Kamus Penyakit

Eksim Kering

March 21, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Eksim kering atau dermatitis atopik merupakan penyakit kulit yang umum dan sering kali bersifat persisten. Biasanya, eksim kering cukup mengganggu karena menyebabkan rasa gatal.

Nah, untuk mengetahui eksim kering lebih lanjut, yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Mengenal Penyakit Autoimun: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Apa itu penyakit eksim kering?

Eksim kering adalah kondisi kulit kronis yang ditandai dengan peradangan dan gatal. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak, tetapi dapat pula dialami oleh semua usia.

Eksim kering atau dermatitis atopik berlangsung lama atau kronis dan cenderung kambuh secara berkala.

Penyakit eksim biasanya dimulai pada awal masa bayi dan menghilang sebelum masa remaja. Namun, pada beberapa individu yang terkena bisa berlanjut hingga dewasa.

Apa penyebab eksim kering?

Dilansir Healthline, penyebab pasti eksim kering atau dermatitis atopik tidak diketahui secara pasti. Namun, perlu diketahui bahwa eksim kering tidak menular, sehingga tidak bisa menyebabkan penularan pada orang lain.

Pemahaman dasar tentang eksim kering adalah peradangan yang terjadi karena terlalu banyak sel inflamasi di kulit. Ada pula bukti bahwa orang dengan eksim kering memiliki penghalang kulit yang rusak dibandingkan dengan kulit normal.

Karena pelindung kulit yang berubah, penderita eksim kering memiliki kulit yang lebih kering. Kulit penderita penyakit ini lebih rentang kehilangan air dan masuknya iritan.

Ini semua mengarah pada perkembangan ruam merah dan gatal. Untuk itu, penderita eksim kering perlu mengetahui faktor penyebab yang dapat memicu munculnya gejala.

Biasanya, lingkungan juga bisa menjadi pemicu seperti mandi air panas dalam waktu lama, goresan, keringat, panas, cuaca dingin, penggunaan sabun atau detergen, alergen, serta iritasi fisik. 

Siapa saja yang lebih berisiko terkena eksim kering?

Selain genetik dan riwayat keluarga, terdapat kemungkinan adanya faktor risiko lain untuk eksim. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih mungkin dibandingkan anak perempuan untuk mengembangkan dermatitis atopik.

Ini terutama terjadi selama masa bayi dan pola akan berubah pada masa remaja.

Penelitian lain menunjukkan bahwa prevalensi dermatitis atopik lebih tinggi pada orang keturunan Afrika. Berbagai faktor risiko lain mungkin juga ada, meskipun datanya masih tidak meyakinkan.

Secara khusus, faktor risiko potensial yang menyebabkan eksim kering meliputi:

  • Hidup di negara maju atau kota dengan iklim dingin
  • Terlahir dari seorang ibu dengan usia tua
  • Dilahirkan dengan operasi caesar.
  • Terpapar asap rokok
  • Memiliki kondisi obesitas atau kelebihan berat badan
  • Memiliki berat badan lahir tinggi
  • Diobati dengan antibiotik pada masa bayi

Apa gejala dan ciri-ciri eksim kering?

Gejala utama eksim adalah kulit kering dan gatal yang sering berubah menjadi ruam kemerahan. Selama kambuh, eksim kering akan menjadi ruam merah dan gatal. Banyak faktor fisik dan internal yang berbeda dapat memicu kambuhnya eksim.

Peradangan yang dihasilkan akan menyebabkan peningkatan aliran darah dan keinginan untuk gatal. Flare eksim adalah bagian dari siklus gatal-garuk yang menyiksa. Sulit untuk melawan komponen fisik dan psikologis yang mendorong siklus ini.

Perlu diketahui, terlalu banyak menggaruk rasa gatal dapat menyebabkan lebih banyak peradangan dan bahkan infeksi kulit. Biasanya, eksim kering menunjukkan gejala yang berbeda tergantung pada usia penderita seperti berikut ini.

Gejala eksim pada bayi

Eksim kering pada bayi dapat menimbulkan gejala berupa kulit kering, gatal, bersisik, ruam di kulit kepala atau pipi, ruam yang mungkin menggelembung dan mengeluarkan cairan bening. Karena itu, bayi dengan eksim mungkin akan sulit untuk tidur karena rasa gatal pada kulit.

Gejala eksim pada anak-anak

Gejala penyakit eksim pada anak-anak biasanya akan menyebabkan munculnya gejala, meliputi ruam di lipatan siku atau lutut, bercak kulit bersisik di tempat ruam, serta kulit tebal dan kasar.

Tak hanya itu, beberapa anak juga bisa mengembangkan ruam di leher dan wajah, terutama di sekitar mata.

Gejala eksim pada orang dewasa

Untuk gejala eksim pada orang dewasa biasanya akan mengalami perubahan warna kulit yang mudah teriritasi. Kondisi ini dipicu karena perkembangan penyakit terutama jika diderita saat masih anak-anak.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat eksim kering?

