Info Sehat

Ini Risiko bagi Kesehatan Jika Kamu Jarang Ganti Celana Dalam

May 1, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Rutin mengganti celana dalam adalah satu gaya hidup yang harus jalani. Jarang mengganti apa yang kamu pakai akan berpengaruh pada kesehatan seperti jamur dan iritasi kulit.

Sebuah survei yang dilakukan di Britania Raya menyebut 22 persen pria tidak mengganti celana dalamnya setiap hari. Sementara ada 18 persen wanita yang memiliki kebiasaan tersebut.

Baca juga: Celana Dalam atau Boxer: Mana yang Baik untuk Kesuburan Pria?

Apa saja risiko tidak mengganti celana dalam?

Salah satu risiko dari jarang mengganti celana dalam adalah infeksi kulit. Infeksi ini bisa disebabkan oleh jamur dan ragi yang tumbuh karena daerah kelamin kamu terlalu lembap.

“Jarang mengganti celana dalam dapat menyebabkan lembap yang dapat menyebabkan pertumbuhan ragi dan iritasi kulit,” ucap reproductive endocrinologist Taraneh Nazem, MD.

Pada wanita, jarang mengganti celana dalam dapat menyebabkan akumulasi bakteri dan efek samping dari penyakit vagina seperti bacterial vaginosis. Selain itu, secara umum akumulasi bakteri di kelamin akan menimbulkan bau tidak sedap, ruam hingga gatal-gatal.

Jerawat di kelamin

Selain di wajah dan leher, jerawat pun bisa muncul di kelamin. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan jarang mengganti celana dalam.

Menggunakan celana dalam yang sudah kotor hanya akan menumpuk keringat, debu dan bakteri lalu membuatnya menjadi terlalu dekat dengan kulit.

Ketika keringat atau minyak terlalu lama menempel di kulit, maka akan menyebabkan bau tidak sedap dan penyumbatan pori-pori sehingga akan timbul jerawat.

Baca juga: Muncul Lenting di Organ Intim, Bisa Jadi Gejala Penyakit Herpes Genital

Seberapa sering harus ganti celana dalam?

Marisa Garshick, MD, seorang dermatologist bersertifikasi menyebut pada dasarnya kamu harus mengganti celana dalam secara berkala setiap hari untuk mencegah penumpukan debu, keringat, bakteri dan minyak di kelamin.

Meskipun demikian, ada pula beberapa kondisi yang membuat kamu harus mengganti celana dalam lebih sering. Misalnya kalau kamu aktif bergerak, habis berolahraga atau jika udara terlalu panas.

Karena hal itu akan membuat kamu berkeringat dengan lebih banyak dan membuat selangkangan serta bokong menjadi lebih lembap daripada biasanya.

Meskipun demikian, ada beberapa orang yang menggunakan celana dalam yang sama selama dua hari tanpa menimbulkan penyakit apapun. Hal ini memungkinkan jika tidak ada terlalu banyak keringat ataupun cairan yang keluar dari kelamin.

Adakah perbedaan frekuensi ganti celana dalam antara pria dan wanita?

Rekomendasi untuk mengganti celana dalam setidaknya satu kali dalam sehari berlaku pada pria ataupun wanita. 

Meskipun demikian, ada beberapa kondisi yang membuat wanita harus lebih sering mengganti celana dalam ketimbang pria.

Salah satunya adalah pada saat menstruasi. Karena bukan tidak mungkin darah menstruasi bocor dari pembalut dan membuat celana dalam menjadi kotor

Kapan waktu yang tepat untuk mengganti celana dalam?

Menurut Taraneh Nazem, MD., kamu sebaiknya mengganti celana dalam sebelum tidur ataupun setelah mandi. Meskipun tidak jarang orang yang memilih tidur tanpa mengenakan pakaian dalam.

“Tapi ada baiknya mengganti pakaian dalam ketimbang kamu memakai pakaian yang sama sebelum tidur atau setelah mandi,” kata dia.

Untuk kamu yang gemar berolahraga, gunakanlah pakaian dalam yang tepat dan dapat menyerap kelembapan di sekitar kelamin. Jangan lupa juga untuk mengganti pakaian dalam selaiknya kamu mengganti seluruh pakaian yang kamu pakai sehabis berolahraga.

Bagaimana jika tidak bisa mengganti pakaian dalam?

Salah satu alasan dari tidak bisa mengganti pakaian dalam adalah keterbatasan akses pada air sehingga kamu tidak bisa mencuci pakaian dalam dan memiliki cadangan.

Jika sudah demikian, salah satu langkah untuk mengatasinya adalah menyetrika pakaian dalam kamu. Meskipun terkesan jorok, namun menurut skincare specialist Nichola Cosgrove panas dari setrika mampu menyingkirkan bakteri.

Jika nantinya kamu sudah memiliki akses air atau dapat mencuci pakaian dalam, maka cobalah pakai produk pembersih anti bakteri yang ringan dan tidak mengiritasi kulit untuk mencuci pakaian dalam.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang kebiasaan mengganti pakaian dalam yang harus kamu terapkan mulai dari sekarang. Selalu jaga kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr