Kanker Lain

Pentingnya Deteksi Dini Kanker: Jenis dan Cara Pemeriksaannya

February 7, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mendeteksi kanker sejak dini dapat membuat pengidapnya lebih cepat mendapat perawatan. Kemungkinan untuk sembuh pun akan meningkat, karena kanker bisa didiagnosis jauh sebelum berkembang dan menjalar ke organ lainnya. 

Namun, apakah semua kanker bisa dideteksi dini? Sayangnya hingga kini deteksi dini kanker masih terbatas pada jenis kanker tertentu. Untuk mengetahui apa saja kanker tersebut dan bagaimana caranya, berikut ulasannya. 

Mendeteksi kanker sejak dini

Seiring perkembangan zaman, dunia medis ikut maju dengan banyaknya temuan baru yang membantu pasien untuk mengatasi masalah kesehatannya. Salah satunya dengan adanya tes skrining. 

Tes skrining adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi kanker semenjak dini, bahkan sebelum kanker tersebut muncul dan terlihat bentuknya. Namun tes skrining ini baru terbatas pada beberapa kanker saja, di antaranya:

1. Kanker payudara

Skrining kanker payudara dapat dilakukan bahkan sebelum seseorang merasakan tanda atau gejala penyakit tersebut. Jika ditemukan sejak dini, kemungkinan diobati akan lebih mudah dan menambah kemungkinan untuk sembuh dari kanker. 

Seperti apa cara tes skrining kanker payudara? 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, ada beberapa jenis tes yang dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara, yaitu:

  • Mammogram. Ini adalah tes X-ray payudara untuk mendeteksi dini sel kanker. Jika kamu adalah wanita yang berisiko kanker payudara, melakukan tes ini dianjurkan untuk menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara. 
  • Pencitraan resonansi magnetik payudara (MRI). Tes menggunakan magnet dan gelombang untuk mengambil gambaran payudara. Biasanya dilakukan pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Selain kedua tes tersebut, tes skrining kanker payudara juga bisa berupa pemeriksaan payudara klinis oleh dokter atau perawat. Dengan cara mendeteksi adanya benjolan di payudara dan melihat gejala lainnya. 

Kamu juga bisa melakukan tes sederhana mandiri, dengan rutin memerhatikan bentuk payudara untuk memastikan tidak ada benjolan atau perubahan bentuk lain yang mengkhawatirkan. 

Tingkat kemungkinan sembuh jika terdeteksi dini 

Sejak 1989 hingga 2015, tingkat kematian akibat kanker payudara menurun 39 persen di antara pasien wanita. Dilansir American Cancer Society, angka tersebut karena adanya peran deteksi dini.

Dengan kata lain, deteksi dini juga meningkatkan kemungkinan sembuh pasien yang mengidap kanker payudara.

2. Kanker serviks

Menjalani tes skrining dan mendeteksi dini kanker serviks dapat memberikan kemungkinan sembuh yang tinggi. 

Seperti apa cara tes skrining kanker serviks? 

Dua tes yang umum dilakukan adalah pap smear dan tes human papillomavirus (HPV). 

Pap smear adalah tes dengan mengambil sampel lendir dari leher rahim dan sekitarnya untuk diperiksa di laboratorium. Tak berbeda dengan pap smear, tes HPV juga dengan cara yang sama. 

Jika dari hasil tes dicurigai ada yang tidak normal, dokter mungkin akan meminta kamu untuk memulai perawatan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius lagi.

Tingkat kemungkinan sembuh jika terdeteksi dini 

Kanker serviks hampir 100 persen dapat dicegah melalui skrining dan vaksin HPV. Ini dapat membantu untuk mengurangi jumlah angka kematian karena kanker serviks.

Menurut American Cancer Society, kanker serviks menjadi penyebab utama kedua kematian akibat kanker di kalangan wanita berusia 20-an dan 30-an.

