kondisi kesehatan pasien.

Berapa lama proses kemoterapi berlangsung?

Tidak ada patokan khusus tentang lamanya kemoterapi. Semua tergantung dari tingkat keparahan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh. Kemoterapi bisa dilakukan dalam rentang harian, mingguan, atau bahkan bulanan.

Kasus kanker yang lebih dari satu jenis membutuhkan perawatan yang tidak sebentar. Proses pemulihannya juga memerlukan durasi yang relatif lebih panjang.

Pada dasarnya, pengobatan kemoterapi dilakukan satu hari, kemudian istirahat beberapa hari, minggu, atau bulan, untuk mengetahui efeknya. Kemudian, dilanjutkan dengan pengobatan yang sama setelah masa istirahat tersebut selesai.

Kondisi itulah yang mengharuskan pasien memiliki kesabaran dan kedisiplinan tinggi. Sebab, tak jarang yang mengalami gangguan emosi dan mental karena lamanya masa pengobatan.

Biaya proses kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur medis yang tidak murah. Menurut Abdul Kadir, direktur utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, seperti dikutip dari Kontan, untuk menjalani semua proses kemoterapi, kemoterapi bisa menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah.

Pasien yang memerlukan enam kali proses kemoterapi misalnya, setidaknya harus menyiapkan biaya sebesar Rp120 juta. Itu belum termasuk prosedur tambahan yang dibutuhkan, misalnya transfusi darah dan CT scan.

Nah, itulah penjelasan tentang proses kemoterapi dan perkiraan biaya yang dibutuhkan. Selama menjalani prosedur tersebut, tetap konsumsi makanan bergizi agar tubuh tetap bugar, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 9 Maret 2021, Chemotherapy.
  2. Medical News Today, diakses 9 Maret 2021, What you need to know about chemotherapy.
  3. Healthline, diakses 9 Maret 2021, Chemotherapy.
  4. Kontan, diakses 9 Maret 2021, Dirut RS Kanker Dharmais: Pengobatan kanker di Indonesia berkembang lebih baik.

    register-docotr