Jika dibiarkan, gejala eksim bisa memicu munculnya komplikasi atau efek samping lebih parah. Beberapa komplikasi akibat eksim atau dermatitis atopik yang mungkin dapat terjadi, yakni sebagai berikut.

  • Asma dan demam. Lebih dari separuh anak kecil dengan eksim kering mengalami asma dan demam pada usia 13 tahun.
  • Kondisi gatal dan bersisik kronis. Kondisi kulit ini disebut neurodermatitis atau lichen simpleks kronik, dimulai dengan bercak kulit yang gatal. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit berubah warna, menebal, dan kasar.
  • Infeksi kulit. Menggaruk kulit secara berulang dapat merusak kulit hingga menyebabkan luka terbuka dan retakan. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan bakteri atau virus termasuk virus herpes simpleks.
  • Dermatitis tangan iritan. Biasanya, kondisi ini memengaruhi orang-orang yang pekerjaannya mengharuskan tangan terus basah dan terkena sabun atau disinfektan keras.
  • Dermatitis kontak alergi. Kondisi ini sering terjadi pada penderita dermatitis atopik.
  • Masalah tidur. Siklus gatal-garuk dapat mengakibatkan kualitas tidur menjadi buruk.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati eksim kering?

Umumnya, tidak diperlukan tes laboratorium untuk mengidentifikasi dermatitis atopik atau eksim.

Namun, dokter kemungkinan akan membuat diagnosis dengan pemeriksaan kulit dan meninjau riwayat kesehatan. Setelah diagnosis diketahui, berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan.

Perawatan eksim kering di dokter

Cara mengatasi dan mengobati eksim kering oleh dokter, di antaranya sebagai berikut:

Terapi dengan perban basah

Perawatan intensif yang efektif untuk dermatitis atopik parah bisa melibatkan pembalutan area dengan kortikosteroid topikal dan perban basah. Terkadang, cara ini dilakukan di rumah sakit untuk orang-orang dengan lesi yang meluas.

Terapi cahaya

Perawatan ini digunakan untuk penderita eksim yang tidak membaik dengan perawatan topikal atau sering mengalami kekambuhan. Bentuk paling sederhana dari terapi cahaya atau fototerapi, yakni melibatkan pemaparan kulit ke sinar matahari alami dalam jumlah yang terkontrol.

Meski efektif, terapi cahaya jangka panjang memiliki efek berbahaya termasuk penuaan kulit dini dan meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, terapi ini lebih jarang digunakan pada anak kecil dan tidak disarankan untuk bayi.

Cara mengatasi eksim secara alami di rumah

Perawatan kulit dengan kondisi eksim di rumah adalah dengan menggunakan sabun dan pelembap khusus. Menggunakan banyak sabun, losion, wewangian, dan campuran produk dapat menyebabkan masalah lebih lanjut dan sensitivitas pada kulit.

Untuk mengobati dermatitis atopik pada bayi dan anak-anak, bisa dengan menggunakan mandi air dan mengoleskan emolien segera setelah mandi. Pertimbangkan juga untuk menggunakan antihistamin guna mengurangi garukan di malam hari.

Apa saja obat eksim kering yang biasa digunakan?

Selain perawatan bersama dokter, pemberian obat eksim juga perlu dilakukan. Beberapa obat yang bisa membantu mengobati masalah eksim, antara lain sebagai berikut:

Obat eksim kering di apotek

Penderita eksim bisa menggunakan obat yang dijual bebas di apotek. Obat yang bisa digunakan, seperti:

Salep kortikosteroid

Salep ini merupakan obat yang dapat membantu mengontrol rasa gatal dan memperbaiki kulit. Oleskan salep sesuai dengan petunjuk karena penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping, termasuk penipisan kulit.

Antibiotik

Dokter mungkin juga akan meresepkan krim antibiotik jika kulit mengalami infeksi bakteri, luka terbuka, atau retakan. Biasanya, dokter merekomendasikan penggunaan antibiotik otak dalam waktu singkat untuk mengobati infeksi.

Kortikosteroid oral

Untuk kasus yang parah atau hingga menyebabkan peradangan, maka dokter mungkin meresepkan kortikosteroid oral. Obat-obatan ini efektif namun tidak dapat digunakan dalam jangka panjang karena berpotensi menimbulkan efek samping serius.

Obat eksim kering alami

Beberapa produk alami dapat membantu mengunci kelembapan dan menghilangkan rasa gatal. Menurut National Eczema Association, pengobatan rumahan umum yang terbukti efektif menyembuhkan eksim, meliputi:

  • Minyak kelapa. Oleskan minyak kelapa murni langsung ke eksim untuk melembapkan area tersebut dan mengurangi bakteri. Gunakan sekali atau dua kali dalam sehari untuk hasil maksimal.
  • Minyak bunga matahari. Minyak ini dapat membantu meningkatkan pelindung kulit dan mengurangi peradangan. Terapkan dua kali sehari pada kulit yang terkena eksim.
  • Cardiospermum. Cardiospermum merupakan ekstrak tumbuhan yang dapat membantu mengurangi peradangan, gatal-gatal, dan bakteri pada kulit.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita eksim kering?