3. Kanker usus besar atau kolorektal

Umumnya kanker ini berkembang dari polip yang muncul di usus atau rektum. Jika mengalaminya, tes skrining dapat mendeteksi apakah polip tersebut dapat berubah menjadi kanker dan dokter akan menentukan pengobatan selanjutnya.

Biasanya jika ditemukan kemungkinan akan menjadi kanker, dokter akan merekomendasikan untuk mengangkat polip tersebut untuk mencegahnya berubah menjadi sel kanker. 

Seperti apa cara tes skrining kanker usus besar? 

Ada 4 jenis tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dini kanker usus besar, di antaranya:

  • Tes tinja. Tes ini mendeteksi DNA yang berubah dalam tinja sekaligus mendeteksi darah dalam tinja. 
  • Sigmoidoskopi fleksibel. Tes ini memasukkan tabung tipis, fleksibel dan berlampu ke rektum untuk memeriksa fisik polip yang tumbuh. 
  • Kolonoskopi. Tes ini mirip dengan sigmoidoskopi fleksibel, namun untuk pemeriksaan menyeluruh ke semua bagian usus besar dan dokter bisa sekaligus menghilangkan sebagian polip dengan tes ini. 
  • CT kolonoskopi. Ini adalah tes kolonoskopi yang menggunakan sinar x, untuk menghasilkan gambar di seluruh usus yang kemudian dianalisis oleh dokter. 

Tingkat kemungkinan sembuh jika terdeteksi dini 

Berdasar data dari 1970 hingga 2015, angka kematian karena kanker kolorektal menurun 52 persen untuk pasien pria dan wanita. Ini karena peningkatan deteksi dini dan perbaikan mutu pengobatan. 

4. Kanker paru

Satu lagi jenis kanker yang bisa dideteksi dini adalah kanker paru. Jika kamu perokok berat dan memiliki risiko kanker paru lainnya direkomendasikan untuk melakukan tes ini. 

Seperti apa cara tes skrining kanker paru? 

Hanya satu tes yang direkomendasikan untuk kanker paru, yaitu low-dose computed tomography. Tes dilakukan dengan sinar X dosis rendah untuk melihat paru-paru dengan detail. Prosesnya hanya beberapa menit dan tidak menyebabkan sakit. 

Tingkat kemungkinan sembuh jika terdeteksi dini

Data menunjukkan jika kematian akibat kanker paru menurun 45 persen dari tahun 1990 hingga 2015 untuk pasien pria dan 19 persen dari tahun 2002 hingga 2015 untuk pasien wanita.

Sementara dari tahun 2005 hingga 2014, tingkat kasus kanker paru baru turun 2,5 persen per tahun pada pria dan 1,2 persen per tahun pada wanita.

Persentase ini menunjukkan meningkatkan kemungkinan sembuh yang terus meningkat dari tahun ke tahun, baik karena pola hidup lebih sehat tanpa rokok dan peran adanya deteksi dini. 

Bagaimana dengan kanker lainnya? 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, tes skrining untuk kanker lainnya masih dikembangkan. Saat ini juga sudah tersedia skrining tes untuk kanker ovarium, pankreas, prostat, testis dan tiroid. Tapi belum terbukti mengurangi risiko kematian akibat kanker tersebut. 

Demikian informasi jenis kanker yang dapat dideteksi dini yang dapat mempermudah pengobatan dan memberikan kemungkinan sembuh yang lebih baik. Ini karena kanker ditemukan sebelum berkembang dan menyebar ke anggota tubuh lainnya. 

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya jangan ragu untuk bertanya kepada dokter profesional di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

CDC, diakses 5 Februari 2021
Screening Tests
Cancer.gov, diakses 5 Februari 2021
Cancer Screening
WHO, diakses 5 Februari 2021
Cancer
American Cancer Society, diakses 5 Februari 2021
Find Cancer Early

    register-docotr