Kanker Lain

Bisa Sebabkan Kematian, Ini 7 Penyebab Kanker Hati yang Jarang Disadari

May 2, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kanker hati adalah salah satu jenis kanker yang bisa membahayakan nyawa. Menurut data Globocan pada 2020, tak kurang dari 21 ribu penduduk Indonesia yang meninggal akibat penyakit ini. Penting untuk mengetahui apa saja penyebab kanker hati agar kamu lebih mudah mencegahnya.

Lantas, apa saja hal yang bisa memicu dan meningkatkan risiko terkena kanker hati? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini!   

Sekilas tentang kanker hati

Seperti namanya, kanker hati adalah kanker yang terjadi pada organ hati, yaitu kelenjar terbesar di dalam tubuh yang berfungsi penting dalam menyaring zat beracun. Hati merupakan organ yang terletak di kanan atas perut, tepat di bawah tulang rusuk.

Kanker hati dibedakan menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Kanker primer bermula dari sel-sel yang ada di dalam hati. Sedangkan kanker sekunder, muncul akibat perkembangan sel kanker dari organ lain.

Dikutip dari Medical News Today, untuk memudahkan penanganan, tingkat keparahan kanker hati dibagi menjadi empat tahapan, yaitu:

  • Stadium 1: Sel kanker atau tumor masih berada di dalam hati, belum menyebar ke organ atau lokasi lain.
  • Stadium 2: Sel kanker atau tumor kecil telah mencapai pembuluh darah.
  • Stadium 3: Beberapa sel kanker atau tumor berukuran besar telah mencapai pembuluh darah utama.
  • Stadium 4: Sel kanker telah benar-benar menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Berbagai penyebab kanker hati

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kanker hati. Mulai dari kebiasaan merokok, paparan zat kimia, hingga komplikasi dari penyakit tertentu. Berikut tujuh faktor risiko dan penyebab kanker hati yang perlu kamu tahu:

1. Kebiasaan merokok

Tanpa disadari, kebiasaan merokok bisa menjadi penyebab kanker hati, lho. Risikonya bisa meningkat jika kamu juga sering mengonsumsi minuman beralkohol.

American Heart Associaton mendefinisikan nikotin pada rokok sebagai zat perusak, bisa bertahan di dalam tubuh hingga delapan jam setelah paparan pertama. Cepat atau lambat, nikotin bisa masuk dan terbawa oleh darah menuju berbagai organ penting, termasuk hati.

Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh Litbang Kementerian Kesehatan, dalam sebatang rokok kretek, asap yang dihasilkan mengandung setidaknya empat ribu senyawa bersifat toksik (racun), karsinogenik (pemicu kanker), dan mutagenik (pemicu perubahan kromosom).

Baca juga: Kamu Perokok Aktif? Ketahui Efek dan Gejala Kecanduan Nikotin Berikut!

2. Obesitas dan diabetes

Obesitas dan diabetes adalah dua kondisi yang berkaitan. Sayangnya, dua hal tersebut juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker hati. Obesitas dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati, lalu berdampak buruk pada kinerjanya.

Sedangkan untuk pengidap diabetes, tingginya kadar insulin dapat memicu kerusakan sel-sel sehat pada organ hati.

3. Faktor makanan

Makanan tertentu dapat menjadi penyebab kanker hati karena kandungan zat karsinogenik yang dimiliki. Salah satunya adalah aflatoksin, zat racun oleh jamur yang berkembang pada kacang-kacangan dan biji-bijian yang disimpan. Kasusnya lebih sering terjadi di negara Asia dan Afrika.

Baca juga: 6 Makanan Pemicu Kanker yang Jarang Diketahui, Berikut Daftarnya!

4. Sistem imun yang rendah

Sistem imun yang rendah bisa menjadi penyebab kanker hati. Kekebalan yang rendah membuat tubuh lebih sulit melakukan perlawanan terhadap penyakit seperti infeksi virus hepatitis. Penurunan imun biasanya disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya HIV/AIDS.

5. Sirosis

Sirosis adalah keadaan di mana sel-sel yang ada pada organ hati telah rusak dan tergantikan oleh jaringan parut. Orang yang mengalami kondisi tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker hati. Sirosis sendiri bisa dipicu oleh banyak hal, salah satunya kebiasaan minum alkohol.

Baca juga: Mata Menguning dan Warna Urine Berubah? Waspada Gejala Sirosis Hati!

6. Hepatitis kronis

Kanker hati bisa berkembang dari hepatitis yang kronis. Meski merupakan dampak jangka panjang, hepatitis B dan C dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sirosis.

Dikutip dari laman American Cancer Society, infeksi hepatitis B adalah penyebab kanker hati paling umum di Amerika. Sedangkan di banyak negara Asia, hepatitis C kerap menjadi pemicunya.

Hepatitis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, bisa menular lewat penggunaan jarum suntik terkontaminasi, seks tanpa kondom, proses persalinan, dan transfusi darah.

7. Paparan zat kimia

Salah satu penyebab kanker hati yang sering diabaikan oleh banyak orang adalah paparan zat kimia di lingkungan sekitar. Zat arsenik yang tidak berwarna dan berbau misalnya, bisa meningkatkan risiko munculnya sel kanker di dalam tubuh.

Begitu juga dengan vinil klorida (bahan kimia yang biasa dipakai dalam pembuatan produk plastik) dan torium dioksida (zat kimia yang sebelumnya pernah digunakan untuk pengujian sinar-X).

Nah, itulah ulasan tentang beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kanker hati. Untuk meminimalkan risikonya, hindari paparan zat karsinogenik atau hentikan kebiasaan yang bisa membuatmu terkena penyakit itu, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 23 April 2021, Liver Cancer.
  2. Medical News Today, diakses 23 April 2021, What to know about liver cancer.
  3. Cancer Center, diakses 23 April 2021, Risk factors for liver cancer.
  4. Cancer Research UK, diakses 23 April 2021, Risks and causes.
  5. Cancer Net, diakses 23 April 2021, Liver Cancer: Risk Factors and Prevention.
  6. American Cancer Society, diakses 23 April 2021, Liver Cancer Risk Factors.
  7. Globocan, diakses 23 April 2021, Indonesia Fact Sheet.
  8. American Heart Association, diakses 23 April 2021, How Smoking and Nicotine Damage Your Body.
  9. Kementerian Kesehatan, diakses 23 April, Mengenal Lebih Jauh Rokok Kretek.

    register-docotr