Beberapa makanan diketahui dapat memperburuk eksim, terutama untuk bayi dan anak-anak. Makanan yang perlu dihindari misalnya seperti kacang tanah, susu, kedelai, gandum, ikan, dan telur. 

Karena anak-anak membutuhkan pola makan yang menyeluruh, pastikan untuk tidak memberikan makanan penyebab eksim. Selain makanan, pantangan lain yang harus dihindari penderita eksim adalah latihan atau olahraga berlebihan.

Olahraga dapat menyebabkan keluarnya keringat sehingga mungkin akan memperburuk kondisi kulit. Untuk itu, cobalah melakukan olahraga yang membuat tubuh tetap sejuk seperti berenang.

Bagaimana cara mencegah eksim kering?

Pencegahan perlu dilakukan, terutama jika berisiko mengalami flare-up eksim. Beberapa cara mencegah keparahan gejala eksim, seperti berikut:

  • Lembapkan kulit. Pencegahan eksim bisa dilakukan dengan melembapkan kulit setidaknya dua kali sehari. Pilihlah produk yang cocok agar tidak terjadi perkembangan eksim.
  • Mandi atau berendam sebentar. Batasi waktu mandi menjadi 10 hingga 15 menit. Gunakan juga air hangat, jangan terlalu panas.
  • Gunakan sabun yang lembut. Sabun antibakteri bisa digunakan karena dapat menghilangkan lebih banyak minyak alami dan mengeringkan kulit.

Setelah mandi, kamu juga perlu menepuk kulit dengan menggunakan handuk lembut. Gunakan pelembap untuk membantu menghindari kulit kering. 

Perbedaan eksim kering dan eksim basah

Selain eksim kering, terdapat juga suatu kondisi kulit yang disebut dengan eksim basah. Eksim basah dan kering memiliki beberapa faktor perbedaan, berikut ulasannya:

Penyebab eksim

Untuk eksim kering, penyebab belum dapat diketahui pasti. Namun, faktor pemicu eksim biasanya akibat keturunan atau riwayat keluarga, kondisi lingkungan seperti tinggal di tempat dingin, dan alergi makanan.

Sementara untuk eksim basah umumnya disebabkan oleh infeksi. Kulit bisa terinfeksi jika terlalu banyak menggaruk atau mengalami pecah-pecah. Hal inilah yang memungkinkan bakteri, virus, atau jamur masuk ke area terbuka tersebut.

Gejala eksim

Gejala eksim kering kebanyakan muncul pertama sebelum berusia 6 tahun. Biasanya, bayi yang terkena eksim memiliki gejala, berupa kemerahan, berkerak, dan bersisik di pipi kulit kepala atau bagian depan lengan serta kaki.

Untuk penderita eksim basah, biasanya gejala akan ditandai dengan munculnya sensasi seperti terbakar, gatal yang ekstrem, dan muncul nanah putih atau kuning pada kulit. Dalam kasus parah, seseorang bisa mengalami gejala berupa demam, panas dingin, serta kelelahan.

Komplikasi eksim

Seperti yang sudah dijelaskan, eksim kering bisa menimbulkan beberapa komplikasi jika tidak ditangani. Beberapa komplikasi yang dimaksud, yakni dermatitis kontak alergi, neurodermatitis, asma, infeksi kulit, serta dermatitis tangan.

Komplikasi eksim basah, termasuk kambuh eksim berkepanjangan, peningkatan rasa gatal dan lecet, resistensi terhadap steroid topikal, serta munculnya jaringan parut.

Baca juga: 7 Penyakit Kulit yang Sering Diidap Orang Indonesia, Kamu Pernah Alami yang Mana?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. MedlinePlus, diakses 15 Maret 2021.Atopic dermatitis
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 15 Maret 2021. Atopic dermatitis (eczema)
  3. Healthline (2017), diakses 15 Maret 2021. What Is Atopic Dermatitis?
  4. MedicineNet (2021), diakses 15 Maret 2021. Atopic Dermatitis Symptoms, Causes, vs. Eczema, Remedies, and Treatment
  5. Everyday Health (2020), diakses 15 Maret 2021. What Causes Eczema, Plus Symptoms and Risk Factors
  6. Medical News Today (2018), diakses 15 Maret 2021. How to treat atopic dermatitis
  7. Webmd (2020), diakses 15 Maret 2021. Top Eczema Triggers to Avoid
  8. Webmd (2020), diakses 16 Maret 2021. Atopic Dermatitis
  9. Healthline (2017), diakses 16 Maret 2021. What You Should Know About Weeping Eczema
  10. Medical News Today (2017), diakses 16 Maret 2021. Infected eczema: What you need to know
    register-docotr